Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 1 Mei 2025 12:35 WIB

Ibu dan Anak di Sukabumi Jadi Korban Penyiraman Air Keras di Tengah Jalan


					 Ilustrasi yang menggambarkan kepedihan seorang ibu dan anak akibat siraman air keras, dengan pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor. Perbesar

Ilustrasi yang menggambarkan kepedihan seorang ibu dan anak akibat siraman air keras, dengan pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor.

JENTERANEWS.com– Peristiwa tragis menimpa seorang ibu dan anaknya di Kota Sukabumi pada Kamis pagi (1/5/2025). YA (37 tahun) dan putranya R (10 tahun), warga Kampung Cipetir, Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros, menjadi korban penyiraman air keras saat melintas di Jalan Sudajaya, Rt 05/02, Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros, sekira pukul 07:15 WIB. Akibat serangan brutal tersebut, keduanya mengalami luka bakar serius dan dilarikan ke RSUD R Syamsudin SH.

Iing (54 tahun), paman korban, menjadi saksi mata tak langsung sesaat setelah kejadian. Ia menuturkan, saat hendak berangkat menuju Palabuhanratu, dirinya mendapati kerumunan warga di sekitar lokasi. “Waktu kejadian saya kebetulan mau berangkat ke Palabuhanratu, ternyata ada keramaian di sini kirain ada kecelakaan, nggak tahunya ponakan saya katanya disiram air keras, langsung saya bawa ke Bunut,” ungkap Iing dengan nada prihatin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden nahas itu terjadi ketika korban YA hendak berangkat kerja dan berencana menitipkan R ke rumah seorang saudara yang tak jauh dari lokasi kejadian. “Katanya lagi jalan pake motor terus ada yang nyalip terus ada yang nyiramin itu air keras dari arah Baros ke Jalur Lingsel,” jelas Iing.

Lebih lanjut, Iing mengungkapkan ciri-ciri pelaku penyerangan. “Pelaku katanya berdua boncengan pake motor, laki-laki,” imbuhnya. Akibat siraman cairan kimia berbahaya itu, pakaian kedua korban tampak melepuh. Mereka pun terus mengeluh merasakan panas yang menyengat di bagian tubuh yang terkena air keras.

“Kalau kondisi anaknya kena di dada sama punggung, kalau ibunya kena di muka, dada sampai ke paha, anaknya di dada sama punggung. Bajunya rusak, jaket rusak, dalemannya juga sama kaos rusak semua sama celananya juga,” papar Iing menggambarkan betapa dahsyatnya dampak air keras tersebut.

Sebagai pihak keluarga, Iing menegaskan akan segera melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian. “Saya omnya korban, saya mau bikin LP kita usut aja, kita bikin laporan supaya pelakunya segera tertangkap,” pungkasnya dengan harapan pelaku dapat segera mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pihak kepolisian diharapkan segera melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap motif dan menangkap pelaku penyiraman air keras yang meresahkan masyarakat ini.(*)

Laporan : Joko Samudro

Editor : Hamjah


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 84 kali

Baca Lainnya

Napi Lapas Warungkiara Kabur Saat Masa Asimilasi, Petugas dan Kepolisian Gelar Pengejaran

20 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Foto Patah alias Acil, narapidana kasus pencurian yang dilaporkan kabur dari Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, saat menjalani program asimilasi. (Foto: Dok. Lapas Warungkiara)

Perkuat Tata Kelola Pembudayaan Hidup Sehat, Dinkes Jabar Gelar Bimtek Lintas Sektor di Sukabumi

20 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Suasana pemaparan materi dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendampingan Pembudayaan Hidup Sehat (PHS) Tingkat Kabupaten Sukabumi yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat di Pendopo Sukabumi, Kamis (20/8/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas teknis dan manajerial lintas sektor guna mendorong perubahan perilaku hidup sehat di masyarakat.

Pastikan Kesiapan Fisik dan Administrasi KDKMP, Sekda Sukabumi Hadiri Rakornas Percepatan Verval

20 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman (tengah depan berbatik hitam dan kacamata), didampingi jajaran pimpinan perangkat daerah, mendengarkan pemaparan Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kementerian Koperasi RI dalam Rakornas Percepatan Verval Gerai KDKMP secara daring dari Pendopo Sukabumi, Kamis (20/8/2026). Di sebelah kiri Sekda (wanita berhijab) dan sebelah kanannya (pria berbatik) adalah bagian dari tim pendamping.

Sidang Kematian Nizam Syafei: Ahli Forensik Sebut Penyakit Kronis Sebagai Penyebab, Perkuat Pembelaan Ibu Tiri

20 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Terdakwa Teni Ridha Shi alias TR saat menjalani sidang lanjutan beragendakan pemeriksaan saksi ahli di Pengadilan Negeri (PN) Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (19/8/2026).

Tiga Hari Hilang, Mahasiswa Asal Jakarta Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Citepus Sukabumi

20 Agustus 2026 - 16:29 WIB

Tim gabungan dari Satpolairud Polres Sukabumi, Basarnas, dan TNI AL mengevakuasi jasad korban tenggelam, Ahmad Nadif Fadilah (21), menggunakan kantong mayat di bibir Pantai Dolpin Citepus, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Rabu (19/8/2026). Jasad mahasiswa asal Jakarta Selatan itu ditemukan mengapung setelah tiga hari dinyatakan hilang di Pantai Karangnaya.

Korupsi APBDes Rp574 Juta untuk Renovasi Rumah, Kaur Keuangan Desa di Sukabumi Resmi Ditahan

19 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Petugas Walsus Kejari Sukabumi mengawal seorang tahanan menuju mobil tahanan (atau ke dalam gedung, tidak jelas dari gambar) usai menjalani pemeriksaan. Tahanan tersebut mengenakan rompi oranye khas tahanan Kejari Sukabumi.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca