JENTERANEWS.com — Ketenangan warga Kampung Bojong Duren, Desa Cibentang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, mendadak pecah oleh aksi kekerasan bersenjata tajam. Seorang pria paruh baya berinisial U (58) nekat membacok tetangganya sendiri menggunakan sebilah golok pada Selasa (7/4/2026) pagi.
Peristiwa berdarah tersebut menimpa Wandi (53). Pagi itu, korban tengah menjalani rutinitasnya mencuci pakaian di pelataran rumah. Tanpa adanya tegur sapa maupun provokasi, U tiba-tiba datang menghampiri dan langsung melayangkan sabetan senjata tajam tepat ke arah leher korban.
Aksi beringas tersebut sontak membuat situasi di kawasan pemukiman warga menjadi mencekam. Usai melukai korban, pelaku melarikan diri dan mengurung diri di dalam rumahnya dengan tetap menggenggam erat golok di tangannya. Warga sekitar yang merasa terancam dan ketakutan segera melapor kepada pihak berwajib.
Proses pengamanan pelaku berlangsung dengan sangat dramatis. Aparat gabungan yang terdiri dari jajaran Polsek Gunungguruh, prajurit TNI, perangkat Kecamatan, hingga Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) langsung diterjunkan ke lokasi kejadian. Petugas harus melakukan taktik negosiasi yang panjang guna membujuk pelaku agar menyerahkan diri tanpa memicu jatuhnya korban tambahan.
“Pelaku sempat bertahan cukup lama di dalam rumah. Namun, berkat sinergi warga dan kesigapan petugas gabungan di lapangan, pelaku akhirnya berhasil dilumpuhkan sesaat setelah ia keluar dari rumah dan langsung diamankan,” ungkap Kapolsek Gunungguruh, Iptu Iwan Gunawan, saat memberikan keterangan pada Kamis (9/4/2026).
Sementara petugas berjibaku mengamankan pelaku, upaya penyelamatan korban juga dilakukan dengan sangat cepat. Respons sigap dari Kepala Desa beserta jajaran perangkat desa patut diapresiasi. Wandi, yang mengalami pendarahan akibat luka robek serius di bagian leher, langsung dievakuasi menggunakan ambulans desa menuju klinik terdekat. Nyawa Wandi berhasil diselamatkan setelah mendapatkan enam jahitan medis, dan saat ini ia tengah berada dalam masa pemulihan intensif.
Di balik insiden pembacokan yang nyaris merenggut nyawa tersebut, terungkap sebuah fakta memilukan mengenai kondisi pelaku. Kepolisian mengonfirmasi bahwa serangan mendadak tanpa alasan yang jelas itu dilatarbelakangi oleh faktor kesehatan mental.
Iptu Iwan Gunawan menjelaskan bahwa U diduga kuat berstatus sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
“Kami memastikan bahwa tindak penganiayaan atau pembacokan terhadap korban yang sedang mencuci ini dilakukan oleh terduga ODGJ. Hal ini pula yang menjawab mengapa pelaku tiba-tiba datang membawa golok dan menyerang tanpa sebab yang jelas,” pungkas Iwan.
Saat ini, pelaku telah diamankan oleh pihak berwenang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sesuai dengan prosedur hukum dan medis yang berlaku bagi individu dengan gangguan kejiwaan.(*)
Laporan: Awang
Editor: Hamjah















