Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 22 Okt 2025 14:36 WIB

Hujan Deras Picu Bencana Hidrometeorologi di Jampangtengah Sukabumi, Belasan Rumah Terendam dan Akses Jalan Sempat Terputus


					Sejumlah rumah warga dan satu unit masjid di Kampung Cijulang, Desa Cijulang, Kecamatan Jampangtengah, terendam banjir setinggi lutut orang dewasa setelah hujan deras mengguyur pada Selasa (21/10/2025) sore. Bencana ini memaksa lima KK mengungsi sementara. Perbesar

Sejumlah rumah warga dan satu unit masjid di Kampung Cijulang, Desa Cijulang, Kecamatan Jampangtengah, terendam banjir setinggi lutut orang dewasa setelah hujan deras mengguyur pada Selasa (21/10/2025) sore. Bencana ini memaksa lima KK mengungsi sementara.

JENTERANEWS.com – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, sejak Selasa (21/10/2025) sore, telah menimbulkan dampak serius berupa banjir dan tanah longsor di dua desa, yakni Desa Cijulang dan Desa Bojongtipar. Peristiwa bencana hidrometeorologi ini mengakibatkan belasan rumah terendam, satu masjid terdampak, dan akses jalan desa sempat terputus.

Berdasarkan laporan terkini dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Jampangtengah, Dadi Supardi, kejadian bermula sekitar pukul 16.00 WIB ketika hujan dengan intensitas tinggi memicu luapan air dan pergerakan tanah di sejumlah titik.

Dampak terparah banjir dilaporkan terjadi di Desa Cijulang dan Desa Bojongtipar. Di Desa Cijulang, banjir setinggi lutut orang dewasa merendam delapan unit rumah dan satu unit masjid di Kampung Cijulang RT 07/03, RT 08/03, dan RT 09/03.

Sementara di Desa Bojongtipar, sebanyak empat unit rumah di Kampung Cibinong dan Kampung Cibojong juga ikut terendam, dengan ketinggian air serupa. Secara keseluruhan, bencana ini menyebabkan lima Kepala Keluarga (KK) atau 11 jiwa terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat mereka untuk menghindari risiko lebih lanjut. Beruntung, dalam kejadian ini dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.

Selain banjir, bencana longsor dan pergerakan tanah juga menjadi ancaman serius. Pada laporan awal, satu unit rumah di Kampung Cileutik RT 09/02, Desa Bojongtipar, mengalami kerusakan ringan di bagian belakang setelah tertutup material longsor.

Keesokan harinya, Rabu (22/10/2025), dampak longsor kembali dilaporkan, kali ini memutuskan akses jalan desa sepanjang 25 meter dengan lebar 3 meter dan tinggi 8 meter di Kampung Pasir Honje RT 05/01, Desa Bojongtipar. Jalan tersebut sempat tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Berkat upaya cepat warga bersama Pemerintah Desa Bojongtipar, jalan darurat berhasil dibuat hingga pukul 11.00 WIB, dan kini sudah dapat dilalui kembali oleh pejalan kaki dan kendaraan roda dua.

Ancaman pergerakan tanah juga muncul di Kampung Cibayondah RT 01/02, Desa Bojongtipar, di mana lima unit rumah yang dihuni tujuh KK atau 22 jiwa kini terancam.

P2BK Jampangtengah segera merespons kejadian ini dengan melakukan koordinasi dengan perangkat desa, kecamatan, Koramil, dan Polsek setempat, serta melaksanakan asesmen di lokasi kejadian. Pukul 21.45 WIB hari Selasa, air dilaporkan sudah surut, dan warga bersama aparat desa mulai membersihkan lumpur di rumah-rumah dan masjid yang terdampak.

Meskipun demikian, pihak P2BK Jampangtengah menggarisbawahi beberapa kebutuhan darurat yang mendesak. Diperlukan personil dan alat pembersih lumpur untuk mempercepat pemulihan di area terdampak banjir. Selain itu, untuk penanganan jangka panjang di lokasi longsor dan pergerakan tanah, dibutuhkan alat berat untuk membuat jalan baru sepanjang 40 meter sebagai solusi permanen, serta kajian teknis pergerakan tanah untuk memastikan keselamatan warga di Kampung Cibayondah.

Penyusun laporan, Dadi Supardi dari P2BK Jampangtengah, menegaskan bahwa data yang disampaikan ini bersifat awal dan sementara. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Pihak-pihak terkait, termasuk P2BK, Pemdes Cijulang, Pemdes Bojongtipar, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (FORKOPIMCAM) Jampangtengah, terus bersiaga di lokasi.(*)


Reporter: Mardi

Redaktur: Hamjah


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 38 kali

Baca Lainnya

Napi Lapas Warungkiara Kabur Saat Masa Asimilasi, Petugas dan Kepolisian Gelar Pengejaran

20 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Foto Patah alias Acil, narapidana kasus pencurian yang dilaporkan kabur dari Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, saat menjalani program asimilasi. (Foto: Dok. Lapas Warungkiara)

Perkuat Tata Kelola Pembudayaan Hidup Sehat, Dinkes Jabar Gelar Bimtek Lintas Sektor di Sukabumi

20 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Suasana pemaparan materi dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendampingan Pembudayaan Hidup Sehat (PHS) Tingkat Kabupaten Sukabumi yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat di Pendopo Sukabumi, Kamis (20/8/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas teknis dan manajerial lintas sektor guna mendorong perubahan perilaku hidup sehat di masyarakat.

Pastikan Kesiapan Fisik dan Administrasi KDKMP, Sekda Sukabumi Hadiri Rakornas Percepatan Verval

20 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman (tengah depan berbatik hitam dan kacamata), didampingi jajaran pimpinan perangkat daerah, mendengarkan pemaparan Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kementerian Koperasi RI dalam Rakornas Percepatan Verval Gerai KDKMP secara daring dari Pendopo Sukabumi, Kamis (20/8/2026). Di sebelah kiri Sekda (wanita berhijab) dan sebelah kanannya (pria berbatik) adalah bagian dari tim pendamping.

Sidang Kematian Nizam Syafei: Ahli Forensik Sebut Penyakit Kronis Sebagai Penyebab, Perkuat Pembelaan Ibu Tiri

20 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Terdakwa Teni Ridha Shi alias TR saat menjalani sidang lanjutan beragendakan pemeriksaan saksi ahli di Pengadilan Negeri (PN) Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (19/8/2026).

Tiga Hari Hilang, Mahasiswa Asal Jakarta Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Citepus Sukabumi

20 Agustus 2026 - 16:29 WIB

Tim gabungan dari Satpolairud Polres Sukabumi, Basarnas, dan TNI AL mengevakuasi jasad korban tenggelam, Ahmad Nadif Fadilah (21), menggunakan kantong mayat di bibir Pantai Dolpin Citepus, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Rabu (19/8/2026). Jasad mahasiswa asal Jakarta Selatan itu ditemukan mengapung setelah tiga hari dinyatakan hilang di Pantai Karangnaya.

Korupsi APBDes Rp574 Juta untuk Renovasi Rumah, Kaur Keuangan Desa di Sukabumi Resmi Ditahan

19 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Petugas Walsus Kejari Sukabumi mengawal seorang tahanan menuju mobil tahanan (atau ke dalam gedung, tidak jelas dari gambar) usai menjalani pemeriksaan. Tahanan tersebut mengenakan rompi oranye khas tahanan Kejari Sukabumi.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca