Menu

Mode Gelap
Download Aplikasi Pinjaman Online Langsung Cair, Cepat Terdaftar OJK Tujuh Game Penghasil Uang, Download Aplikasinya Disini Dapatkan Puluhan Juta Rupiah Cara Membuat NPWP Online, Sangat Mudah Tinggal Siapkan Syarat Wajib Pajak Diduga Depresi Berat Karena Menderita Sakit Yang Tak Kunjung Sembuh, Seorang Nenek di Cikole Gantung Diri Tumpukan Kayu di Pinggir Jalan Cibaregbeg Mengancam Keselamatan Pengguna Jalan

Jakarta · 18 Agu 2026 13:43 WIB

BGN Lakukan “Bersih-Bersih”: Ratusan Pegawai Diberhentikan dan 833 Dapur MBG Ditutup Permanen


					Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono (tengah), didampingi oleh jajaran pejabat BGN lainnya, memberikan keterangan pers kepada media massa di Kantor BGN, Jakarta, Senin (27/7/2026). Sudaryono menjabarkan langkah-langkah tegas berupa pemecatan ratusan pegawai (non-ASN dan ASN) yang melanggar disiplin, serta penutupan permanen 833 dapur Makan Bergizi Gratis (SPPG) karena masalah standar operasional, terutama terkait higienitas dan sanitasi. Perbesar

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono (tengah), didampingi oleh jajaran pejabat BGN lainnya, memberikan keterangan pers kepada media massa di Kantor BGN, Jakarta, Senin (27/7/2026). Sudaryono menjabarkan langkah-langkah tegas berupa pemecatan ratusan pegawai (non-ASN dan ASN) yang melanggar disiplin, serta penutupan permanen 833 dapur Makan Bergizi Gratis (SPPG) karena masalah standar operasional, terutama terkait higienitas dan sanitasi.

JENTERANEWS.com — Badan Gizi Nasional (BGN) di bawah kepemimpinan baru, Sudaryono, mengambil langkah tegas dalam upaya pembenahan internal dan operasional institusi. BGN secara resmi memberhentikan ratusan pegawai serta menutup permanen ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai bermasalah, Senin (27/7/2026).

Kepala BGN, Sudaryono, yang juga merupakan eks Wakil Menteri Pertanian, menegaskan bahwa langkah ini merupakan komitmen BGN untuk mendisiplinkan jajaran pegawai dan memastikan kualitas program yang berjalan.

“Kami mencoba untuk bersih-bersih. Kami mencoba untuk kemudian memberikan sanksi bagi yang melanggar,” ungkap Sudaryono usai memimpin rapat di Kantor BGN, Jakarta.

Pembenahan Internal: Pemecatan dan Sanksi Disiplin

Dalam laporan pembenahannya, BGN secara resmi memberhentikan 261 pegawai non-Aparatur Sipil Negara (ASN). Angka tersebut terdiri atas 224 pegawai non-ASN dan 37 tenaga ahli.

Tidak hanya menyasar pegawai non-ASN, BGN juga tengah memproses sanksi bagi ASN dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang terbukti melakukan pelanggaran berat.

“Kami telah memproses temuan terhadap sembilan orang yang melakukan pelanggaran berat atau disiplin berat. Ini adalah ASN dan PPPK, dan besar kemungkinan yang bersangkutan akan kami proses pemecatan,” tegas Sudaryono.

Lebih lanjut, BGN turut menjatuhkan hukuman disiplin ringan terhadap 39 ASN. Pelanggaran ringan ini akan diganjar dengan sanksi administratif berupa mutasi maupun demosi.

Penutupan Ratusan Dapur MBG Bermasalah

Di sektor operasional, BGN mengambil tindakan penertiban dengan menghentikan operasional 833 SPPG atau dapur MBG di berbagai wilayah di Indonesia secara permanen.

