JENTERANEWS.com — Badan Gizi Nasional (BGN) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai maraknya modus penipuan terkait pembangunan titik dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN secara tegas menyatakan bahwa seluruh proses pengajuan dan verifikasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sah, sepenuhnya tidak dipungut biaya.
“Seluruh proses pengajuan dan verifikasi SPPG yang sah tidak pernah dipungut biaya oleh BGN,” tegas Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat.
Peringatan ini dikeluarkan menyusul adanya sejumlah laporan masyarakat yang menjadi korban tindak pidana penipuan dan penggelapan dengan kedok proyek pembangunan SPPG. Dalam melancarkan aksinya, para pelaku meminta sejumlah uang kepada korban dengan iming-iming kelancaran proyek.
“Modus yang digunakan adalah menjanjikan titik lokasi, pembangunan gedung SPPG, hingga fasilitas tersebut siap beroperasi,” ungkap Sony menjelaskan praktik culas tersebut.
Lebih lanjut, Sony menuturkan bahwa sejumlah korban telah mendatangi kantor BGN untuk meminta kejelasan setelah proyek yang dijanjikan tak kunjung terealisasi dan dana yang telah disetorkan tidak dapat ditarik kembali. Menanggapi hal tersebut, pihak BGN langsung memberikan klarifikasi dan menyarankan para korban untuk segera menempuh jalur hukum.
BGN juga menyatakan komitmen penuhnya dalam menjaga integritas pelaksanaan Program MBG, termasuk mendukung aparat penegak hukum untuk menindak tegas oknum-oknum yang mengatasnamakan pembangunan SPPG demi keuntungan pribadi.
Sejak awal peluncuran Program MBG, pemerintah telah berulang kali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh oknum yang mengaku dapat mempercepat proses persetujuan proyek. BGN memastikan bahwa seluruh prosedur berjalan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
“BGN tidak pernah menunjuk perantara, calo, ataupun pihak mana pun yang dapat menjamin seseorang memperoleh titik lokasi SPPG dengan cara membayar sejumlah uang,” tegas Sony.
Sebagai langkah antisipasi, BGN menyediakan akses informasi yang terbuka bagi publik. Seluruh persyaratan teknis, standar bangunan, kapasitas dapur, hingga tata letak fasilitas SPPG dapat diakses secara langsung melalui kanal-kanal resmi pemerintah.
Di akhir keterangannya, Sony kembali menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap segala bentuk informasi yang tidak bersumber dari BGN.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi melalui sumber resmi BGN dan tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang menawarkan jasa pengurusan. Segera laporkan kepada aparat penegak hukum apabila menemukan indikasi penipuan yang mengatasnamakan Program MBG atau BGN,” pungkasnya.(*)















