Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 30 Apr 2026 09:32 WIB

Buntut Kematian Tragis Bocah NS: Ayah Kandung Susul Ibu Tiri ke Balik Jeruji Besi Atas Dugaan Penelantaran


					Buntut Kematian Tragis Bocah NS: Ayah Kandung Susul Ibu Tiri ke Balik Jeruji Besi Atas Dugaan Penelantaran Perbesar

JENTERANEWS.com — Kasus kematian tragis seorang anak laki-laki berinisial NS (12) asal Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, kini memasuki babak baru. Setelah sebelumnya menetapkan sang ibu tiri sebagai tersangka penganiayaan, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi resmi menahan ayah kandung korban, Anwar Satibi (AS), pada Rabu (29/4/2026).

Penahanan terhadap Anwar dilakukan setelah penyidik mengantongi bukti-bukti kuat terkait dugaan pembiaran dan penelantaran anak yang disinyalir menjadi salah satu faktor hilangnya nyawa korban.

Langkah tegas kepolisian ini merupakan tindak lanjut dari laporan yang dilayangkan oleh ibu kandung korban, Lisnawati. Dalam laporannya, Lisnawati menuding Anwar gagal memberikan perlindungan maksimal serta membiarkan terjadinya praktik penelantaran terhadap buah hati mereka selama berada di bawah hak asuh sang ayah.

Atas dasar temuan tersebut, penyidik menjerat Anwar dengan Pasal 76 dan Pasal 77B Undang-Undang Perlindungan Anak. Fokus dakwaan mengarah pada delik pembiaran, di mana polisi menduga terdapat kelalaian fatal pada saat korban sangat membutuhkan pertolongan medis sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Penetapan tersangka terhadap Anwar menjadikan kasus ini kian kompleks, mengingat ibu tiri korban yang berinisial TR telah lebih dulu mendekam di tahanan atas sangkaan penganiayaan dan baru saja gagal memenangkan gugatan praperadilannya.

Kuasa hukum Anwar Satibi, Farhat Abbas, membenarkan bahwa kliennya akan menjalani masa penahanan untuk 20 hari ke depan. Kendati demikian, pihak kuasa hukum melontarkan kritik keras terhadap langkah penyidik yang dinilai mengesampingkan kondisi psikologis kliennya.

“Ini satu tekanan. Kapolres seolah pakai kacamata kuda, tidak melihat bahwa orang ini sebenarnya juga baru kehilangan anak kandungnya,” ujar Farhat saat ditemui di Mapolres Sukabumi.

Farhat dengan tegas membantah tuduhan bahwa kliennya sengaja menelantarkan korban atau menghalangi akses perawatan medis. Ia berdalih bahwa penundaan pengobatan murni disebabkan oleh situasi medis saat itu, bukan unsur kesengajaan.

“Bukan dibiarkan tidak berobat. Ada informasi saat itu disarankan besok saja ke rumah sakit, jadi bukan kesengajaan membiarkan anak dalam bahaya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Farhat menggarisbawahi bahwa selama berada di bawah asuhan Anwar, NS mendapatkan hak pendidikan yang sangat layak, bahkan dimasukkan ke pesantren dan berstatus sebagai seorang penghafal Al-Qur’an.

Merespons penahanan ini, tim kuasa hukum Anwar menyatakan tidak akan tinggal diam. Mereka berencana untuk menguji keabsahan penahanan kliennya melalui jalur praperadilan. Tidak hanya itu, Farhat juga mendesak kepolisian agar turut memeriksa Lisnawati, selaku ibu kandung korban, atas dugaan kelalaian serupa.

“Tanggung jawab pengasuhan itu melekat pada kedua orang tua. Kami menuntut keadilan yang setara dalam proses ini,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Anwar Satibi telah resmi menempati sel tahanan Polres Sukabumi. Penahanan ini dilakukan oleh pihak kepolisian guna mempermudah proses penyidikan lebih lanjut dalam mengungkap secara tuntas tragedi yang merenggut nyawa NS.(*)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

Baca Lainnya

Diterjang Cuaca Ekstrem, Rumah Warga Cidadap Sukabumi Roboh

25 Mei 2026 - 18:29 WIB

Konstruksi rumah panggung berukuran 4x8 meter di Kampung Cibadak, RT 004/002, Desa Cidadap, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, tampak roboh pada bagian panggung dan atap setelah diguyur hujan deras pada Senin (25/5/2026) dini hari. Kerusakan total ini memperlihatkan anyaman bambu di dinding dan puing-puing konstruksi yang berserakan. (Foto: Dokumen P2BK Cidadap / BPBD Kabupaten Sukabumi)

Hujan Deras 8 Jam, Luapan Sungai Cikaso Putus Akses Jalan dan Rendam Rumah Warga di Sagaranten

25 Mei 2026 - 10:17 WIB

Petugas gabungan dari Polsek Sagaranten dan petugas penanggulangan bencana (P2BK/BPBD) bersiaga memantau kondisi ruas Jalan Raya Sagaranten - Cidolog di Desa Curugluhur yang terputus akibat luapan Sungai Cikaso, Senin (25/5/2026). Luapan air sempat mencapai ketinggian 1,5 meter dan melumpuhkan arus lalu lintas kendaraan. (Foto: Dok. P2BK Sagaranten)

Hujan Deras Guyur Sukabumi, Bendungan Irigasi di Curugkembar Jebol dan Ancam 30 Hektare Sawah

25 Mei 2026 - 06:51 WIB

kerusakan berat pada bendungan irigasi di Jalan Pasir Kadu, Desa Sindangraja, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi. Infrastruktur ini roboh dan terbawa arus air sungai yang meluap setelah hujan lebat, mengancam 30 hektare lahan pertanian warga.

Hujan Deras Picu Tanah Longsor di Nagrak Sukabumi, Warga Sigap Gotong Royong

24 Mei 2026 - 22:19 WIB

Kondisi darurat di Kampung Kebonkai, Sukabumi, Minggu malam (24/5/2026). Tampak timbunan tanah dan puing setinggi tebing di sisi kanan, menutupi akses jalan gang utama setelah longsor melanda akibat hujan deras terus menerus. Seorang warga atau petugas berjas hujan (kiri) terlihat di dekat lokasi kejadian.

Banjir dan Longsor Landa Simpenan Sukabumi Usai Diguyur Hujan Deras

24 Mei 2026 - 19:53 WIB

Pemandangan memprihatinkan di ruas jalan desa menuju Kampung Ciporekat, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu sore (24/5/2026). Air berlumpur berwarna cokelat yang mengalir deras menggerus aspal jalan akibat hujan dengan intensitas tinggi. Kejadian ini mengakibatkan kerusakan parah pada permukaan jalan, mempersulit akses transportasi utama warga. (Dok. P2BK SIMPENAN / Pusdalops PB BPBD Kab. Sukabumi)

Hujan Deras Picu Longsor di Ciambar Sukabumi, Dua Motor Tertimbun dan Tiga Rumah Terancam

24 Mei 2026 - 19:20 WIB

Kondisi Pasca Longsor Tebing di Kampung Cipeumutih, Desa Munjul. Pemandangan lereng tanah yang terjal dan labil di lokasi longsor tebing di Kampung Cipeumutih, RT 01/07, Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi. Gambar ini menunjukkan besarnya material longsoran yang ambruk setelah hujan deras pada Minggu (24/5/2026) sore, menimbun pekarangan di bawahnya. Longsoran tebing pekarangan setinggi 10 meter milik Bapak Aap ini menimpa pagar dan dua unit sepeda motor milik warga yang masih tertimbun material yang terlihat labil. [Visual/Dok. P2BK Ciambar - BPBD Kabupaten Sukabumi]
Trending di Sukabumi