Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 25 Mei 2026 06:51 WIB

Hujan Deras Guyur Sukabumi, Bendungan Irigasi di Curugkembar Jebol dan Ancam 30 Hektare Sawah


					kerusakan berat pada bendungan irigasi di Jalan Pasir Kadu, Desa Sindangraja, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi. Infrastruktur ini roboh dan terbawa arus air sungai yang meluap setelah hujan lebat, mengancam 30 hektare lahan pertanian warga. Perbesar

kerusakan berat pada bendungan irigasi di Jalan Pasir Kadu, Desa Sindangraja, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi. Infrastruktur ini roboh dan terbawa arus air sungai yang meluap setelah hujan lebat, mengancam 30 hektare lahan pertanian warga.

JENTERANEWS.com – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi memicu bencana infrastruktur di Kecamatan Curugkembar. Sebuah bendungan irigasi dilaporkan roboh dan terbawa hanyut arus air yang meluap pada Senin (25/5/2026) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan aliran air ke puluhan hektare lahan pertanian warga terputus total.

Berdasarkan laporan resmi dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Curugkembar, Suryana, petaka ini bermula sejak Minggu (24/5) siang sekitar pukul 14.30 WIB, saat kawasan tersebut mulai diguyur hujan lebat tanpa henti. Akibatnya, debit air sungai meningkat drastis hingga menciptakan tekanan besar yang mengikis dan meruntuhkan dinding bendungan irigasi.

“Satu unit bendungan irigasi mengalami rusak berat karena tidak mampu menahan hantaman arus air yang meluap. Kontruksi bangunan roboh lalu terbawa arus,” ujar Suryana dalam keterangan tertulisnya, Senin pagi.

Amblasnya infrastruktur pengairan ini langsung berdampak signifikan pada stabilitas wilayah setempat. Tercatat ada tiga kampung di Desa Sindangraja yang mengalami dampak langsung, meliputi Kampung Pasir Bajing (RT 03/RW 03), Kampung Cikonyal (RT 02/RW 03), dan Kampung Bojong Kalapa (RT 01/RW 03).

Meski tidak ada korban jiwa, luka-luka, maupun warga yang mengungsi, dampak ekonomi akibat jebolnya bendungan irigasi ini diprediksi cukup besar. Berdasarkan asesmen sementara di lapangan, sedikitnya 30 hektare lahan pertanian milik warga kini terancam kekeringan dan gagal panen (fuso) jika tidak segera ditangani. Hingga saat ini, total taksiran kerugian materiil masih dalam proses penghitungan oleh pihak terkait.

Merespons kejadian tersebut, tim P2BK Curugkembar bersama sejumlah unsur kewilayahan langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan langkah-langkah mitigasi darurat.

Pihak P2BK telah berkoordinasi secara intensif dengan Perangkat Desa Sindangraja, staf Kecamatan Curugkembar, Koramil, serta Polsek setempat. Selain itu, personel P2BK bersama Tagana dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) juga dikerahkan untuk melakukan asesmen menyeluruh terhadap dampak kerusakan.

Di lokasi kejadian, tampak hadir Kepala Dusun, anggota Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, serta elemen masyarakat yang bergotong-royong memantau situasi. Mengingat cuaca di lokasi dilaporkan masih diguyur hujan lebat, petugas terus memberikan imbauan keras agar warga di sekitar bantaran sungai tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penanganan fisik secara permanen pada struktur bendungan yang rusak. Guna melakukan penanganan darurat (kedaruratan bencana), pihak lapangan melaporkan kebutuhan logistik yang mendesak, antara lain:

  • Karung: 500 lembar

  • Peralon Besar: 25 batang

  • Beronjong: 50 unit

  • Material tambahan: Batu pecah

Pihak Pusdalops (Pusat Pengendalian Operasi) BPBD Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa seluruh data yang dihimpun saat ini masih bersifat data awal dan dinamis. Informasi terkini mengenai perkembangan penanganan dan kalkulasi kerugian akan terus diperbarui seiring dengan situasi di lapangan.

Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut atau ingin melaporkan kondisi darurat, dapat menghubungi Call Center resmi BPBD Kabupaten Sukabumi di nomor (0266) 6323717 atau melalui posko utama di Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 6, Ciangsana, Cikembar.(*)

Artikel ini telah dibaca 34 kali

Baca Lainnya

Lautan Massa di Sukabumi: Petani hingga Relawan Bersatu Tolak Moratorium Program MBG

24 Juni 2026 - 13:18 WIB

Ribuan massa aksi dari berbagai elemen masyarakat berkumpul di Lapang Merdeka Kota Sukabumi sebelum memulai long march. Mereka bersiap dengan semangat untuk menyuarakan aspirasi menolak moratorium dan menuntut keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah langkah nyata dalam upaya peningkatan gizi masyarakat dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Sekda Sukabumi Tegaskan Efisiensi Anggaran 2026 Tak Boleh Turunkan Kualitas Pelayanan Publik

23 Juni 2026 - 12:15 WIB

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, memberikan arahan saat membuka kegiatan Akselerasi Urusan Daerah melalui Integrasi Sinkronisasi dan Inovasi (AUDISI) di Bale Pangripta, Palabuhanratu, Selasa (23/6/2026). Dalam forum tersebut, ia menegaskan efisiensi anggaran tidak boleh menurunkan kinerja pelayanan publik.

Petugas Lapas Sukabumi Gagalkan Penyelundupan Sabu Bermodus Dilempar dalam Bakso

23 Juni 2026 - 12:07 WIB

Fraksi Golkar DPRD Sukabumi Soroti Lemahnya Kemandirian Fiskal, Dorong Reformasi Melalui Digitalisasi Pajak

23 Juni 2026 - 11:52 WIB

Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Sukabumi, Loka Tresnajaya, saat membacakan Pandangan Umum Fraksi dalam Rapat Paripurna ke-6 mengenai Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025 di Palabuhanratu, Senin (22/6/2026).

Soroti Pelayanan RSUD Palabuhanratu, BEM Nusantara Desak Bupati dan DPRD Sukabumi Lakukan Evaluasi Total

22 Juni 2026 - 16:17 WIB

Massa mahasiswa yang tergabung dalam BEM Nusantara Wilayah Sukabumi membentangkan spanduk tuntutan dalam aksi unjuk rasa di depan Pendopo Kabupaten Sukabumi, Senin (22/6/2026). Dalam aksi tersebut, mereka menyuarakan rapor merah pelayanan RSUD Palabuhanratu dan mendesak evaluasi sejumlah kebijakan nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hadiri Milad dan Pengukuhan Pengurus YATSHI, Sekda Sukabumi Pesankan Amanah Pelayanan Umat

20 Juni 2026 - 14:36 WIB

Momen penandatanganan dokumen berita acara pengukuhan Ketua dan Pengurus Yayasan Tarbiyatsshibyan (YATSHI) masa bakti 2026–2031. Acara ini berlangsung khidmat pada puncak peringatan Milad YATSHI di kompleks yayasan, Desa Cibolang Kaler, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Kamis (18/6/2026).
Trending di Sukabumi