JENTERANEWS.com — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ai Sri Mulyati, S.Ag., menggelar agenda Reses Kedua Masa Persidangan Kedua Tahun Sidang 2026. Kegiatan yang berpusat di Dapil V tersebut dimanfaatkan sebagai wadah konsolidasi struktur partai sekaligus menjaring aspirasi langsung dari masyarakat di sembilan kecamatan.
Dalam sambutannya, Ai Sri Mulyati menegaskan bahwa kehadiran para perwakilan kader dan tokoh masyarakat dari sembilan kecamatan di Dapil V ini memegang peranan krusial sebagai jembatan informasi.
“Bapak dan Ibu yang hadir hari ini adalah ‘corong’ atau penyambung lidah masyarakat. Dari sembilan kecamatan, semuanya berkumpul di satu titik ini untuk membawa dan mengawal aspirasi warga yang ada di bawah,” ujar Ai Sri Mulyati di hadapan para konstituen, Jumat (5/6/2026).
Menanggapi dinamika pembangunan di Kabupaten Sukabumi, Ai menjelaskan adanya sejumlah penyesuaian anggaran (refocusing) yang terjadi dari pemerintah pusat hingga ke tingkat daerah pada tahun anggaran 2026. Kendati demikian, Pemerintah Kabupaten Sukabumi di bawah arahan Bupati tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan kabupaten.
“Saat ini program bupati memang lebih menekankan pada perbaikan jalan kabupaten. Mengingat untuk jalan-jalan desa, kedepannya akan diakomodasi melalui program strategis lainnya. Oleh karena itu, kami di DPRD diarahkan untuk mengawal penuh percepatan pembangunan infrastruktur jalan kabupaten tersebut,” tambahnya.
Selain jalan kabupaten, isu pelayanan BPJS, pendidikan, dan pembangunan jalan lingkungan (jaling) turut menjadi sorotan utama dalam reses kali ini. Ai mengungkapkan bahwa pembangunan jalan lingkungan di pedesaan saat ini masih terkendala oleh batasan Peraturan Bupati (Perbup) yang dinilai belum berpihak secara merata.
“Saat ini pembangunan jalan lingkungan berdasarkan Perbup baru mencakup tujuh kecamatan kota/sentral. Berdasarkan data Dinas terkait, capaian pembangunan di tujuh kecamatan tersebut sudah menyentuh 82% pada akhir tahun 2025, dan sisa 18% ditargetkan rampung pada tahun 2026 ini,” papar Ai.
Melihat kondisi tersebut, legislator PKS ini menegaskan bahwa seluruh anggota DPRD Kabupaten Sukabumi tengah berjuang keras mendorong perubahan Perbup tersebut agar anggaran pembangunan jalan lingkungan bisa dialokasikan secara merata ke wilayah pedesaan, termasuk di wilayah Dapil V yang mencakup wilayah Sagaranten, Jampang Tengah, Lengkong, Pabuaran, Purabaya, dan sekitarnya.
Lebih lanjut, Ai Sri Mulyati juga mengkritisi pola pelaksanaan proyek fisik di lapangan yang kerap ditumpuk di akhir tahun anggaran (bulan Desember). Menurutnya, faktor cuaca di akhir tahun seringkali menurunkan kualitas dan daya tahan infrastruktur yang dibangun.
DPRD Kabupaten Sukabumi mendesak adanya penguatan tim monitoring pembangunan agar pengerjaan proyek berjalan sesuai perencanaan awal (timeline). “Kami berharap pengerjaan tidak dikumpulkan di akhir. Kemarin sudah ada yang disurvei untuk titik jalan kabupaten, kita harapkan pembangunannya segera dieksekusi di bulan-bulan mendatang agar kualitasnya maksimal,” tegasnya.
Menutup arahannya, Ai mengingatkan seluruh struktur dan kader PKS untuk terus konsisten hadir di tengah-tengah masyarakat tanpa harus menunggu momentum politik atau menjelang pemilu saja. Tugas utama kader adalah menjadi pelayan dan pengayom yang responsif terhadap keluhan warga sehari-hari.
Acara reses kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog interaktif dan pengisian lembar aspirasi oleh warga yang hadir untuk kemudian ditindaklanjuti dalam pokok-pokok pikiran (Pokpir) DPRD Kabupaten Sukabumi. (Mardi)















