JENTERANEWS.com – Bencana tanah bergerak kembali mengguncang Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Peristiwa ini telah mengakibatkan kerusakan yang cukup parah pada sejumlah wilayah di kabupaten tersebut. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi yang dirilis pada Minggu (9/12) pukul 07.00 WIB, bencana ini telah melanda 72 desa di 39 kecamatan.
Bencana tanah bergerak ini telah menyebabkan dampak yang signifikan bagi masyarakat Sukabumi. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.341 kepala keluarga (KK) atau sekitar 2.130 jiwa terdampak langsung oleh bencana ini. Selain itu, 334 KK terpaksa mengungsi akibat rumahnya rusak atau tidak layak huni.
Kondisi yang paling memprihatinkan adalah adanya korban jiwa. Sebanyak 159 KK atau 249 jiwa dilaporkan terancam oleh bencana ini. Lebih lanjut, data BPBD menyebutkan bahwa ada sejumlah korban jiwa akibat bencana tanah bergerak tersebut, meskipun jumlah pastinya belum dapat dipastikan. Selain itu, masih ada beberapa orang yang dilaporkan hilang dan belum ditemukan.
Tidak hanya mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan rumah warga, bencana ini juga merusak sejumlah fasilitas umum seperti jalan dan jembatan. Selain itu, lahan pertanian seluas 57 hektar juga terdampak bencana ini.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama dengan berbagai pihak terkait telah melakukan upaya penanganan bencana ini. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus bekerja keras untuk melakukan evakuasi korban, memberikan bantuan logistik, serta memperbaiki infrastruktur yang rusak.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan mengikuti arahan dari pemerintah setempat. Selain itu, upaya mitigasi bencana perlu terus ditingkatkan untuk mengurangi risiko terjadinya bencana serupa di masa mendatang.(*)