Penutupan ini dilakukan karena mayoritas pengelola dapur tidak melakukan perbaikan standar operasional, meskipun BGN telah memberikan tenggat waktu untuk evaluasi. Adapun alasan utama penutupan meliputi masalah higienitas, sanitasi, kualitas makanan yang di bawah standar, masalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga adanya risiko keracunan.

Berdasarkan data BGN, ratusan dapur bermasalah tersebut tersebar di berbagai wilayah, dengan rincian 98 dapur di Sumatera, 311 dapur di Jawa dan Madura, serta 424 dapur di wilayah Kalimantan hingga Papua.

Sudaryono memastikan, pengelola dapur yang ditutup permanen ini tidak akan lagi menerima kompensasi atau pembayaran insentif dari pemerintah.

“Dapur yang di-suspend secara permanen ini bukan seperti yang lalu, di mana di-suspend tetapi tetap dibayar. Kalau yang ini sudah di-suspend, tutup, dan tidak dibayar. Ini betul-betul suspend karena pelanggaran tata kelola,” paparnya.

Pemenuhan Gizi dan Pengalihan Distribusi

Ke depan, BGN tidak akan segan menindak tegas SPPG yang terbukti “nakal”. Sudaryono kembali mengingatkan kepada seluruh mitra SPPG mengenai esensi utama dari program ini.

“Sekali lagi, ini namanya Makan Bergizi Gratis; bukan sekadar makan enak gratis, bukan pula makan banyak gratis. Mencukupkan gizinya lah yang menjadi tolok ukur. Kami ingin menunya tersaji baik, gizinya terpenuhi, dan perputaran ekonomi lokal juga berjalan,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi dampak penutupan ratusan dapur terhadap para penerima manfaat, BGN telah menyiapkan skema mitigasi. Distribusi MBG dari SPPG yang telah dihentikan akan segera dialihkan ke dapur-dapur lain di sekitar sekolah yang terdampak.

“Kami memastikan jangan sampai pihak yang tadinya menerima manfaat menjadi tidak menerima. Begitu di-suspend, secara otomatis kami akan membagi porsi layanan tersebut kepada dapur-dapur lain di sekitarnya,” pungkas Sudaryono.(*)


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

BGN Libatkan Guru dan Tenaga Kependidikan Kawal Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah

10 Agustus 2026 - 17:33 WIB

FSP Maritim Indonesia Bantah Isu Mogok Kerja Nasional Buruh TKBM, Pastikan Operasional Pelabuhan Kondusif

3 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Maritim Indonesia (FSP Maritim Indonesia), Ujang Supriatin, SE., MP., MM., dengan gestur tangan mengepal yang melambangkan keyakinan dan persatuan organisasi, secara tegas membantah isu rencana mogok nasional buruh TKBM saat memberikan pernyataan resmi di Jakarta.

BGN Siapkan Portal Digital MBG: Orang Tua Bisa Cek Menu Harian dan Satuan Pelayanan Secara Real Time

27 Juli 2026 - 22:18 WIB

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (tengah) menyampaikan keterangan resmi terkait penyiapan portal digital Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta. Melalui sistem terintegrasi ini, masyarakat dan orang tua dapat memantau menu harian hingga lokasi dapur produksi secara real time.

Pertamina Patra Niaga Resmi Turunkan Harga Bright Gas, Berlaku Mulai 14 Juli 2026

27 Juli 2026 - 21:46 WIB

Jejak Sudaryono: Dari Anak Petani Grobogan Hingga Didapuk Jadi Kepala BGN

25 Juli 2026 - 17:43 WIB

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono (tengah), didampingi jajaran pejabat dalam sebuah kesempatan. Ia resmi dilantik pada 22 Juli 2026.

Presiden Prabowo Lantik Sudaryono Sebagai Kepala Badan Gizi Nasional Menggantikan Nanik S. Deyang

22 Juli 2026 - 17:36 WIB

Trending di Jakarta
error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca