Menu ✖

Mode Gelap

Sukabumi · 1 Apr 2026 11:19 WIB

Hujan Deras Picu Pergerakan Tanah di Nagrak, Bangunan Kamar Mandi Warga Desa Pawenang Ambruk


					Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nagrak tengah melakukan assessment di lokasi bangunan kamar mandi warga yang ambruk akibat pergerakan tanah di Kampung Cikawung, Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Selasa (31/3/2026) malam. (Foto: Dok. P2BK Nagrak/BPBD Kabupaten Sukabumi) Perbesar

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nagrak tengah melakukan assessment di lokasi bangunan kamar mandi warga yang ambruk akibat pergerakan tanah di Kampung Cikawung, Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Selasa (31/3/2026) malam. (Foto: Dok. P2BK Nagrak/BPBD Kabupaten Sukabumi)

JENTERANEWS.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi kembali memicu terjadinya bencana alam. Sebuah insiden pergerakan tanah dan tanah amblas mengakibatkan rusaknya fasilitas rumah warga di Kampung Cikawung, RT 42/RW 08, Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, pada Selasa (31/3/2026) sore.

Berdasarkan laporan resmi dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nagrak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Curah hujan yang ekstrem menyebabkan fondasi bangunan, khususnya di bagian kamar mandi, mengalami penurunan struktur tanah secara tiba-tiba.

“Kondisi diperparah oleh air hujan yang meresap deras dan masuk ke sumur septic tank yang posisinya berada tepat di tengah lantai kamar mandi,” ungkap perwakilan P2BK Nagrak dalam laporan tertulisnya.

Akibat gerusan air dan labilnya tanah, struktur bangunan tidak mampu bertahan. Dinding hingga bagian atap kamar mandi tersebut akhirnya ambruk seketika. Diketahui, bangunan tersebut merupakan milik keluarga Bapak Udin, yang dihuni oleh satu kepala keluarga (KK) beranggotakan lima jiwa.

Beruntung, saat insiden pergerakan tanah ini terjadi, tidak ada anggota keluarga yang berada di titik lokasi. Pihak BPBD mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam peristiwa nahas ini.

Merespons kejadian tersebut, tim P2BK Nagrak segera turun ke lokasi untuk melakukan assessment (kaji cepat) terkait tingkat kerusakan dan risiko susulan. Koordinasi intensif juga langsung dijalankan bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Pawenang dan Unit Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (URC PB) tingkat desa.

Hingga berita ini diturunkan pada Rabu (1/4/2026), belum ada perbaikan fisik pada bangunan yang hancur. Namun, sebagai langkah mitigasi darurat, petugas bersama warga setempat telah bahu-membahu membuat parit sementara. Saluran air darurat ini berfungsi untuk mengalihkan debit air jika hujan kembali turun, guna mencegah rembesan air susulan yang dapat memicu longsoran atau amblasan yang lebih luas.

Untuk penanganan lebih lanjut, keluarga terdampak saat ini sangat membutuhkan intervensi bantuan fisik. Berdasarkan hasil pantauan lapangan, dua kebutuhan yang paling mendesak adalah:

  • Tenda Gulung (Terpal): Untuk menutup area tanah yang amblas agar tidak terpapar langsung oleh curah hujan.

  • Material Bangunan: Guna melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi kembali fasilitas sanitasi yang hancur.

Terkait prosedur administrasi, pihak BPBD telah merekomendasikan agar Pemdes Pawenang segera merampungkan Berita Acara Laporan Kejadian. Dokumen tersebut akan menjadi dasar hukum untuk mengajukan permohonan bantuan secara resmi ke tingkat BPBD Kabupaten Sukabumi.

Di tengah fenomena cuaca yang sulit diprediksi, BPBD Kabupaten Sukabumi tidak henti-hentinya mengeluarkan peringatan dini.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Sukabumi untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat terjadi hujan lebat yang kerap disertai angin kencang dan kilatan petir. Mari bersama-sama menjaga keselamatan dan melaporkan setiap potensi bahaya di lingkungan sekitar.” (Sumber Info: P2BK Nagrak – BPBD Kabupaten Sukabumi)


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 38 kali

Baca Lainnya

Jasad Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Perkebunan Jati Ciemas Sukabumi

13 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Sesosok mayat dengan kondisi pembusukan lanjut yang diduga berjenis kelamin perempuan ditemukan tergeletak di sebuah perkebunan jati di Kampung Margaluyu Dua, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (13/10/2026) pagi.

Sukses Gelar Maulid Nabi SAW, Jamaah Musolla Al-Ikhlas Kebonkai Sukabumi Pererat Tali Silaturahmi

11 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Ustadz Najmudin Jaelani (Ustadz Serepet) menyampaikan tausiyah dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di halaman samping Musolla Al-Ikhlas Kp. Kebonkai, Desa Girijaya, Nagrak, Sukabumi, Minggu (10/10/2026). Di depan, tampak ratusan jamaah, termasuk anak-anak dan wanita berhijab, menyimak ceramah dengan khidmat.

AKHIR TRAGIS DI PALANG PINTU DAPUR: Depresi Ekonomi Diduga Picu Kematian Ibu Muda di Tegalbuleud

11 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Petugas gabungan yang terdiri dari anggota TNI (Babinsa), Polri (Bhabinkamtibmas), anggota Satpol PP, serta aparat Desa Nangela Kec. Tegalbuleud tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di dalam rumah korban, Winda Nela Kuswiyanti (29), Sabtu (10/10/2026).

HUT ke-81 TNI: Posramil Purabaya Gelar Khitanan Massal

10 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Suasana acara khitanan massal dalam rangka HUT ke-81 TNI di Posramil Purabaya, Sukabumi. Warga setempat antusias mengikuti kegiatan bakti sosial tersebut

Perselisihan Senjata Tajam di Cireunghas Sukabumi Mengakibatkan Tiga Orang Luka-Luka

10 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Warga dan anggota kepolisian berkumpul di ruang tamu sebuah rumah milik H di Kampung Gandasoli, Cireunghas, pasca-perkelahian yang melibatkan senjata tajam pada Sabtu (10/10/2026). Seorang petugas polisi terlihat sedang menangani korban yang tergeletak, sementara noda darah tampak terlihat di lantai di dekat korban. Peristiwa ini menyebabkan tiga orang luka-luka, dua di antaranya berat.

Jembatan Garuda Cibodas Gunungbentang Resmi Beroperasi, Hubungkan Dua Kecamatan di Sukabumi

10 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sagaranten berfoto bersama Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf. Agung Ariwibowo (tengah) di depan Jembatan Garuda Cibodas setelah acara peresmian di Desa Gunung Bentang, Sabtu (10/10/2026). Jembatan ini menjadi akses penghubung penting bagi warga setempat.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca