Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 15 Apr 2026 19:26 WIB

Perkuat Konvergensi Stunting Tingkat Desa, Wabup Sukabumi Jadikan Data KPM Sebagai Rujukan Kebijakan


					Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, tengah memberikan arahan saat menerima audiensi Forum Kader Pembangunan Manusia (KPM) Kabupaten Sukabumi di Pendopo, Rabu (14/4/2026). Perbesar

Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, tengah memberikan arahan saat menerima audiensi Forum Kader Pembangunan Manusia (KPM) Kabupaten Sukabumi di Pendopo, Rabu (14/4/2026).

JENTERANEWS.com — Dalam upaya mempercepat penurunan angka prevalensi stunting, Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus memperluas sinergi dengan berbagai elemen masyarakat. Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, secara resmi menerima audiensi Forum Kader Pembangunan Manusia (KPM) Kabupaten Sukabumi di Pendopo, Rabu (14/4/2026).

Pertemuan strategis ini berfokus pada pembahasan krusial mengenai konvergensi stunting di tingkat desa, sekaligus menyinkronkan berbagai program kerja yang diusung oleh forum tersebut dengan visi pemerintah daerah.

Ketua Forum KPM Kabupaten Sukabumi, Timan Sutiman, mengungkapkan bahwa kehadiran pihaknya bertujuan untuk menyampaikan potret kondisi stunting di pedesaan berdasarkan data faktual yang telah dihimpun langsung oleh para kader. Menurutnya, pemetaan yang akurat merupakan kunci utama dalam memberantas masalah gizi kronis pada anak.

“Konvergensi stunting menjadi salah satu fokus utama kami di desa. Apalagi, ujung tombak kami yakni para kader KPM telah menyebar dan aktif di seluruh desa yang ada di wilayah Kabupaten Sukabumi,” jelas Timan.

Lebih lanjut, Timan berharap basis data komprehensif yang dimiliki oleh KPM dapat memberikan sumbangsih nyata dan menjadi fondasi bagi Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam merumuskan langkah taktis ke depannya.

“Semoga kehadiran kami di sini bisa membantu pemerintah secara konkret. Kami berharap rekomendasi berbasis pendataan lapangan ini dapat digunakan untuk mengintervensi titik-titik rawan stunting secara tepat sasaran,” tambahnya.

Menyikapi pemaparan tersebut, Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan dedikasi Forum KPM. Ia menegaskan bahwa pengentasan stunting bukanlah tugas yang bisa diselesaikan secara parsial oleh pemerintah saja, melainkan membutuhkan keterlibatan lintas sektoral.

“Penanganan stunting mutlak memerlukan kolaborasi Pentahelix—melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan media. Kami sangat bersyukur ada KPM yang mengambil peran aktif dan turut serta membantu tugas kami di lapangan,” ungkap H. Andreas.

Wabup juga memastikan bahwa hasil rekomendasi dan data yang diserahkan oleh Forum KPM tidak akan sekadar menjadi laporan tertulis. Informasi tersebut diproyeksikan menjadi referensi valid dan bahan pertimbangan utama dalam menentukan arah kebijakan strategis Pemerintah Kabupaten Sukabumi guna mencetak generasi penerus yang sehat dan cerdas.

“Ini adalah sebuah langkah yang sangat positif dan konstruktif. Rekomendasi ini akan menjadi bahan pertimbangan yang esensial dalam merumuskan dan mengeksekusi suatu arah kebijakan di masa mendatang,” pungkasnya.

Melalui sinergi yang kuat antara Pemerintah Daerah dan kader di tingkat akar rumput, Kabupaten Sukabumi optimistis target desa bebas stunting dapat segera terealisasi.(*)

Editor: Hamjah

Artikel ini telah dibaca 19 kali

Baca Lainnya

Diterjang Cuaca Ekstrem, Rumah Warga Cidadap Sukabumi Roboh

25 Mei 2026 - 18:29 WIB

Konstruksi rumah panggung berukuran 4x8 meter di Kampung Cibadak, RT 004/002, Desa Cidadap, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, tampak roboh pada bagian panggung dan atap setelah diguyur hujan deras pada Senin (25/5/2026) dini hari. Kerusakan total ini memperlihatkan anyaman bambu di dinding dan puing-puing konstruksi yang berserakan. (Foto: Dokumen P2BK Cidadap / BPBD Kabupaten Sukabumi)

Hujan Deras 8 Jam, Luapan Sungai Cikaso Putus Akses Jalan dan Rendam Rumah Warga di Sagaranten

25 Mei 2026 - 10:17 WIB

Petugas gabungan dari Polsek Sagaranten dan petugas penanggulangan bencana (P2BK/BPBD) bersiaga memantau kondisi ruas Jalan Raya Sagaranten - Cidolog di Desa Curugluhur yang terputus akibat luapan Sungai Cikaso, Senin (25/5/2026). Luapan air sempat mencapai ketinggian 1,5 meter dan melumpuhkan arus lalu lintas kendaraan. (Foto: Dok. P2BK Sagaranten)

Hujan Deras Guyur Sukabumi, Bendungan Irigasi di Curugkembar Jebol dan Ancam 30 Hektare Sawah

25 Mei 2026 - 06:51 WIB

kerusakan berat pada bendungan irigasi di Jalan Pasir Kadu, Desa Sindangraja, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi. Infrastruktur ini roboh dan terbawa arus air sungai yang meluap setelah hujan lebat, mengancam 30 hektare lahan pertanian warga.

Hujan Deras Picu Tanah Longsor di Nagrak Sukabumi, Warga Sigap Gotong Royong

24 Mei 2026 - 22:19 WIB

Kondisi darurat di Kampung Kebonkai, Sukabumi, Minggu malam (24/5/2026). Tampak timbunan tanah dan puing setinggi tebing di sisi kanan, menutupi akses jalan gang utama setelah longsor melanda akibat hujan deras terus menerus. Seorang warga atau petugas berjas hujan (kiri) terlihat di dekat lokasi kejadian.

Banjir dan Longsor Landa Simpenan Sukabumi Usai Diguyur Hujan Deras

24 Mei 2026 - 19:53 WIB

Pemandangan memprihatinkan di ruas jalan desa menuju Kampung Ciporekat, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu sore (24/5/2026). Air berlumpur berwarna cokelat yang mengalir deras menggerus aspal jalan akibat hujan dengan intensitas tinggi. Kejadian ini mengakibatkan kerusakan parah pada permukaan jalan, mempersulit akses transportasi utama warga. (Dok. P2BK SIMPENAN / Pusdalops PB BPBD Kab. Sukabumi)

Hujan Deras Picu Longsor di Ciambar Sukabumi, Dua Motor Tertimbun dan Tiga Rumah Terancam

24 Mei 2026 - 19:20 WIB

Kondisi Pasca Longsor Tebing di Kampung Cipeumutih, Desa Munjul. Pemandangan lereng tanah yang terjal dan labil di lokasi longsor tebing di Kampung Cipeumutih, RT 01/07, Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi. Gambar ini menunjukkan besarnya material longsoran yang ambruk setelah hujan deras pada Minggu (24/5/2026) sore, menimbun pekarangan di bawahnya. Longsoran tebing pekarangan setinggi 10 meter milik Bapak Aap ini menimpa pagar dan dua unit sepeda motor milik warga yang masih tertimbun material yang terlihat labil. [Visual/Dok. P2BK Ciambar - BPBD Kabupaten Sukabumi]
Trending di Sukabumi