Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 13 Des 2025 19:45 WIB

Tragedi di Dinas Perkim: PNS Sukabumi Diduga Diculik dan Dianiaya Oknum Kontraktor Akibat Tuduhan Perselingkuhan


					illustrasi Diduga akibat cemburu buta, seorang PNS Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi menjadi korban penculikan dan penganiayaan berat oleh oknum pengusaha Perbesar

illustrasi Diduga akibat cemburu buta, seorang PNS Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi menjadi korban penculikan dan penganiayaan berat oleh oknum pengusaha

JENTERANEWS.com – Dunia birokrasi Kabupaten Sukabumi diguncang oleh aksi premanisme yang menimpa seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). IY, seorang pegawai di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sukabumi, menjadi korban dugaan penculikan dan penganiayaan berat yang dilakukan oleh seorang pengusaha atau kontraktor berinisial UC beserta rekan-rekannya.

Aksi main hakim sendiri yang terjadi pada Rabu (10/12/2025) ini diduga dipicu oleh api cemburu terkait tuduhan perselingkuhan. Kasus ini telah resmi dilaporkan ke Polres Sukabumi pada Jumat (12/12/2025).

Kuasa hukum korban, Efri Darlin M. Dachi, membeberkan kronologi mencekam yang dialami kliennya. Peristiwa bermula pada Rabu malam sekitar pukul 19.30 WIB, saat korban masih berada di kantornya di Palabuhanratu. Tiba-tiba, korban didatangi oleh tiga orang pria.

“Klien kami didatangi tiga orang dan dipaksa keluar kantor. Sebelum masuk mobil, korban didorong, lalu dipukul oleh rekan salah seorang pelaku berinisial I. Karena ketakutan dan di bawah tekanan, korban terpaksa menurut,” ujar Dachi dalam keterangannya kepada awak media, Sabtu (13/12/2025).

Setelah dipaksa masuk ke dalam kendaraan, IY dibawa berkeliling dari Palabuhanratu menuju arah Cibeureum hingga Jembatan Jajaway, Sukabumi. Di dalam mobil, posisi korban duduk diapit; berada di belakang sopir, di samping terduga pelaku berinisial I, dan di belakang pelaku utama, UC.

Selama perjalanan tersebut, IY mengalami penyiksaan fisik dan intimidasi mental.

“Di dalam mobil dipukul, ‘dicentang’ pakai tangan. Sesampainya di Jembatan Jajaway, korban kembali mendapatkan intimidasi dan pukulan dari pelaku dan rekan-rekannya,” ungkap Dachi.

Ironisnya, di tengah penganiayaan tersebut, para pelaku sempat membawa korban kembali ke kantor Dinas Perkim hanya untuk mengambil foto keluarga korban di ruang kerjanya. Setelah itu, korban dibawa menemui atasannya, seorang Kepala Bidang (Kabid) berinisial M di Kota Sukabumi, sebelum akhirnya ditinggalkan dalam kondisi babak belur.

Motif di balik aksi brutal ini disinyalir adalah kecemburuan UC yang menuduh IY berselingkuh dengan istrinya. Namun, tuduhan tersebut dibantah keras oleh pihak kuasa hukum.

Dachi menegaskan bahwa hubungan antara korban dan istri pelaku hanyalah sebatas pertemanan, dan pertemuan yang terjadi pun dilakukan di ruang publik.

“Tudingan perzinahan itu tidak benar. Unsur perzinahan kan harus jelas. Fakta dari klien kami, mereka hanya makan siang di tempat terbuka, di salah satu restoran di Kota Sukabumi, bukan di tempat tertutup,” tegasnya.

Akibat penganiayaan berat tersebut, IY menderita luka serius di sekujur tubuhnya. Berdasarkan rincian tim hukum, korban mengalami: Lebam di kedua pelipis mata, Pendarahan pada telinga, Bibir sobek, dan Cedera fisik di bagian dagu dan paha.

“Kondisi klien kami saat ini trauma berat. Makan dan minum pun susah akibat luka parah di bagian wajah,” pungkas Dachi.

Pihak korban telah melaporkan para pelaku dengan jeratan pasal berlapis, yakni Pasal 328 KUHP tentang Penculikan dan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan Berat.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Hartono, membenarkan adanya laporan tersebut. “Betul korban sudah melapor, saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” singkatnya.(*)

Laporan : Awang

Editor : Hamjah

Artikel ini telah dibaca 29 kali

Baca Lainnya

AWAL TAHUN 2026: Polres Sukabumi Kota Gulung Puluhan Pelaku Kriminal dan Sita Narkoba Senilai Ratusan Juta Rupiah SUKABUMI

13 Februari 2026 - 07:16 WIB

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo (tengah), didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) memperlihatkan sejumlah barang bukti hasil kejahatan konvensional dan narkoba saat konferensi pers di Mapolres Sukabumi Kota, Kamis (12/2/2026). Selama awal tahun 2026, polisi berhasil mengungkap puluhan kasus dan mengamankan 50 tersangka.

Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Sukabumi Resmikan Infrastruktur Energi Terbarukan

12 Februari 2026 - 16:41 WIB

Bupati Sukabumi, H. Asep Japar (baju biru), mendengarkan penjelasan teknis mengenai cara kerja reaktor biogas usai peresmian di Kampung Cihurang, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kamis (12/2/2026). Fasilitas ini mampu mengolah limbah dapur MBG menjadi energi terbarukan.

Diterjang Angin Kencang, Rumah Warga di Cidadap Sukabumi Rata dengan Tanah

12 Februari 2026 - 15:45 WIB

Tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, relawan Tagana (berompi oranye), dan perangkat desa setempat meninjau langsung kondisi rumah panggung milik Bapak Jaja yang mengalami kerusakan berat akibat diterjang angin kencang disertai hujan deras di Kampung Cigotong, Desa Cidadap, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (12/2).

Kawal Pembangunan Pelosok, DPRD Kabupaten Sukabumi Tegaskan Komitmen Penuh dalam TMMD ke-127

12 Februari 2026 - 12:34 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, saat memberikan keterangan kepada awak media mengenai komitmen penuh DPRD dalam mendukung kesuksesan program TMMD ke-127 Tahun 2026 demi percepatan pembangunan desa.

Gedung MIS Cicayur Sukabumi Rusak Parah, Guru Terpaksa Gunakan Dana Pribadi untuk Perbaikan

11 Februari 2026 - 22:27 WIB

Kondisi bangunan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Cicayur di Kampung Ciwalat, Kabupaten Sukabumi, yang dilaporkan dalam keadaan memprihatinkan. Bangunan ini mengalami kerusakan pada bagian atap, dinding, dan lantai ruang kelas.

DPRD Kabupaten Sukabumi Pasang Badan Kawal Tol Bocimi Seksi 3, Ingatkan Jangan Ada Isu Liar yang Hambat Pembangunan

11 Februari 2026 - 08:05 WIB

Suasana musyawarah strategis lintas sektor di Ruang Meeting Universitas Nusa Putra, Selasa (10/2/2026)
Trending di Sukabumi