Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 8 Okt 2025 15:28 WIB

Badai Es dan Angin Kencang Hancurkan Puluhan Rumah di Sukabumi, Ratusan Warga Mengungsi


					Salah satu rumah warga di Desa Sindangresmi, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, mengalami kerusakan parah pada bagian atap dan struktur setelah diterjang hujan es dan angin kencang pada Selasa (7/10/2025). Sedikitnya 65 rumah rusak dan 217 warga terpaksa mengungsi akibat musibah ini. Perbesar

Salah satu rumah warga di Desa Sindangresmi, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, mengalami kerusakan parah pada bagian atap dan struktur setelah diterjang hujan es dan angin kencang pada Selasa (7/10/2025). Sedikitnya 65 rumah rusak dan 217 warga terpaksa mengungsi akibat musibah ini.

JENTERANEWS.com – Sedikitnya 65 rumah warga di Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengalami kerusakan parah setelah diterjang hujan es disertai angin kencang pada Selasa, 7 Oktober 2025. Bencana alam ini tidak hanya merusak tempat tinggal, tetapi juga memaksa 217 warga mengungsi karena rumah mereka tidak lagi layak huni.

Menurut Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Jampangtengah, Dandi, dampak terparah terjadi di dua lokasi, yaitu Desa Sindangresmi dan Desa Jampang Tengah. Angin kencang yang menyertai badai juga mengakibatkan sejumlah pohon tumbang di enam titik berbeda, mengganggu akses jalan di ruas kabupaten dan provinsi.

“Pohon tumbang di enam titik, empat di ruas jalan kabupaten dan dua di jalan provinsi,” ujar Dandi pada Rabu, 8 Oktober 2025.

Selain merusak rumah penduduk, bencana ini juga dilaporkan merusak sebuah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penggilingan padi milik warga setempat. Data kerugian material masih terus diperbarui oleh otoritas terkait.

Meskipun kerugian materiil terbilang besar, P2BK memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, mereka tetap mengimbau warga di sekitar lokasi untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan terjadi.

Saat ini, para warga yang terdampak sangat mengharapkan bantuan darurat. Kebutuhan utama yang mendesak adalah sembako untuk kebutuhan hidup sehari-hari selama di pengungsian, serta bahan material bangunan untuk memperbaiki atau membangun kembali rumah mereka yang hancur.

Dandi merinci kebutuhan material yang paling dibutuhkan mencakup: “genteng tanah liat, asbes, genteng metal, rangka baja ringan, paku, serta kebutuhan dasar hidup bagi pengungsi.”

Upaya penanganan darurat, termasuk penyaluran bantuan dan pendataan lebih lanjut, terus dilakukan oleh P2BK Jampangtengah bekerja sama dengan instansi terkait untuk memastikan para korban mendapatkan tempat tinggal sementara yang layak serta kebutuhan pokok terpenuhi.(*)


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 63 kali

Baca Lainnya

Pemkab Sukabumi Matangkan Persiapan Pembangunan Jembatan Leuwidinding Jampang Tengah

26 Agustus 2026 - 17:24 WIB

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman bersama jajaran kepala perangkat daerah mengikuti rapat koordinasi virtual terkait persiapan pembangunan Jembatan Leuwidinding di Command Center Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Rabu (26/8/2026).

Semarak HUT Ke-81 RI: Setda Kabupaten Sukabumi Gelar Lomba Tradisional Guna Perkuat Sinergitas Pegawai

26 Agustus 2026 - 17:15 WIB

Ratusan peserta berbusana merah-putih yang meriah melakukan gerakan senam massal yang sinkron di halaman terbuka yang didekorasi dengan bendera hiasan, merayakan sebuah acara patriotik.

Badan Gizi Nasional Perketat Pengawasan Dapur SPPG: Terapkan Sif Dini Hari hingga Sidak via Zoom

26 Agustus 2026 - 12:44 WIB

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono (tengah), memberikan keterangan usai melakukan inspeksi mendadak di salah satu unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta. BGN kini memperketat pengawasan terhadap kepala dapur di seluruh SPPG, termasuk penerapan pengecekan kehadiran via konferensi video Zoom pada dini hari guna memastikan petugas selalu di tempat saat proses pengolahan makanan.

Kecelakaan Maut di Tanjakan Cisarakan Sukabumi: Diduga Rem Blong, Truk Terjun ke Jurang dan Tewaskan Satu Orang

26 Agustus 2026 - 12:26 WIB

EVAKUASI KORBAN: Petugas gabungan dan tim SAR mengevakuasi jenazah pengemudi truk yang terperosok ke dalam jurang akibat rem blong di Tanjakan Cisarakan, Desa Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Selasa (25/8/2026) malam. Insiden tunggal tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu penumpang luka-luka.

Wujudkan Program “Bhayangkara Jaga dan Rawat Warga”, Polres Sukabumi Bangun Rutilahu bagi Korban Kebakaran di Nyalindung

26 Agustus 2026 - 12:12 WIB

WUJUD NYATA KEPEDULIAN POLRI: Penampakan fisik Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang kini telah selesai dibangun menjadi hunian yang kokoh, rapi, dan sangat layak ditempati. Rumah ini menjadi bukti nyata implementasi semangat "Bhayangkara Jaga dan Rawat Warga" yang dihadirkan oleh Polres Sukabumi untuk masyarakat terdampak musibah.

Napi Lapas Warungkiara Kabur Saat Masa Asimilasi, Petugas dan Kepolisian Gelar Pengejaran

20 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Foto Patah alias Acil, narapidana kasus pencurian yang dilaporkan kabur dari Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, saat menjalani program asimilasi. (Foto: Dok. Lapas Warungkiara)
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca