Menu ✖

Mode Gelap

Sukabumi · 7 Sep 2026 18:08 WIB

Tekanan Fiskal Bayangi Perubahan APBD Sukabumi 2026, Pemkab Pastikan Layanan Publik dan Infrastruktur Tetap Prioritas


					Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali (tengah) memimpin jalannya Rapat Paripurna mengenai Perubahan APBD 2026, didampingi Bupati Asep Japar (kedua dari kiri) di meja pimpinan DPRD, Palabuhanratu, Senin (7/9/2026). Perbesar

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali (tengah) memimpin jalannya Rapat Paripurna mengenai Perubahan APBD 2026, didampingi Bupati Asep Japar (kedua dari kiri) di meja pimpinan DPRD, Palabuhanratu, Senin (7/9/2026).

JENTERANEWS.com — Pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2026 resmi memasuki tahap krusial. Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama DPRD berkomitmen menjaga alokasi anggaran untuk pelayanan publik dan pembangunan prioritas di tengah fluktuasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta penyesuaian dana Transfer ke Daerah (TKD).

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi dengan agenda penyampaian jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD mengenai Raperda Perubahan APBD 2026 di Ruang Sidang Utama DPRD, Senin (7/9/2026). Usai rapat paripurna, pembahasan berlanjut ke ranah teknis antara komisi-komisi DPRD dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra kerja mulai Selasa (8/9/2026).

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali menyampaikan bahwa pihak eksekutif telah memberikan penjelasan mendetail terkait dinamika pendapatan daerah. Meski beberapa komponen PAD dan alokasi TKD mengalami penurunan, terdapat pula sektor pendapatan daerah lainnya yang mencatatkan kenaikan.

DPRD menekankan agar setiap ruang fiskal atau potensi surplus dalam Perubahan APBD ini benar-benar disalurkan ke program-program berdampak langsung bagi masyarakat.

Bupati Sukabumi Asep Japar mengakui bahwa keterbatasan ruang fiskal akibat penurunan TKD memaksa pemerintah daerah melakukan rasionalisasi dan penyesuaian usulan program. Namun, keterbatasan anggaran tersebut tidak mengurangi komitmen pelayanan kepada masyarakat.

Sektor pembangunan infrastruktur dipastikan tetap menjadi pilar utama pembangunan, di samping pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pada sektor pendidikan dan kesehatan.

Guna menjaga stabilitas keuangan daerah tanpa membebani masyarakat maupun pelaku usaha, Pemkab Sukabumi menjalankan beberapa langkah strategis optimalisasi pendapatan:

  • Pemutakhiran Data: Memperbarui basis data perpajakan dan retribusi daerah secara berkala.
  • Penguatan Sistem: Meningkatkan pengawasan dan efektivitas mekanisme pemungutan pendapatan.
  • Digitalisasi Layanan: Mempercepat integrasi sistem keuangan dan pelayanan publik berbasis digital.
  • Optimalisasi Aset dan BUMD: Memaksimalkan potensi barang milik daerah serta kinerja Badan Usaha Milik Daerah.
  • Pengembangan Ekonomi Lokal: Menggali potensi ekonomi daerah baru yang berkelanjutan.

Selain optimalisasi pendapatan, Pemkab Sukabumi juga menyiagakan alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mengantisipasi potensi bencana alam serta kondisi darurat secara cepat, tepat, dan akuntabel. Perubahan APBD 2026 ini diposisikan sebagai momentum evaluasi kinerja sekaligus penajaman sasaran pembangunan Kabupaten Sukabumi.(*)

 


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Jasad Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Perkebunan Jati Ciemas Sukabumi

13 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Sesosok mayat dengan kondisi pembusukan lanjut yang diduga berjenis kelamin perempuan ditemukan tergeletak di sebuah perkebunan jati di Kampung Margaluyu Dua, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (13/10/2026) pagi.

Sukses Gelar Maulid Nabi SAW, Jamaah Musolla Al-Ikhlas Kebonkai Sukabumi Pererat Tali Silaturahmi

11 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Ustadz Najmudin Jaelani (Ustadz Serepet) menyampaikan tausiyah dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di halaman samping Musolla Al-Ikhlas Kp. Kebonkai, Desa Girijaya, Nagrak, Sukabumi, Minggu (10/10/2026). Di depan, tampak ratusan jamaah, termasuk anak-anak dan wanita berhijab, menyimak ceramah dengan khidmat.

AKHIR TRAGIS DI PALANG PINTU DAPUR: Depresi Ekonomi Diduga Picu Kematian Ibu Muda di Tegalbuleud

11 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Petugas gabungan yang terdiri dari anggota TNI (Babinsa), Polri (Bhabinkamtibmas), anggota Satpol PP, serta aparat Desa Nangela Kec. Tegalbuleud tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di dalam rumah korban, Winda Nela Kuswiyanti (29), Sabtu (10/10/2026).

HUT ke-81 TNI: Posramil Purabaya Gelar Khitanan Massal

10 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Suasana acara khitanan massal dalam rangka HUT ke-81 TNI di Posramil Purabaya, Sukabumi. Warga setempat antusias mengikuti kegiatan bakti sosial tersebut

Perselisihan Senjata Tajam di Cireunghas Sukabumi Mengakibatkan Tiga Orang Luka-Luka

10 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Warga dan anggota kepolisian berkumpul di ruang tamu sebuah rumah milik H di Kampung Gandasoli, Cireunghas, pasca-perkelahian yang melibatkan senjata tajam pada Sabtu (10/10/2026). Seorang petugas polisi terlihat sedang menangani korban yang tergeletak, sementara noda darah tampak terlihat di lantai di dekat korban. Peristiwa ini menyebabkan tiga orang luka-luka, dua di antaranya berat.

Jembatan Garuda Cibodas Gunungbentang Resmi Beroperasi, Hubungkan Dua Kecamatan di Sukabumi

10 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sagaranten berfoto bersama Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf. Agung Ariwibowo (tengah) di depan Jembatan Garuda Cibodas setelah acara peresmian di Desa Gunung Bentang, Sabtu (10/10/2026). Jembatan ini menjadi akses penghubung penting bagi warga setempat.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca