JENTERANEWS.com — Sebuah insiden kebakaran hebat melanda pemukiman warga di Kabupaten Sukabumi pada Kamis (4/6/2026) sore. Satu unit rumah panggung berukuran 5×6 meter persegi di Kampung Cilubang, RT 06/02, Kelurahan Jampangkulon, Kecamatan Jampangkulon, dilaporkan ludes terbakar hingga rata dengan tanah.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Jampangkulon, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.15 WIB. Berbeda dengan kasus kebakaran pada umumnya yang dipicu korsleting listrik, insiden kali ini diduga kuat terjadi akibat adanya unsur kesengajaan.
Kobaran api dilaporkan muncul menjelang waktu magrib dan langsung menjalar dengan cepat. Material rumah yang didominasi kayu dan bambu membuat amukan si jago merah sulit dikendalikan dalam waktu singkat, hingga akhirnya menghanguskan seluruh fisik bangunan beserta isinya.
Pihak P2BK Jampangkulon memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, pemilik rumah kehilangan tempat tinggal dan seluruh harta bendanya. Total kerugian materiil akibat bencana ini ditaksir mencapai Rp 30.000.000,- hingga Rp 50.000.000,–.
Saat ini, korban yang terdampak terpaksa diungsikan dan sementara waktu menetap di rumah saudara kandungnya (adik korban).
Sesaat setelah menerima laporan dari warga, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Wilayah Jampangkulon langsung dikerahkan ke lokasi. Bersama dengan masyarakat setempat, petugas bahu-membahu melakukan lokalisir area dan penyemprotan air hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Guna melakukan assessment (penilaian dampak bencana) serta menjaga kondusivitas di lokasi kejadian, Tim Pusdalops telah berkoordinasi secara intensif dengan berbagai unsur terkait, meliputi:
-
Perangkat Kelurahan/Desa Jampangkulon
-
Taruna Siaga Bencana (Tagana)
-
Babinsa dan Babinkamtibmas
-
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)
-
Relawan dan warga sekitar
Pihak kepolisian setempat juga dilaporkan tengah mendalami kasus ini untuk menyelidiki lebih lanjut motif dan pelaku di balik dugaan unsur kesengajaan tersebut.
Mengingat kondisi rumah yang sudah tidak bisa ditempati lagi, korban saat ini sangat membutuhkan uluran tangan dan bantuan darurat. Beberapa kebutuhan mendesak yang saat ini diprioritaskan antara lain:
-
Bantuan pembangunan kembali 1 unit rumah layak huni.
-
Bantuan logistik dasar beserta isi rumah (pakaian, peralatan dapur, dan perlengkapan tidur).(*)















