JENTERANEWS.com — Sebuah kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di ruas jalan tanjakan Kampung Cibarengkok, Desa Padasenang, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (11/5/2026) malam. Sebuah mobil jenis truk engkel bernomor polisi F 872 WO yang membawa muatan penuh buah kelapa gagal menanjak dan terguling, mengakibatkan lima penumpangnya mengalami luka-luka.
Insiden nahas yang terjadi sekitar pukul 22.15 WIB ini diduga kuat dipicu oleh kapasitas muatan yang berlebih (overload).
Berdasarkan keterangan warga setempat yang menjadi saksi mata, Irpan, kecelakaan bermula saat truk engkel tersebut melaju dari arah Ciawi dengan tujuan Cibarengkok. Saat itu, kendaraan membawa total enam orang penumpang yang terbagi posisinya: tiga orang duduk di kabin depan dan tiga orang lainnya berada di bak belakang bersama tumpukan kelapa.
“Saat berada di tanjakan, bagian depan mobil tiba-tiba terangkat ke atas karena muatan kelapa yang penuh. Mobil langsung hilang keseimbangan dan akhirnya terguling,” ungkap Irpan di lokasi kejadian.
Warga setempat yang mengetahui kejadian tersebut langsung bergotong royong mengevakuasi para korban. Dari total enam orang yang berada di dalam kendaraan, satu penumpang bernama Budi dilaporkan selamat tanpa luka berarti.
Sementara itu, lima penumpang lainnya segera dilarikan ke Puskesmas Cidadap untuk mendapatkan pertolongan medis. Berikut adalah identitas dan kondisi kelima korban luka:
-
Abdul Roup: Mengalami luka terparah dengan patah kaki kanan, patah tulang rusuk, dan luka di bagian kepala.
-
Iwan: Mengalami luka di bagian kepala.
-
Rudi: Mengalami patah tulang pada tangan kanan.
-
Ruslan: Mengalami luka dalam di area pinggang.
-
Sanudin: Mengalami luka dalam di area pinggang.
Pihak medis di Puskesmas Cidadap langsung memberikan penanganan darurat. Namun, mengingat luka kritis yang dialami oleh Abdul, pihak puskesmas segera merujuk korban ke RSUD Sagaranten guna mendapatkan tindakan medis yang lebih intensif.
Peristiwa tergulingnya truk angkutan barang di tanjakan Cibarengkok ini menambah daftar panjang kecelakaan di kawasan tersebut. Irpan menuturkan bahwa medan jalan yang menanjak di titik ini memang kerap memakan korban, terutama bagi kendaraan yang tidak memperhatikan batas tonase.
“Kecelakaan serupa juga terjadi seminggu yang lalu di tempat ini. Waktu itu ada mobil yang bermuatan padi juga gagal nanjak dan berujung terguling,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga dan aparat setempat masih berupaya mengamankan lokasi kejadian. Peristiwa ini menjadi imbauan tegas bagi para sopir kendaraan angkutan barang untuk memastikan kelayakan mesin dan mematuhi batas maksimal muatan, mengingat kontur jalanan perbukitan di wilayah Sukabumi yang ekstrem dan rawan kecelakaan.(*)
Editor: Hamjah














