Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 14 Apr 2025 07:08 WIB

Kabar Gembira Honorer Sukabumi: R2 dan R3 Diangkat PPPK Tanpa Tes, Bertahap Jadi Full-Time


					Kepala BKPSDM Kabupaten Sukabumi, Teja Sumirat, memberikan keterangan pers terkait pengangkatan tenaga honorer R2 dan R3 menjadi PPPK tanpa tes, di kantor BKPSDM Sukabumi, Jumat (11/04/2025). Perbesar

Kepala BKPSDM Kabupaten Sukabumi, Teja Sumirat, memberikan keterangan pers terkait pengangkatan tenaga honorer R2 dan R3 menjadi PPPK tanpa tes, di kantor BKPSDM Sukabumi, Jumat (11/04/2025).

JENTERANEWS.com – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sukabumi memberikan angin segar bagi ribuan tenaga honorer kategori R2 dan R3 yang belum berhasil dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebelumnya. Kepala BKPSDM Kabupaten Sukabumi, Teja Sumirat, dengan tegas menyatakan bahwa para honorer ini tidak perlu lagi merasa cemas maupun khawatir, sebab mereka akan diangkat menjadi PPPK tanpa melalui tes seleksi kembali.

Kebijakan menggembirakan ini, menurut Teja Sumirat, merupakan implementasi dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kepmenpan) Nomor 16 Tahun 2025. Regulasi tersebut mengamanatkan bahwa tenaga honorer kategori R2 dan R3 akan diangkat menjadi PPPK, dengan tahapan awal menjadi PPPK paruh waktu.

“Teman-teman honorer R2 dan R3 tidak perlu khawatir lagi. Sesuai dengan Kepmenpan 16 Tahun 2025, mereka akan diangkat menjadi PPPK. Prosesnya akan diawali dengan pengangkatan menjadi PPPK paruh waktu terlebih dahulu. Tentu saja, proses ini akan dilakukan secara bertahap dan tetap mengacu pada regulasi yang berlaku,” ungkap Teja Sumirat pada Jumat (11/04).

Lebih lanjut, Teja menjelaskan hasil seleksi PPPK tahun 2024 di Kabupaten Sukabumi. Sebanyak 1.106 peserta dinyatakan lulus, dengan rincian 796 tenaga pendidikan, 167 tenaga kesehatan, dan 143 tenaga teknis. Mereka dijadwalkan untuk mulai diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) per 1 Juli 2025. Selain itu, dari jalur Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), terdapat 87 orang yang lulus, namun satu di antaranya mengundurkan diri.

“Jadi, total ASN yang akan diangkat dari hasil Seleksi Pengadaan CPNS dan PPPK formasi tahun 2024 ini berjumlah 1.192 orang,” jelasnya.

Fokus utama saat ini adalah nasib 4.880 tenaga honorer kategori R3 yang belum lulus seleksi PPPK tahun 2024. Teja memastikan bahwa mereka yang telah terdata dalam database resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN) per 1 Januari 2022 tidak perlu mengikuti tes lagi. Rincian honorer R3 tersebut terdiri dari 2.220 tenaga pendidikan, 709 tenaga kesehatan, dan 1.951 tenaga teknis.

“Para honorer R3 ini sudah masuk dalam database resmi BKN. Mereka akan diproses menjadi PPPK paruh waktu terlebih dahulu, kemudian secara bertahap akan diangkat menjadi PPPK penuh waktu sesuai dengan Kepmenpan Nomor 16 Tahun 2025,” papar Kepala BKPSDM.

Pengangkatan ini akan dilaksanakan secara bertahap, menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. “Mereka tidak perlu mengikuti tes lagi karena datanya sudah ada di BKN. Nantinya, mereka akan menjadi PPPK paruh waktu terlebih dahulu, sebelum akhirnya bertahap menjadi PPPK penuh waktu,” imbuhnya.

Mengenai mekanisme transisi dari PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu, Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah mengambil langkah proaktif dengan bersurat kepada Kementerian PAN-RB. Usulan yang diajukan adalah agar masa kerja para tenaga honorer dapat menjadi pertimbangan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka selama ini.

