Menu ✖

Mode Gelap

Sukabumi · 12 Jun 2026 18:12 WIB

Tebaran Ancaman Celurit di Aspal Nagrak: Tiga Pelajar Tak Berdosa Jadi Korban Kebrutalan Geng Motor


					Saksi Bisu Malam Berdarah: Sejumlah warga berkumpul dengan raut tegang di sekitar lokasi kejadian di Kampung Pamuruyan RT 04/01, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, tak lama setelah aksi penyerangan brutal geng motor bersenjata tajam yang melukai tiga orang pelajar, Kamis (11/6/2026) malam. Perbesar

Saksi Bisu Malam Berdarah: Sejumlah warga berkumpul dengan raut tegang di sekitar lokasi kejadian di Kampung Pamuruyan RT 04/01, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, tak lama setelah aksi penyerangan brutal geng motor bersenjata tajam yang melukai tiga orang pelajar, Kamis (11/6/2026) malam.

JENTERANEWS.com— Kedamaian malam di Kampung Pamuruyan mendadak terkoyak oleh sebuah teror yang mengerikan. Tiga pelajar yang tengah menghabiskan waktu malam bersama harus meregang kesakitan, terkapar tak berdaya dalam kubangan darah mereka sendiri usai menjadi korban kebrutalan sekelompok geng motor bersenjata tajam.

Tragedi memilukan ini terjadi di wilayah RT 04/01, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis malam (11/6/2026). Serangan yang berlangsung begitu cepat dan membabi buta tersebut tidak hanya meninggalkan luka fisik yang parah bagi para korban, tetapi juga trauma mendalam bagi warga sekitar.

Berdasarkan kesaksian Andi, seorang warga yang berada di lokasi kejadian, suasana mencekam bermula ketika komplotan pelaku datang mengendarai sepeda motor jenis matik. Bak pembawa pesan kematian, mereka dengan sengaja menggesekkan bilah celurit ke permukaan aspal jalanan, memercikkan api dan memecah kesunyian malam guna menebar ketakutan.

“Pelakunya terlihat seperti remaja, mereka menggunakan motor matik. Tanpa ragu mereka membawa celurit, memainkannya ke aspal, lalu langsung menuju ke arah atas. Nahas, anak-anak yang sedang nongkrong itu langsung dibacok tanpa ampun,” tutur Andi dengan nada getir saat ditemui pada Jumat (12/6/2026).

Aksi pengecut tersebut dilakukan secara bergerombol. Keberanian warga setempat sejatinya sempat berkobar kala mereka berusaha meringkus para pelaku di tengah kepanikan. Namun, tragedi seolah belum usai, para pelaku berhasil melepaskan diri dari jeratan warga dan kabur menembus gelapnya malam.

“Mereka menggunakan satu motor matik dengan celurit yang panjang. Sempat ditangkap oleh warga, tetapi sayangnya mereka berhasil lepas,” tambah Andi dengan raut wajah penuh penyesalan.

Di tengah situasi yang kacau balau, keberanian luar biasa ditunjukkan oleh warga lain yang kebetulan juga bernama Andi. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai montir bengkel ini, tanpa memedulikan nyawanya sendiri, nekat mengejar para pelaku hingga ke area bantaran sungai.

“Saat itu saya sedang sendirian di bengkel. Ketika melihat ada orang mengacungkan celurit, naluri saya langsung mengatakan ini adalah tawuran. Pelaku menyerahkan celuritnya kepada temannya yang berlari meninggalkan motor, dan tanpa pikir panjang saya langsung mengejarnya hingga ke sungai,” jelas pahlawan tanpa tanda jasa tersebut.

Di tepian sungai yang gelap, sabung nyawa pun nyaris terjadi. Pelaku yang terdesak tak segan mengancam akan menghabisi nyawa Andi. Perkelahian sengit tak terelakkan hingga pakaian yang dikenakan Andi robek akibat pertarungan fisik tersebut. “Dia menantang saya, berteriak ‘mau dibacok?’. Saya tetap memegang erat tubuhnya, sampai-sampai baju saya sobek di tengah perkelahian,” kisahnya.

