Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 26 Agu 2026 12:44 WIB

Badan Gizi Nasional Perketat Pengawasan Dapur SPPG: Terapkan Sif Dini Hari hingga Sidak via Zoom


					Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono (tengah), memberikan keterangan usai melakukan inspeksi mendadak di salah satu unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta. BGN kini memperketat pengawasan terhadap kepala dapur di seluruh SPPG, termasuk penerapan pengecekan kehadiran via konferensi video Zoom pada dini hari guna memastikan petugas selalu di tempat saat proses pengolahan makanan. Perbesar

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono (tengah), memberikan keterangan usai melakukan inspeksi mendadak di salah satu unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta. BGN kini memperketat pengawasan terhadap kepala dapur di seluruh SPPG, termasuk penerapan pengecekan kehadiran via konferensi video Zoom pada dini hari guna memastikan petugas selalu di tempat saat proses pengolahan makanan.

JENTERANEWS.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas guna mengoptimalkan kualitas pelayanan dengan memperketat pengawasan terhadap seluruh kepala dapur di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Kebijakan strategis ini mencakup perubahan jam kerja operasional serta mekanisme pengecekan kehadiran personel secara langsung berbasis teknologi.

Kepala BGN, Sudaryono, menjelaskan bahwa penyesuaian jam kerja bagi para kepala dapur kini dipecah menjadi dua sif utama. Keputusan ini diambil agar para penanggung jawab dapur selalu bersiaga di lokasi pada waktu-waktu krusial saat proses pengolahan makanan berlangsung.

“Jam kerjanya ditetapkan mulai sore hari dari pukul 17.00 sampai 19.00 (2 jam). Kemudian dilanjutkan pada dini hari, mulai pukul 02.00 hingga 08.00 pagi,” ungkap Sudaryono di sela-sela inspeksi mendadak di salah satu SPPG di Jakarta, sebagaimana dikutip dari unggahan video di akun Instagram pribadinya, @sudaru_sudaryono, Selasa (25/8).

Guna memastikan kebijakan baru ini berjalan efektif, BGN turut mengimplementasikan sistem absensi dan pengawasan berlapis menggunakan aplikasi konferensi video Zoom. Pemeriksaan virtual tersebut dilakukan tepat pada pukul 02.00, disesuaikan dengan zona waktu di masing-masing wilayah operasional SPPG.

“Kita Zoom, kita cek secara langsung keberadaan orangnya. Apakah pengawas gizinya hadir, apakah kepala dapurnya siaga di jam-jam krusial tersebut,” tegas Sudaryono.

Langkah penertiban ini merupakan tindak lanjut dari hasil evaluasi program sebelumnya. BGN menemukan adanya sejumlah kendala operasional di lapangan akibat kelalaian petugas yang tidak berada di tempat saat proses produksi makanan sedang berlangsung.

“Ada beberapa dapur—meskipun jumlahnya tidak banyak—di mana personelnya tidak ada di lokasi. Akibat dari absennya petugas ini, proses memasak pada akhirnya dilakukan secara asal-asalan,” bebernya.

Lebih lanjut, pengawasan BGN tidak hanya sebatas pada kedisiplinan presensi kepala dapur dan pengawas gizi. Sudaryono menekankan bahwa kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) dan jaminan kualitas bahan baku menjadi prioritas utama.

Dalam inspeksi tersebut, ia memastikan bahwa setiap unit SPPG wajib mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Selain itu, standar sertifikasi halal juga ditetapkan sebagai syarat mutlak yang harus dipenuhi, yang aturannya tidak hanya berlaku bagi dapur SPPG, melainkan mengikat seluruh pemasok (supplier) bahan baku.

Sebagai penutup, Sudaryono memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajarannya untuk tidak memandang sebelah mata terhadap prosedur yang telah ditetapkan. Kedisiplinan tinggi dan penerapan SOP secara ketat diyakini sebagai kunci utama dalam menjaga kualitas pelayanan dan keberhasilan program pemenuhan gizi nasional.(*)


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kecelakaan Maut di Tanjakan Cisarakan Sukabumi: Diduga Rem Blong, Truk Terjun ke Jurang dan Tewaskan Satu Orang

26 Agustus 2026 - 12:26 WIB

EVAKUASI KORBAN: Petugas gabungan dan tim SAR mengevakuasi jenazah pengemudi truk yang terperosok ke dalam jurang akibat rem blong di Tanjakan Cisarakan, Desa Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Selasa (25/8/2026) malam. Insiden tunggal tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu penumpang luka-luka.

Wujudkan Program “Bhayangkara Jaga dan Rawat Warga”, Polres Sukabumi Bangun Rutilahu bagi Korban Kebakaran di Nyalindung

26 Agustus 2026 - 12:12 WIB

WUJUD NYATA KEPEDULIAN POLRI: Penampakan fisik Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang kini telah selesai dibangun menjadi hunian yang kokoh, rapi, dan sangat layak ditempati. Rumah ini menjadi bukti nyata implementasi semangat "Bhayangkara Jaga dan Rawat Warga" yang dihadirkan oleh Polres Sukabumi untuk masyarakat terdampak musibah.

Napi Lapas Warungkiara Kabur Saat Masa Asimilasi, Petugas dan Kepolisian Gelar Pengejaran

20 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Foto Patah alias Acil, narapidana kasus pencurian yang dilaporkan kabur dari Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, saat menjalani program asimilasi. (Foto: Dok. Lapas Warungkiara)

Perkuat Tata Kelola Pembudayaan Hidup Sehat, Dinkes Jabar Gelar Bimtek Lintas Sektor di Sukabumi

20 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Suasana pemaparan materi dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendampingan Pembudayaan Hidup Sehat (PHS) Tingkat Kabupaten Sukabumi yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat di Pendopo Sukabumi, Kamis (20/8/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas teknis dan manajerial lintas sektor guna mendorong perubahan perilaku hidup sehat di masyarakat.

Pastikan Kesiapan Fisik dan Administrasi KDKMP, Sekda Sukabumi Hadiri Rakornas Percepatan Verval

20 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman (tengah depan berbatik hitam dan kacamata), didampingi jajaran pimpinan perangkat daerah, mendengarkan pemaparan Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kementerian Koperasi RI dalam Rakornas Percepatan Verval Gerai KDKMP secara daring dari Pendopo Sukabumi, Kamis (20/8/2026). Di sebelah kiri Sekda (wanita berhijab) dan sebelah kanannya (pria berbatik) adalah bagian dari tim pendamping.

Sidang Kematian Nizam Syafei: Ahli Forensik Sebut Penyakit Kronis Sebagai Penyebab, Perkuat Pembelaan Ibu Tiri

20 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Terdakwa Teni Ridha Shi alias TR saat menjalani sidang lanjutan beragendakan pemeriksaan saksi ahli di Pengadilan Negeri (PN) Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (19/8/2026).
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca