Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 17 Des 2025 21:09 WIB

Status Tanggap Darurat Ditetapkan, Pemkab Sukabumi Prioritaskan Keselamatan Warga Terdampak Banjir Bandang


					Tumpukan material bebatuan, lumpur, dan puing-puing pohon memenuhi halaman rumah warga pasca banjir bandang menerjang wilayah Kabupaten Sukabumi, Rabu (17/12/2025). Pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat untuk mempercepat penanganan dampak bencana. Perbesar

Tumpukan material bebatuan, lumpur, dan puing-puing pohon memenuhi halaman rumah warga pasca banjir bandang menerjang wilayah Kabupaten Sukabumi, Rabu (17/12/2025). Pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat untuk mempercepat penanganan dampak bencana.

JENTERANEWS.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi resmi memberlakukan status tanggap darurat menyusul bencana banjir bandang yang menerjang sejumlah kecamatan di wilayah tersebut. Langkah cepat ini diambil setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan Sukabumi secara terus-menerus, memicu luapan air sungai yang membawa material bebatuan dan lumpur hingga ke permukiman warga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi saat ini telah mengambil alih komando koordinasi di lapangan. Fokus utama operasi difokuskan pada penyelamatan jiwa (human rescue) serta evakuasi harta benda milik warga yang masih bisa diselamatkan dari terjangan banjir.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizky, mengonfirmasi bahwa tim reaksi cepat telah diterjunkan ke titik-titik terparah. Ia menjelaskan bahwa tantangan di lapangan cukup dinamis mengingat sebagian warga memilih untuk tetap bertahan di rumah mereka meskipun kondisi lingkungan sekitar telah rusak akibat terjangan air dan material longsoran.

“Korban banjir bandang ini masih ada yang bertahan di rumah masing-masing, sehingga personel BPBD melakukan penanganan terutama untuk menyelamatkan korban jiwa dan barang-barang berharga,” ujar Eki dalam keterangan resminya, Rabu (17/12/2025).

Kerusakan yang ditimbulkan bencana ini tidak hanya menimpa hunian warga, tetapi juga sejumlah fasilitas sosial dan infrastruktur umum. Material banjir berupa bebatuan besar dan batang pohon tampak menumpuk di area permukiman, menghambat akses dan aktivitas warga.

Sebagai langkah penanganan lanjutan, BPBD juga telah mendistribusikan bantuan logistik berupa kebutuhan pokok mendesak. Hal ini dilakukan untuk menjamin kelangsungan hidup warga terdampak selama masa darurat berlangsung. Selain itu, petugas gabungan disiagakan 24 jam di lokasi-lokasi rawan untuk memantau situasi dan mengantisipasi potensi bencana susulan.

Pemerintah daerah terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi arahan petugas di lapangan demi meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa maupun kerugian materi yang lebih besar.(*)

Laporan: Rudi

Editor: Hamjah 

Artikel ini telah dibaca 18 kali

Baca Lainnya

Hujan Deras Melanda Sukabumi, Dapur Rumah Warga Gunungguruh Ambruk Termakan Usia

2 April 2026 - 18:15 WIB

Petugas gabungan dari Tagana, Babinsa, dan aparat desa meninjau puing-puing dapur rumah warga yang ambruk akibat cuaca buruk dan material lapuk di Kampung Ciburial, Desa Cikujang, Sukabumi, Kamis (2/4/2026).

Musdes PAW Desa Sumberjaya Sukses Digelar, Tripudi Indriyanto Menang Mutlak

2 April 2026 - 13:47 WIB

Musyawarah Desa (Musdes) Pemilihan Kepala Desa PAW Desa Sumberjaya di aula SDN Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Sukabumi. Ratusan perwakilan warga mengikuti acara dengan tertib, seperti terlihat dalam foto.

Kawat Seling Putus, Jembatan Gantung Cibugel Sukabumi Ambruk Saat Warga Hendak Hadiri PAW Kades

2 April 2026 - 12:58 WIB

Kondisi Jembatan gantung Sungai Cibugel di Kampung Lingkungsari, Desa Sumberjaya, Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, yang ambruk dan miring kearah kanan setelah kawat seling penopang atas terputus pada Kamis pagi (2/4/2026). Lima unit sepeda motor dilaporkan terjebak di atas jembatan yang rusak tersebut.

Korsleting Listrik, Rumah Warga di Jampang Tengah Sukabumi Hangus Terbakar Tengah Malam

2 April 2026 - 07:54 WIB

Dokumentasi visual menunjukkan kobaran api yang menghanguskan atap kediaman Bapak Dedi di Kampung Bojong Lopang, Desa Jampang Tengah, Sukabumi, pada Rabu (1/4/2026) malam. Insiden yang bermula sekitar pukul 23:15 WIB ini diduga kuat akibat korsleting listrik.

Pemerintah Resmi Terapkan Transformasi Budaya Kerja: ASN WFH Tiap Jumat, Anggaran Triliunan Direalokasikan

1 April 2026 - 18:31 WIB

Pimpinan kementerian dan lembaga terkait mengenakan peci hitam duduk di meja konferensi di Jakarta saat mengumumkan secara resmi 'Kebijakan Transformasi Budaya Kerja dan Efisiensi Energi'. Di latar depan, lensa kamera jurnalis bersiap mengabadikan momen pemberlakuan WFH nasional bagi ASN setiap Jumat. (JAKARTA, 1 April 2026).

Pemerintah Pastikan Tidak Ada Penyesuaian Harga BBM di Awal April 2026

1 April 2026 - 17:52 WIB

Mensesneg Prasetyo Hadi memberikan penjelasan di hadapan awak media mengenai ketersediaan dan stabilitas harga BBM nasional, menepis isu kenaikan yang sempat meresahkan masyarakat.
Trending di Sukabumi