JENTERANEWS.com – Kabar duka
menyelimuti pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Salah satu jemaah haji asal Kabupaten Sukabumi, Iyan Muhidin (81), dilaporkan meninggal dunia di Mekkah, Arab Saudi, pada Jumat (23/5/2025). Almarhum, yang berasal dari Kampung Selaeurih, RT 03/RW 05, Desa Surade, Kecamatan Surade, menghembuskan napas terakhirnya saat tengah menjalankan rangkaian ibadah haji.
Konfirmasi mengenai wafatnya almarhum Iyan Muhidin disampaikan langsung oleh Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Kabupaten Sukabumi, H. Abdul Manan, pada Minggu (25/5/2025).
“Kami dari PPIHD Kabupaten Sukabumi membenarkan informasi tersebut. Almarhum Iyan Muhidin tercatat sebagai jemaah dari Kloter 39 Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) yang tergabung dalam Gelombang 2,” ujar Abdul Manan. Ia menambahkan bahwa kloter almarhum diberangkatkan dari Sukabumi pada 19 Mei dan lepas landas menuju Jeddah pada 20 Mei 2025, untuk selanjutnya langsung menuju Mekkah.
Menurut laporan dari Tim Kesehatan Haji Kloter (TKHK) yang diterima PPIHD, kondisi kesehatan almarhum Iyan Muhidin mulai menurun pada Kamis (22/5/2025) sekitar pukul 19.00 waktu setempat. “Almarhum mulai mengeluhkan sesak napas, serta rasa nyeri dan bengkak di bagian kaki,” jelas Abdul Manan. “Setelah dilakukan pemeriksaan awal, diketahui saturasi oksigennya berada di kisaran 90-95 persen, dan beliau langsung diberikan penanganan medis berupa obat-obatan.”
Keesokan harinya, Jumat (23/5/2025) pagi, sekitar pukul 07.00 waktu setempat, tim kesehatan melakukan tindakan lebih lanjut dengan pemasangan selang kateter. Tim juga segera berkonsultasi dengan dokter spesialis dalam untuk penanganan yang lebih intensif.
“Atas saran dokter spesialis, almarhum Iyan kemudian dirujuk ke Abeer Hospital pada pukul 08.00 pagi dan tiba di rumah sakit sekitar 15 menit kemudian,” lanjut Abdul Manan.
Di Abeer Hospital, almarhum Iyan Muhidin sempat mendapatkan serangkaian tindakan medis, termasuk pengambilan sampel darah, suntikan obat, pemeriksaan Elektrokardiogram (EKG), pemberian terapi oksigen, serta nebuliser untuk membantu pernapasannya. “Namun, takdir berkata lain. Karena kondisi jantungnya yang terus memburuk, beliau akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 10.10 waktu setempat. Penyebab utama kematian adalah gagal jantung,” terangnya.
Jenazah almarhum Iyan Muhidin telah dishalatkan di Masjidil Haram, Mekkah, dan kemudian dimakamkan di pemakaman Soraya, yang juga berada di kota suci tersebut.
Berdasarkan catatan resmi, almarhum Iyan Muhidin memang berstatus sebagai jemaah haji risiko tinggi (risti). Ia diketahui memiliki riwayat penyakit jantung bengkak, yang menjadi salah satu faktor pemberat kondisinya selama menjalankan ibadah haji.
Menutup keterangannya, Abdul Manan menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. “Kami atas nama PPIHD dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum khusnul khotimah, ibadahnya diterima, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kesabaran,” pungkasnya.(*)
[Laporan: Joko S | Editor: Hamjah]















