Menu

Mode Gelap

Laporan : Lukman · 25 Sep 2024 13:12 WIB

Dosen dan Mahasiswa ITERA Tingkatkan Produktivitas Jamur Tiram Petani di Lampung Selatan


					Dosen dan Mahasiswa ITERA Tingkatkan Produktivitas Jamur Tiram Petani di Lampung Selatan Perbesar

JENTERANEWS.com – Civitas akademika Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Karang Anyar, Jatiagung, Lampung Selatan, yang melibatkan anggota kelompok pemuda mandiri Kepung Seto Sejahtera. Pada tanggal 22-23 September 2024.

Kegiatan ini berlangsung di beberapa kumbung jamur, yaitu milik Bu Yani, Pak Suradi, dan Pak Tugiyanto. Tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa ini berfokus pada pengembangan sistem pengkabutan otomatis untuk meningkatkan produktivitas jamur tiram.

Dipimpin oleh Purwono Prasetyawan, S.T., M.T., tim ini menciptakan aplikasi dan memberikan pelatihan kepada para petani tentang cara penggunaannya. Menurut Purwono, teknologi pengkabutan ini dirancang untuk menjaga suhu dan kelembapan kumbung jamur, terutama saat musim panas.

Sistem ini diatur berdasarkan waktu menggunakan digital timer yang mengontrol ON/OFF pompa air. Pompa ini mendorong air melalui selang ber-nozzle dengan tekanan tinggi, sehingga menghasilkan kabut.

Civitas akademika Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sumatera (ITERA) saat membantu kelompok pemuda mandiri dalam upaya pengembangan sistem pengkabutan otomatis untuk meningkatkan produktivitas jamur tiram.

“Sistem ini dirancang agar tahan lama dengan penggunaan nozzle stainless (anti karat) dan selang tekanan tinggi yang tahan lumut, serta pompa DC high pressure yang beroperasi dengan suara minim,” jelas Purwono, yang merupakan dosen Teknik Elektro.

Purwono juga menambahkan bahwa sistem ini akan berfungsi berdasarkan pembacaan sensor suhu dan kelembapan, yang dapat dipantau secara real-time melalui aplikasi smartphone berbasis Internet of Things (IoT). Sebagai alternatif sumber daya, sistem ini menggunakan Energi Baru Terbarukan (EBT) dari PLTS off-grid dengan panel surya.

Kegiatan pendampingan ini bukanlah yang pertama kali dilakukan, melainkan merupakan kelanjutan dari program pengabdian kepada masyarakat (PkM) sebelumnya. Pendampingan berlangsung pada 22-23 September 2024 di lokasi yang sama.

“Selain mengembangkan aplikasi, tim juga memberikan pendampingan dalam implementasi alat atau sistem dengan edukasi tentang cara penggunaannya,” ungkap Purwono.(*)

Artikel ini telah dibaca 64 kali

badge-check

Publisher