Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 20 Agu 2026 16:29 WIB

Tiga Hari Hilang, Mahasiswa Asal Jakarta Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Citepus Sukabumi


					Tim gabungan dari Satpolairud Polres Sukabumi, Basarnas, dan TNI AL mengevakuasi jasad korban tenggelam, Ahmad Nadif Fadilah (21), menggunakan kantong mayat di bibir Pantai Dolpin Citepus, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Rabu (19/8/2026). Jasad mahasiswa asal Jakarta Selatan itu ditemukan mengapung setelah tiga hari dinyatakan hilang di Pantai Karangnaya. Perbesar

Tim gabungan dari Satpolairud Polres Sukabumi, Basarnas, dan TNI AL mengevakuasi jasad korban tenggelam, Ahmad Nadif Fadilah (21), menggunakan kantong mayat di bibir Pantai Dolpin Citepus, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Rabu (19/8/2026). Jasad mahasiswa asal Jakarta Selatan itu ditemukan mengapung setelah tiga hari dinyatakan hilang di Pantai Karangnaya.

JENTERANEWS.com – Tim SAR gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Sukabumi, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta TNI AL berhasil mengevakuasi jasad seorang mahasiswa yang sebelumnya dilaporkan hilang tenggelam.

Korban yang diketahui bernama Ahmad Nadif Fadilah (21), warga Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, ditemukan di perairan Pantai Dolpin Citepus, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (19/8/2026) petang dalam kondisi meninggal dunia.

Penemuan ini mengakhiri upaya pencarian yang telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Sebelumnya, korban dinyatakan hilang tergulung ombak saat beraktivitas di kawasan Pantai Karangnaya, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi.

Kasat Polairud Polres Sukabumi, AKP Dadi, S.Pd., menjelaskan bahwa jasad korban ditemukan sekitar pukul 17.20 WIB saat tim gabungan tengah melakukan patroli penyisiran perairan dari Pantai Citepus menuju Pantai Karangnaya.

“Saat melintas di sekitar perairan Pantai Dolpin Citepus, petugas melihat jasad yang mengapung di permukaan laut. Setelah didekati, pakaian yang melekat pada tubuh korban, berupa baju putih dan celana, identik dengan ciri-ciri korban yang dinyatakan hilang,” jelas AKP Dadi dalam keterangan resminya.

Setelah dipastikan identitasnya, tim gabungan segera mengevakuasi jasad mahasiswa kelahiran 30 Maret 2005 tersebut ke daratan. Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Palabuhanratu untuk dilakukan visum et repertum.

Mewakili Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Benny Cahyadi, S.H., S.I.K., M.H., AKP Dadi menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan dari Basarnas, TNI AL, dan Satpolairud yang telah berjuang tanpa lelah melakukan pencarian dari pagi hingga malam hari.

Sebagai bentuk empati dan pelayanan kepolisian, Polres Sukabumi berkomitmen membantu sepenuhnya proses penanganan jenazah. Seluruh biaya pemulasaraan hingga transportasi pemulangan jenazah ke rumah duka di Jakarta sepenuhnya ditanggung oleh Kapolres Sukabumi.

Perhatian dari pihak kepolisian dan kerja keras tim SAR gabungan ini disambut dengan rasa haru dan syukur oleh pihak keluarga korban. Paman korban, Abdul Mutolib, menyampaikan apresiasi tertulisnya atas dedikasi para petugas.

“Alhamdulillah, kami dari pihak keluarga sangat bersyukur karena setelah tiga hari, jenazah keponakan kami berhasil ditemukan. Saya mewakili keluarga mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Kapolres Sukabumi yang telah menanggung seluruh biaya, mulai dari persiapan, pemandian jenazah, peti, ambulans, sampai mengantarkan jenazah ke rumah duka. Semoga Bapak Kapolres selalu diberikan kesehatan dan dimudahkan urusannya,” ungkap Abdul Mutolib.

Menyusul peristiwa nahas ini, pihak kepolisian kembali mengeluarkan peringatan keras bagi para pengunjung pantai di wilayah Sukabumi.

“Kami mengimbau kepada masyarakat dan wisatawan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca, gelombang laut, dan situasi di sekitar pantai. Utamakan keselamatan dan patuhi arahan serta imbauan petugas demi kebaikan bersama,” pungkas AKP Dadi.

Seluruh rangkaian pencarian dan evakuasi dilaporkan berjalan aman dan kondusif. Kini, jenazah telah diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga untuk dikebumikan.(Mardi)


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Napi Lapas Warungkiara Kabur Saat Masa Asimilasi, Petugas dan Kepolisian Gelar Pengejaran

20 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Foto Patah alias Acil, narapidana kasus pencurian yang dilaporkan kabur dari Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, saat menjalani program asimilasi. (Foto: Dok. Lapas Warungkiara)

Perkuat Tata Kelola Pembudayaan Hidup Sehat, Dinkes Jabar Gelar Bimtek Lintas Sektor di Sukabumi

20 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Suasana pemaparan materi dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendampingan Pembudayaan Hidup Sehat (PHS) Tingkat Kabupaten Sukabumi yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat di Pendopo Sukabumi, Kamis (20/8/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas teknis dan manajerial lintas sektor guna mendorong perubahan perilaku hidup sehat di masyarakat.

Pastikan Kesiapan Fisik dan Administrasi KDKMP, Sekda Sukabumi Hadiri Rakornas Percepatan Verval

20 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman (tengah depan berbatik hitam dan kacamata), didampingi jajaran pimpinan perangkat daerah, mendengarkan pemaparan Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kementerian Koperasi RI dalam Rakornas Percepatan Verval Gerai KDKMP secara daring dari Pendopo Sukabumi, Kamis (20/8/2026). Di sebelah kiri Sekda (wanita berhijab) dan sebelah kanannya (pria berbatik) adalah bagian dari tim pendamping.

Sidang Kematian Nizam Syafei: Ahli Forensik Sebut Penyakit Kronis Sebagai Penyebab, Perkuat Pembelaan Ibu Tiri

20 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Terdakwa Teni Ridha Shi alias TR saat menjalani sidang lanjutan beragendakan pemeriksaan saksi ahli di Pengadilan Negeri (PN) Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (19/8/2026).

Korupsi APBDes Rp574 Juta untuk Renovasi Rumah, Kaur Keuangan Desa di Sukabumi Resmi Ditahan

19 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Petugas Walsus Kejari Sukabumi mengawal seorang tahanan menuju mobil tahanan (atau ke dalam gedung, tidak jelas dari gambar) usai menjalani pemeriksaan. Tahanan tersebut mengenakan rompi oranye khas tahanan Kejari Sukabumi.

BUMDes Sinarbentang Perluas Jaringan PAM Hingga ke Desa Tetangga

19 Agustus 2026 - 08:10 WIB

Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca