Menu

Mode Gelap

News · 3 Des 2024 20:13 WIB

Konsultan Pengawas JUT Kecewa: Spesifikasi Dilabrak, Anggaran Diduga Diselewengkan


					Bahan material proyek JUT di Banjarsari hasil penambangan liar, yan dapat mempercepat erosi tanah di sepanjang aliran sungai, terutama pada bagian yang curam. Erosi ini dapat menyebabkan pendangkalan sungai, perubahan aliran air, dan meningkatkan risiko banjir. Perbesar

Bahan material proyek JUT di Banjarsari hasil penambangan liar, yan dapat mempercepat erosi tanah di sepanjang aliran sungai, terutama pada bagian yang curam. Erosi ini dapat menyebabkan pendangkalan sungai, perubahan aliran air, dan meningkatkan risiko banjir.

JENTERANEWS.com – Proyek Jalan Usaha Tani (JUT) yang digarap oleh kelompok tani Mekar Mukti di Desa Banjarsari, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, menuai sorotan tajam dari konsultan pengawas, Aceng. Proyek yang dibiayai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp200 juta ini diduga terdapat sejumlah penyimpangan yang dapat menghambat keberhasilan proyek dan berpotensi merugikan masyarakat.

Proyek JUT yang seharusnya menjadi solusi bagi para petani untuk meningkatkan aksesibilitas dan memperlancar distribusi hasil pertanian, kini justru menjadi sorotan karena kualitas pengerjaannya yang dipertanyakan. Salah satu temuan paling mencolok adalah tidak adanya hamparan pasir setebal 5 sentimeter pada perkerasan jalan, sebagaimana tertuang dalam spesifikasi teknis proyek. Padahal, lapisan pasir ini sangat penting sebagai pondasi yang kuat dan merata untuk jalan, sehingga dapat meningkatkan daya tahan jalan terhadap beban dan cuaca ekstrem.

Selain itu, kegiatan penggalian batu di sungai juga menimbulkan kekhawatiran akan potensi terjadinya longsor. Penggunaan material hasil galian tanpa perencanaan yang matang dan pengelolaan yang tepat dapat mengancam keselamatan dan lingkungan sekitar. Material hasil galian seharusnya dikelola dengan baik, misalnya dengan dibuat terasering atau ditanam kembali dengan tanaman keras untuk mencegah erosi.

Aceng, selaku konsultan pengawas, mengaku telah memberikan peringatan berkali-kali kepada para kelompok tani terkait pentingnya mengikuti spesifikasi teknis proyek. “Saya sudah tiga kali memberikan bimbingan teknis, namun tampaknya peringatan saya tidak diindahkan,” ujar Aceng dengan nada kecewa. saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Selasa (3/12/2024)

Aceng juga menegaskan bahwa ia telah melarang keras pengambilan batu dari sungai karena dapat merusak ekosistem sungai dan meningkatkan risiko terjadinya longsor.

Diduga kuat, anggaran yang seharusnya digunakan untuk membeli pasir telah diselewengkan oleh kelompok tani. “Saya tidak tahu kemana anggaran untuk pembelian pasir itu digunakan,” tegas Aceng. Temuan ini semakin memperkuat dugaan adanya penyimpangan dalam pelaksanaan proyek JUT.

Atas temuan ini, Aceng mendesak pihak terkait untuk mengambil tindakan tegas terhadap kelompok tani Mekar Mukti.

“Kelompok tani yang tidak mengikuti teknis harus ditindak tegas,” tegasnya. Aceng juga berharap agar kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi kelompok tani lainnya agar selalu mengikuti aturan dan spesifikasi teknis dalam pelaksanaan proyek.

Penyimpangan dalam pelaksanaan proyek JUT tidak hanya merugikan negara, tetapi juga berdampak negatif bagi masyarakat, khususnya para petani. Jalan yang dibangun dengan kualitas buruk akan cepat rusak dan tidak dapat berfungsi dengan baik dalam jangka panjang. Hal ini tentu akan menghambat aktivitas pertanian dan memperlambat pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.

Untuk mengungkap secara tuntas kasus ini, perlu dilakukan investigasi mendalam oleh pihak berwenang. Selain itu, perlu juga dilakukan evaluasi terhadap sistem pengawasan proyek di tingkat daerah agar kejadian serupa tidak terulang kembali.(*)

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Damkar Kabupaten Sukabumi Sukses Evakuasi Ular Sanca dari Pemukiman Warga di Palabuhanratu

18 April 2026 - 20:31 WIB

Petugas Damkarmat Kabupaten Sukabumi berhasil mengamankan ular sanca dari pemukiman warga di Kampung Jayanti, Desa Jayanti, Palabuhanratu, Sabtu (18/4/2026). Evakuasi berjalan lancar tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.

Harga Elpiji 12 Kg Merangkak Naik, Menteri ESDM Bahlil Pastikan Pasokan Gas 3 Kg Aman

18 April 2026 - 07:36 WIB

Cek Fakta: BMKG Bantah Isu Musim Kemarau 2026 sebagai yang Terparah dalam 30 Tahun Terakhir

15 April 2026 - 19:53 WIB

Pendekatan Humanis Operasi Damai Cartenz 2026: Kawal Aksi Unjuk Rasa di Yahukimo Tetap Kondusif

22 Januari 2026 - 18:11 WIB

Kapolres Yahukimo, AKBP Zet Saalino, S.H., M.H. (depan, topi bertuliskan ZET S), bersama personel gabungan Operasi Damai Cartenz dan Brimob BKO Polda Papua saat melakukan pengamanan aksi unjuk rasa Front Mahasiswa Yahukimo Se-Indonesia di halaman Kantor DPRD Kabupaten Yahukimo, Dekai, Rabu (21/1/2026).

Ngeri! Bawa Panah hingga Air Keras, Rencana Aksi Tawuran Pemuda di Jaktim Digagalkan Polisi

17 Januari 2026 - 17:37 WIB

Personel gabungan Brimob Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur mengawasi sejumlah pemuda yang berhasil diamankan dalam operasi cipta kondisi, Sabtu (17/1/2026) dini hari. Kelompok ini diduga hendak melakukan aksi tawuran dan balap liar. Tampak di sisi kiri, deretan sepeda motor turut disita petugas sebagai barang bukti.

Penghormatan Terakhir Bhayangkara: Kapolda Jatim Pimpin Pelepasan Jenazah Brigjen Pol Anumerta Ary Satriyan

17 Januari 2026 - 17:29 WIB

Prosesi upacara pelepasan jenazah Brigjen Pol Anumerta Ary Satriyan, S.I.K., M.H., di rumah duka kawasan Pondok Gede, Bekasi, Jumat (16/01/2026). Upacara kedinasan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si. sebagai bentuk penghormatan terakhir institusi Polri.
Trending di News