JENTERANEWS.com — Menjelang peringatan Hari Buruh Sedunia (May Day) yang jatuh pada 1 Mei 2026, Kepolisian Resor (Polres) Sukabumi, Jawa Barat, telah menyiagakan serangkaian langkah strategis. Fokus utama pengamanan tahun ini adalah mengawal pergerakan sekitar 3.000 buruh asal Kabupaten Sukabumi yang dijadwalkan bertolak ke Ibu Kota Jakarta untuk bergabung menyuarakan aspirasi bersama serikat pekerja lainnya.
Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, menegaskan bahwa menjaga stabilitas dan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Kabupaten Sukabumi tetap menjadi prioritas utama aparat kepolisian selama momentum May Day berlangsung.
“Lebih baik aspirasi mereka disampaikan langsung di pusat (Jakarta). Ini adalah langkah strategis kami untuk menjaga situasi kamtibmas di Sukabumi agar tetap aman dan terkendali,” ujar AKBP Samian dalam keterangannya.
Dalam operasi pengawalan ini, pihak kepolisian tidak sekadar mengawasi, tetapi juga memberikan jaminan perlindungan secara penuh. AKBP Samian menekankan bahwa aspek keselamatan para pekerja adalah hal mutlak. Pengawalan akan melekat untuk memastikan seluruh buruh berada dalam kondisi aman—baik saat perjalanan darat menuju Jakarta, selama pelaksanaan aksi solidaritas, hingga kembali ke daerah asal.
“Berangkat 3 ribu orang, pulang juga harus 3 ribu orang. Jangan sampai ada insiden atau masalah di jalan. Kita pastikan mereka selamat sampai tujuan dan kembali dengan aman,” tegas Samian.
Di luar persiapan pengamanan May Day, iklim hubungan industrial di Kabupaten Sukabumi sejauh ini mencatatkan tren yang sangat positif. Berdasarkan data evaluasi kepolisian, dalam kurun waktu 20 bulan terakhir, dinamika perburuhan di wilayah tersebut selalu berjalan dengan damai dan mengedepankan pendekatan yang komunikatif.
Kondusifnya iklim ketenagakerjaan ini sejalan dengan tren peningkatan kesejahteraan ekonomi pekerja. Saat ini, Upah Minimum Regional (UMR) di Kabupaten Sukabumi telah mengalami penyesuaian hingga menyentuh angka Rp3,8 juta. Peningkatan upah ini dinilai menjadi instrumen krusial dalam mendongkrak taraf hidup para pekerja.
“Kesejahteraan buruh di Sukabumi sudah cukup baik. Kami berharap, ke depannya para buruh atau pekerja ini dapat terus menjadi kekuatan yang positif dalam menjaga stabilitas dan kemajuan daerah,” pungkas AKBP Samian.(*)















