Menu

Mode Gelap

Sosial · 18 Nov 2024 06:44 WIB

Kemensos Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Sukabumi


					Kemensos Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Sukabumi Perbesar

JENTERANEWS.com Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) bergerak cepat memberikan bantuan kepada korban bencana longsor yang terjadi di Pondok Pesantren Darussyifa Yaspida, Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu (13/11/2024). Bencana tersebut mengakibatkan empat santri meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka berat akibat tertimpa dinding yang roboh.

Dika Yudistira, petugas dari Direktorat Penanganan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial setempat dan Tagana segera setelah menerima laporan kejadian. Tim dari Kemensos kemudian melakukan asesmen di lokasi kejadian untuk mendapatkan data yang akurat terkait jumlah korban dan kebutuhan bantuan.

“Sesuai arahan Menteri, kami langsung bergerak cepat ke lokasi bencana untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan para korban,” ujar Dika.

Santunan untuk Korban

Kemensos telah menyiapkan bantuan berupa santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia dan korban luka berat. Setiap ahli waris akan menerima santunan sebesar Rp15 juta, sedangkan korban luka berat akan mendapatkan santunan sebesar Rp5 juta.

“Saat ini, kami tengah menyelesaikan proses administrasi yang diperlukan untuk penyaluran santunan tersebut,” tambah Dika. “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga korban.”

Korban luka-luka saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Secapa Polri Sukabumi. Kemensos akan terus memantau kondisi para korban dan memberikan dukungan yang diperlukan.

Upaya Penanganan Bencana

Bencana longsor yang terjadi di Sukabumi merupakan salah satu contoh peristiwa alam yang dapat terjadi kapan saja. Pemerintah, melalui Kementerian Sosial, terus berkomitmen untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Dengan adanya bantuan ini, diharapkan para korban dapat segera bangkit dan memulai kehidupan baru.(*)

Sumber: Kementrian Sosial Republik Indonesia
Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

164 Ribu Peserta PBI JK Dinonaktifkan, Pemkab Sukabumi Berpacu Validasi Data Jelang Tenggat Akhir April

16 April 2026 - 10:30 WIB

Kopdes Merah Putih Ditargetkan Serap 1,4 Juta Pekerja, Prioritaskan Keluarga Penerima Manfaat PKH

13 April 2026 - 20:00 WIB

Menteri Koperasi Ferry Juliantono (tengah) memberikan keterangan pers didampingi jajaran terkait di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop), Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Ferry memaparkan target ambisius program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih yang diproyeksikan mampu menyerap hingga 1,4 juta tenaga kerja, dengan memprioritaskan warga miskin penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).

Semua Puskesmas Serentak Gelar Khitanan Massal, Meriahkan Hari Jadi ke-155 Kabupaten Sukabumi

26 September 2025 - 09:04 WIB

Sebanyak 10 anak di wilayah Kecamatan Cidadap mendapatkan layanan Khitanan Massal gratis di Puskesmas Cidadap, Jumat (26/9/2025). Program ini merupakan bagian dari aksi sosial serentak seluruh Puskesmas di Kabupaten Sukabumi, menandai peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-155 dan memperkuat komitmen pelayanan kesehatan masyarakat.

LSM Dampal Jurig Santuni Janda Disabilitas di Zona Merah Sukabumi, Klarifikasi Berita Viral dan Janjikan Bantuan Lanjutan

22 September 2025 - 13:36 WIB

Ketua Umum LSM Dampal Jurig, Irvan Azis, secara simbolis menyerahkan bantuan paket sembako kepada Ibu Kartin (40) di kediamannya di Kampung Suradita, Gegerbitung, Sukabumi, Minggu (21/9/2025).

Ribuan Paket Daging Kurban dari Turki Dibagikan di Kecamatan Sagaranten, Kuota Disalurkan Melalui Pemerintah Desa

19 September 2025 - 19:26 WIB

Ribuan Paket Daging Kurban dari Turki Dibagikan di Kecamatan Sagaranten, Kuota Disalurkan Melalui Pemerintah Desa

Sinergi Lintas Sektor, Pemerintah Tangani Kasus Gizi Buruk di Desa Padasenang

28 Agustus 2025 - 13:17 WIB

Jajaran Pemerintah Kecamatan Cidadap, Desa Padasenang, dan tim kesehatan berdialog langsung dengan keluarga anak penderita gizi buruk. Kunjungan gabungan ini merupakan wujud komitmen bersama untuk menuntaskan masalah kesehatan dan sosial di tingkat desa.
Trending di Sosial