JENTERANEWS.com – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ciganas, Kabupaten Sukabumi, terpaksa terganggu. Sebuah pohon kelapa tumbang dan menghantam salah satu bangunan ruang kelas hingga mengalami rusak berat pada Kamis (5/3/2026) pagi.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Ciambar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB dan disusul hantaman pada atap kelas pada pukul 08.00 WIB. Lokasi kejadian tepatnya berada di Kampung Ciganas RT 01/RW 03, Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi.
Penyebab utama tumbangnya pohon kelapa tersebut dipastikan akibat kondisi akar pohon yang sudah keropos termakan usia sehingga tidak mampu lagi menahan beban batang pohon.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa nahas ini. Namun, dampak kerusakan fisik bangunan tergolong parah.
“Kejadian ini menyebabkan ruangan kelas mengalami rusak berat dan dipastikan tidak bisa dipergunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dalam waktu dekat. Tidak ada korban jiwa maupun luka, maupun warga yang harus mengungsi akibat kejadian ini,” tulis laporan resmi P2BK Ciambar.
Merespons cepat kejadian darurat ini, tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen dan pengamanan. Unsur yang terlibat meliputi P2BK Kecamatan Ciambar, Pemerintah Desa Munjul, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Satpol PP, serta relawan dari Tagana, Pramuka Peduli, dan Saba Desa.
Mengingat kondisi bangunan yang hancur, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah perbaikan ruang kelas. Hal ini sangat krusial agar hak pendidikan para siswa SDN Ciganas tidak terbengkalai terlalu lama. Sebagai langkah tindak lanjut, pihak terkait tengah menyusun Berita Acara Laporan Kejadian guna mengajukan permohonan bantuan perbaikan kepada dinas terkait.
Sementara itu, kondisi cuaca di lokasi kejadian saat ini terpantau mendung. BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau seluruh elemen masyarakat dan pihak sekolah untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama saat bangunan rumah atau sekolah sedang ditinggalkan.(*)
Editor: Hamjah















