Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 22 Jun 2026 16:17 WIB

Soroti Pelayanan RSUD Palabuhanratu, BEM Nusantara Desak Bupati dan DPRD Sukabumi Lakukan Evaluasi Total


					Massa mahasiswa yang tergabung dalam BEM Nusantara Wilayah Sukabumi membentangkan spanduk tuntutan dalam aksi unjuk rasa di depan Pendopo Kabupaten Sukabumi, Senin (22/6/2026). Dalam aksi tersebut, mereka menyuarakan rapor merah pelayanan RSUD Palabuhanratu dan mendesak evaluasi sejumlah kebijakan nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Perbesar

Massa mahasiswa yang tergabung dalam BEM Nusantara Wilayah Sukabumi membentangkan spanduk tuntutan dalam aksi unjuk rasa di depan Pendopo Kabupaten Sukabumi, Senin (22/6/2026). Dalam aksi tersebut, mereka menyuarakan rapor merah pelayanan RSUD Palabuhanratu dan mendesak evaluasi sejumlah kebijakan nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

JENTERANEWS.com – Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEM Nusantara) Wilayah Sukabumi menggelar aksi unjuk rasa di depan Pendopo Kabupaten Sukabumi pada Senin (22/6/2026). Dalam aksi tersebut, organisasi mahasiswa ini melontarkan kritik tajam terkait sejumlah kebijakan nasional serta persoalan pelayanan publik di tingkat daerah.

Selain menyuarakan aspirasi, massa aksi juga menyerahkan dokumen kajian strategis kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi. Dokumen tersebut menuntut adanya evaluasi menyeluruh terhadap berbagai isu yang dinilai berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Aksi unjuk rasa yang diikuti oleh puluhan mahasiswa ini mengangkat tema besar: “Menakar Pelemahan Rupiah, Kenaikan BBM, MBG, KDMP, Korupsi, Nepotisme, dan Supremasi Sipil dalam Kebijakan Nasional.”

Dokumen kajian yang ditandatangani oleh Koordinator Wilayah Priangan Barat BEM Nusantara, Rahmadi L. Makin, memuat sedikitnya tujuh isu strategis yang dinilai memerlukan respons serius dari pemerintah pusat maupun daerah:

  • Tekanan Ekonomi dan Pelemahan Rupiah: BEM Nusantara menyoroti melemahnya nilai tukar rupiah dan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Kondisi ini dinilai memicu lonjakan harga kebutuhan pokok yang memukul daya beli masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti petani, nelayan, buruh, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

  • Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Sebagai salah satu program prioritas pemerintah pusat, mahasiswa mendesak adanya kajian komprehensif agar implementasi MBG tepat sasaran, efektif, dan menyentuh pemenuhan gizi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

  • Keberlanjutan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP): Mahasiswa mengingatkan agar pembentukan koperasi ini tidak sekadar mengejar target administratif, melainkan harus berbasis pada kebutuhan ekonomi riil masyarakat desa serta memiliki orientasi keberlanjutan usaha yang jelas.

  • Pemberantasan KKN dan RUU Perampasan Aset: Dalam aspek tata kelola pemerintahan, BEM Nusantara mendorong Pemerintah dan DPR RI untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset sebagai instrumen hukum yang memberikan efek jera terhadap pelaku korupsi. Mereka juga menekankan pentingnya sistem meritokrasi untuk mengikis praktik kolusi dan nepotisme.

  • Penguatan Supremasi Sipil: Menjaga semangat Reformasi 1998, mahasiswa meminta pemerintah meninjau kembali kebijakan yang berpotensi memperluas keterlibatan institusi non-sipil dalam program sosial maupun pembangunan nasional demi menjaga fondasi demokrasi yang sehat.

Tidak hanya berfokus pada dinamika nasional, BEM Nusantara Wilayah Sukabumi juga membawa isu lokal terkait kualitas pelayanan publik di Kabupaten Sukabumi. Berdasarkan hasil advokasi di lapangan, mereka menemukan rapor merah pada tata kelola RSUD Palabuhanratu.

“Kami menemukan adanya persoalan serius pada fasilitas kesehatan daerah, khususnya terkait kondisi lingkungan rumah sakit yang dinilai kurang terawat dan belum memenuhi standar kebersihan fasilitas pelayanan kesehatan,” tulis BEM Nusantara dalam dokumen kajiannya.

Selain masalah higienitas, tata kelola parkir di kawasan RSUD Palabuhanratu turut dikritik karena dinilai tidak tertib dan belum memberikan kepastian tarif yang transparan bagi masyarakat pengguna layanan kesehatan.

Atas rentetan persoalan tersebut, BEM Nusantara mendesak Bupati Sukabumi untuk menggunakan kewenangan eksekutifnya guna meneruskan aspirasi dan tuntutan terkait isu nasional ini kepada Pemerintah Pusat dan DPR RI.

Sementara untuk isu daerah, mereka menuntut Pemkab Sukabumi bersama DPRD Kabupaten Sukabumi, khususnya Komisi IV, untuk segera turun tangan melakukan evaluasi total terhadap manajemen RSUD Palabuhanratu. Evaluasi harus mencakup aspek kebersihan, pengelolaan parkir, hingga kenyamanan pasien.

BEM Nusantara menegaskan bahwa kualitas pelayanan publik dan arah kebijakan pemerintah harus senantiasa terbuka terhadap kritik dan pengawasan. Menurut mereka, kebijakan yang berjalan tanpa pengawalan ketat berpotensi melenceng dari kebutuhan riil masyarakat yang seharusnya menjadi prioritas utama pelayanan negara.(*)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Hadiri Milad dan Pengukuhan Pengurus YATSHI, Sekda Sukabumi Pesankan Amanah Pelayanan Umat

20 Juni 2026 - 14:36 WIB

Momen penandatanganan dokumen berita acara pengukuhan Ketua dan Pengurus Yayasan Tarbiyatsshibyan (YATSHI) masa bakti 2026–2031. Acara ini berlangsung khidmat pada puncak peringatan Milad YATSHI di kompleks yayasan, Desa Cibolang Kaler, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Kamis (18/6/2026).

Tragedi Muara Pasir Putih: Satu Wisatawan Ditemukan Tewas, Tim SAR Perluas Area Pencarian

20 Juni 2026 - 13:38 WIB

Pantauan udara memperlihatkan aktivitas Tim SAR gabungan yang tengah mendaratkan perahu karet LCR (Landing Craft Rubber) di bibir pantai pesisir Muara Sungai Pasir Putih, Kawasan Konservasi Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Sabtu (20/6). Tampak personel Basarnas bersama unsur aparat dan warga setempat berkerumun di sekitar perahu seusai mengevakuasi jasad korban Ahmad Efendi (36) dan tengah bersiaga untuk melanjutkan operasi pencarian satu korban lainnya yang masih dinyatakan hilang terseret arus.

Perkuat Jaring Pengaman Sosial, Pemkab Sukabumi Lindungi 417 Pekerja Rentan Melalui BPJS Ketenagakerjaan dari Dana DBHCHT

20 Juni 2026 - 11:34 WIB

(Pelabuhanratu, Sukabumi) – Bupati Sukabumi H. Asep Japar (dua dari kiri) secara simbolis menyerahkan plakat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi 417 pekerja rentan kepada Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi, Alpian (tiga dari kiri). Penyerahan yang didanai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) TA 2026 ini disaksikan oleh Wakil Bupati, Sekda, dan pejabat lainnya dalam Rapat Dinas Bulan Juni 2026 yang berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Selasa (17/6/2026).

Petaka Liburan di Muara Cipanarikan: Ayah Ditemukan Tewas Terseret Ombak, Sang Anak Masih Misteri

20 Juni 2026 - 11:09 WIB

Tim gabungan memindahkan kantong jenazah Ahmad Efendi (36), wisatawan asal Bogor yang ditemukan tewas setelah terseret arus, dari perahu karet di Pantai Pasir Putih, Sukabumi, pada Sabtu (20/6/2026) pagi.

Tak Tunggu Program Rutilahu: Warga dan Forkopimcam Purabaya Swadaya Bangun Rumah Mak Mimin

19 Juni 2026 - 19:21 WIB

Anggota TNI dari Posramil Purabaya turun langsung membaur bersama unsur masyarakat dan relawan saat membongkar dan membersihkan lahan bekas gubuk reyot milik Mak Mimin di Kampung Cinangka, Desa Cimerang, Jumat (19/6/2026).

Truk Box Tertabrak KA Pangrango di Cibadak Sukabumi, Dua Warga Turut Menjadi Korban

19 Juni 2026 - 18:49 WIB

Warga dan petugas mengevakuasi area perlintasan sebidang setelah truk box bernomor polisi F 8364 TE tertabrak Kereta Api Pangrango di Karangtengah, Cibadak, Sukabumi, Jumat (19/6/2026). Truk terpental dan menyambar seorang pengendara motor serta warga lainnya.
Trending di Sukabumi