Kini, duka yang teramat dalam menyelimuti ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sekarwangi. Jerit tangis keluarga pecah seketika saat melihat anak-anak mereka terbujur lemah dengan luka yang menganga.

Ketua RW 01 Desa Cisarua, Maman, tak kuasa menyembunyikan rasa terkejut dan duka citanya atas insiden berdarah ini. Terlebih, salah satu korban yang bersimbah darah tersebut adalah warganya sendiri.

“Selama satu setengah tahun saya mengemban amanah di sini, wilayah ini selalu damai. Baru malam ini, sejarah kelam tercipta dengan kejadian sekeji ini,” ungkap Maman dengan suara parau.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus memburu para pelaku yang buron. Anggota Polsek Nagrak, Bripka Rizal Ardyanto, menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat mensterilkan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti berupa senjata tajam mematikan yang tertinggal.

Tragedi ini meninggalkan jejak penderitaan yang luar biasa bagi ketiga korban yang masih berstatus pelajar belasan tahun tersebut. “Para korban mengalami luka robek di bagian kepala akibat hantaman keras benda tumpul, serta luka bacok yang mengerikan di bagian tangan kiri dan kaki. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan mendalam oleh pihak kami,” pungkas Bripka Rizal.

Malam di Nagrak kini tak lagi sama. Darah telah tumpah, dan warga kini hanya bisa berharap keadilan segera ditegakkan sebelum teror serupa kembali merenggut masa depan tunas-tunas bangsa.(*)


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 27 kali

Baca Lainnya

Jasad Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Perkebunan Jati Ciemas Sukabumi

13 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Sesosok mayat dengan kondisi pembusukan lanjut yang diduga berjenis kelamin perempuan ditemukan tergeletak di sebuah perkebunan jati di Kampung Margaluyu Dua, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (13/10/2026) pagi.

Sukses Gelar Maulid Nabi SAW, Jamaah Musolla Al-Ikhlas Kebonkai Sukabumi Pererat Tali Silaturahmi

11 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Ustadz Najmudin Jaelani (Ustadz Serepet) menyampaikan tausiyah dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di halaman samping Musolla Al-Ikhlas Kp. Kebonkai, Desa Girijaya, Nagrak, Sukabumi, Minggu (10/10/2026). Di depan, tampak ratusan jamaah, termasuk anak-anak dan wanita berhijab, menyimak ceramah dengan khidmat.

AKHIR TRAGIS DI PALANG PINTU DAPUR: Depresi Ekonomi Diduga Picu Kematian Ibu Muda di Tegalbuleud

11 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Petugas gabungan yang terdiri dari anggota TNI (Babinsa), Polri (Bhabinkamtibmas), anggota Satpol PP, serta aparat Desa Nangela Kec. Tegalbuleud tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di dalam rumah korban, Winda Nela Kuswiyanti (29), Sabtu (10/10/2026).

HUT ke-81 TNI: Posramil Purabaya Gelar Khitanan Massal

10 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Suasana acara khitanan massal dalam rangka HUT ke-81 TNI di Posramil Purabaya, Sukabumi. Warga setempat antusias mengikuti kegiatan bakti sosial tersebut

Perselisihan Senjata Tajam di Cireunghas Sukabumi Mengakibatkan Tiga Orang Luka-Luka

10 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Warga dan anggota kepolisian berkumpul di ruang tamu sebuah rumah milik H di Kampung Gandasoli, Cireunghas, pasca-perkelahian yang melibatkan senjata tajam pada Sabtu (10/10/2026). Seorang petugas polisi terlihat sedang menangani korban yang tergeletak, sementara noda darah tampak terlihat di lantai di dekat korban. Peristiwa ini menyebabkan tiga orang luka-luka, dua di antaranya berat.

Jembatan Garuda Cibodas Gunungbentang Resmi Beroperasi, Hubungkan Dua Kecamatan di Sukabumi

10 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sagaranten berfoto bersama Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf. Agung Ariwibowo (tengah) di depan Jembatan Garuda Cibodas setelah acara peresmian di Desa Gunung Bentang, Sabtu (10/10/2026). Jembatan ini menjadi akses penghubung penting bagi warga setempat.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca