Menu

Mode Gelap

News · 9 Des 2024 10:38 WIB

Update Terbaru: Ratusan Rumah Hancur, Ribuan Warga Mengungsi Akibat Tanah Bergerak Sukabumi


					Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi yang dirilis pada Minggu (9/12) pukul 07.00 WIB Perbesar

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi yang dirilis pada Minggu (9/12) pukul 07.00 WIB

JENTERANEWS.com Bencana tanah bergerak kembali mengguncang Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Peristiwa ini telah mengakibatkan kerusakan yang cukup parah pada sejumlah wilayah di kabupaten tersebut. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi yang dirilis pada Minggu (9/12) pukul 07.00 WIB, bencana ini telah melanda 72 desa di 39 kecamatan.

Bencana tanah bergerak ini telah menyebabkan dampak yang signifikan bagi masyarakat Sukabumi. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.341 kepala keluarga (KK) atau sekitar 2.130 jiwa terdampak langsung oleh bencana ini. Selain itu, 334 KK terpaksa mengungsi akibat rumahnya rusak atau tidak layak huni.

Kondisi yang paling memprihatinkan adalah adanya korban jiwa. Sebanyak 159 KK atau 249 jiwa dilaporkan terancam oleh bencana ini. Lebih lanjut, data BPBD menyebutkan bahwa ada sejumlah korban jiwa akibat bencana tanah bergerak tersebut, meskipun jumlah pastinya belum dapat dipastikan. Selain itu, masih ada beberapa orang yang dilaporkan hilang dan belum ditemukan.

Tidak hanya mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan rumah warga, bencana ini juga merusak sejumlah fasilitas umum seperti jalan dan jembatan. Selain itu, lahan pertanian seluas 57 hektar juga terdampak bencana ini.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama dengan berbagai pihak terkait telah melakukan upaya penanganan bencana ini. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus bekerja keras untuk melakukan evakuasi korban, memberikan bantuan logistik, serta memperbaiki infrastruktur yang rusak.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan mengikuti arahan dari pemerintah setempat. Selain itu, upaya mitigasi bencana perlu terus ditingkatkan untuk mengurangi risiko terjadinya bencana serupa di masa mendatang.(*)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Damkar Kabupaten Sukabumi Sukses Evakuasi Ular Sanca dari Pemukiman Warga di Palabuhanratu

18 April 2026 - 20:31 WIB

Petugas Damkarmat Kabupaten Sukabumi berhasil mengamankan ular sanca dari pemukiman warga di Kampung Jayanti, Desa Jayanti, Palabuhanratu, Sabtu (18/4/2026). Evakuasi berjalan lancar tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.

Harga Elpiji 12 Kg Merangkak Naik, Menteri ESDM Bahlil Pastikan Pasokan Gas 3 Kg Aman

18 April 2026 - 07:36 WIB

Cek Fakta: BMKG Bantah Isu Musim Kemarau 2026 sebagai yang Terparah dalam 30 Tahun Terakhir

15 April 2026 - 19:53 WIB

Pendekatan Humanis Operasi Damai Cartenz 2026: Kawal Aksi Unjuk Rasa di Yahukimo Tetap Kondusif

22 Januari 2026 - 18:11 WIB

Kapolres Yahukimo, AKBP Zet Saalino, S.H., M.H. (depan, topi bertuliskan ZET S), bersama personel gabungan Operasi Damai Cartenz dan Brimob BKO Polda Papua saat melakukan pengamanan aksi unjuk rasa Front Mahasiswa Yahukimo Se-Indonesia di halaman Kantor DPRD Kabupaten Yahukimo, Dekai, Rabu (21/1/2026).

Ngeri! Bawa Panah hingga Air Keras, Rencana Aksi Tawuran Pemuda di Jaktim Digagalkan Polisi

17 Januari 2026 - 17:37 WIB

Personel gabungan Brimob Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur mengawasi sejumlah pemuda yang berhasil diamankan dalam operasi cipta kondisi, Sabtu (17/1/2026) dini hari. Kelompok ini diduga hendak melakukan aksi tawuran dan balap liar. Tampak di sisi kiri, deretan sepeda motor turut disita petugas sebagai barang bukti.

Penghormatan Terakhir Bhayangkara: Kapolda Jatim Pimpin Pelepasan Jenazah Brigjen Pol Anumerta Ary Satriyan

17 Januari 2026 - 17:29 WIB

Prosesi upacara pelepasan jenazah Brigjen Pol Anumerta Ary Satriyan, S.I.K., M.H., di rumah duka kawasan Pondok Gede, Bekasi, Jumat (16/01/2026). Upacara kedinasan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si. sebagai bentuk penghormatan terakhir institusi Polri.
Trending di News