Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 29 Mei 2026 22:09 WIB

Wujudkan Pendidikan Bebas Kekerasan, Pemkab Sukabumi Resmi Bentuk Pokja BSAN Lintas Sektor


					Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman (tengah latar belakang), memimpin langsung Rapat Koordinasi Pembentukan Pokja Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) Lintas Sektor di Pendopo Sukabumi, Jumat (29/05/2026). Pertemuan ini menjadi langkah proaktif Pemkab Sukabumi menciptakan iklim pendidikan positif dan bebas kekerasan. Perbesar

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman (tengah latar belakang), memimpin langsung Rapat Koordinasi Pembentukan Pokja Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) Lintas Sektor di Pendopo Sukabumi, Jumat (29/05/2026). Pertemuan ini menjadi langkah proaktif Pemkab Sukabumi menciptakan iklim pendidikan positif dan bebas kekerasan.

JENTERAEWS.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi mengambil langkah cepat dan strategis dalam mewujudkan iklim pendidikan yang positif, aman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Komitmen ini dibuktikan melalui pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) periode 2026-2030.

Rapat koordinasi pembentukan Pokja tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, bertempat di Pendopo Sukabumi pada Jumat (29/05/2026).

Langkah proaktif Pemkab Sukabumi ini merupakan respons langsung terhadap amanat Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026. Regulasi terbaru ini membawa angin segar sekaligus perubahan paradigma dalam dunia pendidikan; tanggung jawab untuk menciptakan sekolah yang kondusif kini tidak lagi hanya menjadi beban satuan pendidikan masing-masing, melainkan dipusatkan pada kolaborasi lintas sektor di bawah komando langsung Pemerintah Daerah.

Menyikapi hal tersebut, