JENTERANEWS.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi kembali memicu terjadinya bencana alam. Sebuah insiden pergerakan tanah dan tanah amblas mengakibatkan rusaknya fasilitas rumah warga di Kampung Cikawung, RT 42/RW 08, Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, pada Selasa (31/3/2026) sore.
Berdasarkan laporan resmi dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nagrak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Curah hujan yang ekstrem menyebabkan fondasi bangunan, khususnya di bagian kamar mandi, mengalami penurunan struktur tanah secara tiba-tiba.
“Kondisi diperparah oleh air hujan yang meresap deras dan masuk ke sumur septic tank yang posisinya berada tepat di tengah lantai kamar mandi,” ungkap perwakilan P2BK Nagrak dalam laporan tertulisnya.
Akibat gerusan air dan labilnya tanah, struktur bangunan tidak mampu bertahan. Dinding hingga bagian atap kamar mandi tersebut akhirnya ambruk seketika. Diketahui, bangunan tersebut merupakan milik keluarga Bapak Udin, yang dihuni oleh satu kepala keluarga (KK) beranggotakan lima jiwa.
Beruntung, saat insiden pergerakan tanah ini terjadi, tidak ada anggota keluarga yang berada di titik lokasi. Pihak BPBD mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam peristiwa nahas ini.
Merespons kejadian tersebut, tim P2BK Nagrak segera turun ke lokasi untuk melakukan assessment (kaji cepat) terkait tingkat kerusakan dan risiko susulan. Koordinasi intensif juga langsung dijalankan bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Pawenang dan Unit Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (URC PB) tingkat desa.
Hingga berita ini diturunkan pada Rabu (1/4/2026), belum ada perbaikan fisik pada bangunan yang hancur. Namun, sebagai langkah mitigasi darurat, petugas bersama warga setempat telah bahu-membahu membuat parit sementara. Saluran air darurat ini berfungsi untuk mengalihkan debit air jika hujan kembali turun, guna mencegah rembesan air susulan yang dapat memicu longsoran atau amblasan yang lebih luas.
Untuk penanganan lebih lanjut, keluarga terdampak saat ini sangat membutuhkan intervensi bantuan fisik. Berdasarkan hasil pantauan lapangan, dua kebutuhan yang paling mendesak adalah:
-
Tenda Gulung (Terpal): Untuk menutup area tanah yang amblas agar tidak terpapar langsung oleh curah hujan.
-
Material Bangunan: Guna melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi kembali fasilitas sanitasi yang hancur.
Terkait prosedur administrasi, pihak BPBD telah merekomendasikan agar Pemdes Pawenang segera merampungkan Berita Acara Laporan Kejadian. Dokumen tersebut akan menjadi dasar hukum untuk mengajukan permohonan bantuan secara resmi ke tingkat BPBD Kabupaten Sukabumi.
Di tengah fenomena cuaca yang sulit diprediksi, BPBD Kabupaten Sukabumi tidak henti-hentinya mengeluarkan peringatan dini.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Sukabumi untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat terjadi hujan lebat yang kerap disertai angin kencang dan kilatan petir. Mari bersama-sama menjaga keselamatan dan melaporkan setiap potensi bahaya di lingkungan sekitar.” (Sumber Info: P2BK Nagrak – BPBD Kabupaten Sukabumi)















