Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 17 Des 2025 15:40 WIB

Viral Proyek Asal Jadi di Cidadap, Kadis Perkim Tahan Pembayaran dan Minta Perbaikan, Tapi Bungkam Soal Sanksi Blacklist


					Warga memperlihatkan material aspal yang rapuh dan mudah terkelupas di lokasi proyek Desa Cidadap. Lemahnya kualitas pengerjaan memicu dugaan kurangnya pengawasan dari Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi terhadap kontraktor pelaksana. (Foto: Tangkapan Layar Video) Perbesar

Warga memperlihatkan material aspal yang rapuh dan mudah terkelupas di lokasi proyek Desa Cidadap. Lemahnya kualitas pengerjaan memicu dugaan kurangnya pengawasan dari Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi terhadap kontraktor pelaksana. (Foto: Tangkapan Layar Video)

JENTERANEWS.com – Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, S.STP., M.Si., akhirnya angkat bicara merespons viralnya keluhan warga terkait buruknya kualitas pengerjaan jalan lingkungan di Kampung Pasir Haleang, Desa Cidadap, Kecamatan Cidadap.

Proyek yang menelan anggaran APBD Tahun 2025 sebesar Rp 144.694.000,- tersebut sebelumnya menjadi sorotan tajam karena kondisi aspal yang dinilai warga sangat tipis, rapuh, dan mudah terkelupas, padahal baru saja dikerjakan oleh pihak ketiga, CV. BELHARCO IDR.

Saat dikonfirmasi terkait polemik tersebut, Sendi Apriadi menegaskan bahwa pihaknya telah merespons temuan di lapangan. Ia memastikan bahwa Dinas telah menginstruksikan pihak pelaksana untuk segera melakukan perbaikan terhadap fisik pekerjaan yang dinilai tidak sesuai standar tersebut.

“Sudah kita minta untuk diperbaiki,” ujar Sendi singkat saat dikonfirmasi, Rabu 17/12/2025.

Lebih lanjut, Sendi juga memberikan klarifikasi mengenai status keuangan proyek tersebut. Menjawab kekhawatiran masyarakat soal potensi kerugian negara, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah belum mengeluarkan anggaran sepeser pun kepada pihak kontraktor.

“Dan belum ada pembayaran,” tegasnya. Hal ini mengindikasikan bahwa pencairan dana ditahan hingga spesifikasi pekerjaan terpenuhi.

Meski telah memberikan instruksi perbaikan dan menahan pembayaran, Sendi Apriadi tampak irit bicara ketika didesak mengenai sanksi administratif atau langkah hukum yang lebih tegas bagi rekanan yang dinilai tidak profesional.

Saat awak media mempertanyakan apakah  DPKP akan memberikan sanksi blacklist (daftar hitam) kepada CV. BELHARCO IDR atau menginstruksikan pembongkaran total (bukan sekadar tambal sulam), Sendi tidak memberikan jawaban. Bungkamnya pucuk pimpinan DPKP ini menyisakan tanda tanya besar di kalangan publik mengenai ketegasan dinas dalam menindak kontraktor yang bekerja tidak sesuai spesifikasi.

Sikap diam ini disayangkan oleh berbagai pihak, mengingat kejadian serupa kerap berulang dalam proyek infrastruktur. Masyarakat berharap adanya efek jera yang nyata agar kontraktor pelaksana tidak main-main dalam mengelola uang rakyat.

Sebagai informasi, proyek dengan Nomor SPK 000.3.2/E103/SPMK/Bid. PB/DPKP/X/2025 ini memiliki target pengerjaan 45 hari kalender. Warga Cidadap kini menunggu realisasi perbaikan yang dijanjikan, sembari terus mengawasi agar hasil akhirnya benar-benar layak dan tahan lama.(*)

[Hamjah]

 

Artikel ini telah dibaca 59 kali

Baca Lainnya

Hujan Deras Melanda Sukabumi, Dapur Rumah Warga Gunungguruh Ambruk Termakan Usia

2 April 2026 - 18:15 WIB

Petugas gabungan dari Tagana, Babinsa, dan aparat desa meninjau puing-puing dapur rumah warga yang ambruk akibat cuaca buruk dan material lapuk di Kampung Ciburial, Desa Cikujang, Sukabumi, Kamis (2/4/2026).

Musdes PAW Desa Sumberjaya Sukses Digelar, Tripudi Indriyanto Menang Mutlak

2 April 2026 - 13:47 WIB

Musyawarah Desa (Musdes) Pemilihan Kepala Desa PAW Desa Sumberjaya di aula SDN Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Sukabumi. Ratusan perwakilan warga mengikuti acara dengan tertib, seperti terlihat dalam foto.

Kawat Seling Putus, Jembatan Gantung Cibugel Sukabumi Ambruk Saat Warga Hendak Hadiri PAW Kades

2 April 2026 - 12:58 WIB

Kondisi Jembatan gantung Sungai Cibugel di Kampung Lingkungsari, Desa Sumberjaya, Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, yang ambruk dan miring kearah kanan setelah kawat seling penopang atas terputus pada Kamis pagi (2/4/2026). Lima unit sepeda motor dilaporkan terjebak di atas jembatan yang rusak tersebut.

Korsleting Listrik, Rumah Warga di Jampang Tengah Sukabumi Hangus Terbakar Tengah Malam

2 April 2026 - 07:54 WIB

Dokumentasi visual menunjukkan kobaran api yang menghanguskan atap kediaman Bapak Dedi di Kampung Bojong Lopang, Desa Jampang Tengah, Sukabumi, pada Rabu (1/4/2026) malam. Insiden yang bermula sekitar pukul 23:15 WIB ini diduga kuat akibat korsleting listrik.

Pemerintah Resmi Terapkan Transformasi Budaya Kerja: ASN WFH Tiap Jumat, Anggaran Triliunan Direalokasikan

1 April 2026 - 18:31 WIB

Pimpinan kementerian dan lembaga terkait mengenakan peci hitam duduk di meja konferensi di Jakarta saat mengumumkan secara resmi 'Kebijakan Transformasi Budaya Kerja dan Efisiensi Energi'. Di latar depan, lensa kamera jurnalis bersiap mengabadikan momen pemberlakuan WFH nasional bagi ASN setiap Jumat. (JAKARTA, 1 April 2026).

Pemerintah Pastikan Tidak Ada Penyesuaian Harga BBM di Awal April 2026

1 April 2026 - 17:52 WIB

Mensesneg Prasetyo Hadi memberikan penjelasan di hadapan awak media mengenai ketersediaan dan stabilitas harga BBM nasional, menepis isu kenaikan yang sempat meresahkan masyarakat.
Trending di Sukabumi