“Untuk proses dari paruh waktu ke penuh waktu, kami sangat berharap agar masa kerja dapat menjadi pertimbangan. Ini sebagai bentuk penghargaan kepada para pegawai yang telah lama mengabdi. Namun, untuk proses awal menjadi paruh waktu, syarat utamanya hanyalah terdata di BKN,” tegas Teja.

Di sisi lain, Teja tidak menampik bahwa kemampuan anggaran daerah menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pengangkatan seluruh tenaga honorer menjadi ASN. Merujuk pada regulasi yang berlaku, belanja pegawai tidak diperbolehkan melebihi 30 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kendati demikian, Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus berupaya mencari solusi terbaik. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah sistem zero growth, di mana rekrutmen ASN baru akan dilakukan secara optimal dan terukur.

“Kami tetap optimis, dan yang terpenting, para tenaga honorer R2 dan R3 di Kabupaten Sukabumi tidak perlu khawatir. Cepat atau lambat, mereka pasti akan diangkat menjadi PPPK penuh waktu,” pungkas Teja Sumirat, memberikan keyakinan kepada ribuan pejuang pendidikan, kesehatan, dan teknis di wilayahnya.(*)

Laporan: Joko Samudro


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 390 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Polres Sukabumi Salurkan Bantuan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kemarau Panjang di Simpenan

2 September 2026 - 19:31 WIB

Personel Sat Samapta Polres Sukabumi mengisikan air bersih dari kendaraan operasional ke wadah penampungan milik warga di Kampung Tegal Nyampai, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Selasa (1/9/2026). Aksi bakti sosial ini digelar untuk membantu kebutuhan air sehari-hari warga yang terdampak kemarau panjang. Foto: Dok. Humas Polres Sukabumi.

Tragedi Berdarah di Cijengkol: Istri Temukan Suami Bersimbah Darah, Kondisi Kritis Pakai Ventilator

2 September 2026 - 12:12 WIB

Kondisi Mencekam di ICU. Pasien A tergeletak tak sadarkan diri di tempat tidur ICU RSUD Sekarwangi. Terlihat berbagai peralatan medis menopang hidupnya, termasuk perban besar di bagian leher. Setelah operasi darurat untuk menangani luka yang sangat gawat, kondisi pasien masih belum sadar dan terus dipantau secara intensif oleh tim dokter.

Kemarau Panjang Terjang Desa Banjarsari Sukabumi, 312 KK Alami Krisis Air Bersih

2 September 2026 - 09:29 WIB

Petugas mendistribusikan air bersih dari truk tangki kepada warga yang mengalami kekeringan di [Lokasi], mengantre dengan jerigen di area lapangan kering di latar belakang rumah-rumah penduduk.

Preman Berkedok Wartawan: Peras Guru di Sukaraja Sukabumi, Positif Sabu, Kini Meringkuk di Penjara

2 September 2026 - 09:01 WIB

Tersangka AG (46), oknum wartawan pemeras pihak SDN 2 Sukaraja, diapit anggota kepolisian usai resmi ditangkap dan ditahan di Mapolsek Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.

Bupati Sukabumi Tegaskan Pentingnya Bimbingan Ulama pada Pelantikan Pengurus MUI 2026–2031

1 September 2026 - 13:29 WIB

Suasana prosesi pelantikan pengurus di dalam sebuah Gedung Olahraga (GOR). Seorang pejabat dengan setelan jas krem dan peci hitam memimpin acara di tengah, berhadapan dengan barisan pria berkemeja putih dan sarung yang siap dilantik. Di latar belakang tampak papan ring basket dan tribun penonton.

Atasi Dampak Kekeringan, Polres Sukabumi Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Palabuhanratu

1 September 2026 - 11:46 WIB

Warga Kampung Pasir Honje, Desa Jayanti, Palabuhanratu, Sukabumi, menampung pasokan air bersih yang disalurkan jajaran Polres Sukabumi menggunakan kendaraan Armoured Water Cannon (AWC), Senin (31/8/2026). Aksi sosial ini digelar guna meringankan beban masyarakat terdampak kekeringan
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca