JENTERANEWS.com – Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) bergerak cepat memberikan bantuan kepada korban bencana longsor yang terjadi di Pondok Pesantren Darussyifa Yaspida, Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu (13/11/2024). Bencana tersebut mengakibatkan empat santri meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka berat akibat tertimpa dinding yang roboh.
Dika Yudistira, petugas dari Direktorat Penanganan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial setempat dan Tagana segera setelah menerima laporan kejadian. Tim dari Kemensos kemudian melakukan asesmen di lokasi kejadian untuk mendapatkan data yang akurat terkait jumlah korban dan kebutuhan bantuan.
“Sesuai arahan Menteri, kami langsung bergerak cepat ke lokasi bencana untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan para korban,” ujar Dika.
Santunan untuk Korban
Kemensos telah menyiapkan bantuan berupa santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia dan korban luka berat. Setiap ahli waris akan menerima santunan sebesar Rp15 juta, sedangkan korban luka berat akan mendapatkan santunan sebesar Rp5 juta.
“Saat ini, kami tengah menyelesaikan proses administrasi yang diperlukan untuk penyaluran santunan tersebut,” tambah Dika. “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga korban.”
Korban luka-luka saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Secapa Polri Sukabumi. Kemensos akan terus memantau kondisi para korban dan memberikan dukungan yang diperlukan.
Upaya Penanganan Bencana
Bencana longsor yang terjadi di Sukabumi merupakan salah satu contoh peristiwa alam yang dapat terjadi kapan saja. Pemerintah, melalui Kementerian Sosial, terus berkomitmen untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan para korban dapat segera bangkit dan memulai kehidupan baru.(*)















