JENTERANEWS.com — Kelelahan di tengah tingginya mobilitas arus mudik kembali memicu insiden di jalan raya. Sebuah kecelakaan lalu lintas yang dramatis terjadi di Jalan Provinsi ruas Kiaradua–Bagbagan, tepatnya di Kampung Cigaru, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (19/3/2026) sekira pukul 13.30 WIB.
Kecelakaan ini melibatkan sebuah mobil Daihatsu Sigra bernomor polisi B 1870 PYZ yang dikemudikan oleh H. Rispalah (53), warga Kecamatan Kalibunder, dengan sebuah sepeda motor Honda Scoopy yang dikendarai oleh Gesta, pemuda asal Kampung Bagbagan, Desa Loji, Kecamatan Simpenan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kecelakaan bermula saat mobil yang dikemudikan H. Rispalah melaju dari arah Jampangkukon menuju Palabuhanratu. Nahas, setibanya di lokasi kejadian, kendaraan roda empat tersebut kehilangan kendali dan menabrak sepeda motor dari arah berlawanan.
Akibat benturan keras tersebut, Honda Scoopy mengalami kerusakan parah hingga ringsek di bagian depan. Tidak berhenti sampai di situ, mobil Daihatsu Sigra terus melaju keluar dari bahu jalan hingga akhirnya terjun bebas ke dalam area kebun teh dengan kedalaman mencapai 15 meter.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa mengerikan ini.
-
Gesta (Pengendara Motor): Mengalami luka-luka akibat benturan dan langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat oleh warga untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
-
H. Rispalah (Pengemudi Mobil): Dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka sedikit pun, meski mobilnya terperosok ke dasar kebun teh.
Saat dikonfirmasi di lokasi kejadian, H. Rispalah mengakui bahwa kecelakaan tersebut dipicu oleh kondisi fisiknya yang sudah tidak prima. Ia mengalami microsleep atau tertidur sesaat saat mengemudi.
“Saat itu saya benar-benar mengantuk dan sebenarnya berniat mencari tempat parkiran yang teduh untuk beristirahat. Namun, dari arah berlawanan tiba-tiba datang sepeda motor, dan tabrakan pun tidak terhindarkan,” ungkap Rispalah yang tampak masih syok sambil sesekali menghubungi keluarganya via telepon seluler.
Insiden ini sontak menyita perhatian warga setempat dan pengendara yang melintas. Kerumunan massa di sekitar lokasi ditambah dengan volume kendaraan yang melonjak tajam akibat arus mudik jelang Lebaran, membuat arus lalu lintas di ruas Kiaradua–Bagbagan sempat mengalami kemacetan panjang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendataan dan belum merilis keterangan resmi terkait detail olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) maupun teknis evakuasi mobil dari dasar kebun teh.
Kendati demikian, menyikapi tingginya angka kecelakaan akibat faktor human error di musim mudik, pihak kepolisian kembali mengeluarkan imbauan tegas:
-
Jangan Paksakan Diri: Pengendara dilarang keras memaksakan diri mengemudi dalam kondisi mengantuk atau kelelahan, karena sangat berpotensi membahayakan nyawa diri sendiri dan orang lain. Segera menepi ke rest area atau tempat yang aman untuk beristirahat.
-
Cek Kondisi Kendaraan: Pastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan (rem, ban, lampu, dan mesin) sebelum melakukan perjalanan jauh.
-
Patuhi Aturan: Tetap patuhi rambu-rambu dan batas kecepatan, terlebih di tengah padatnya mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Editor: Hamjah















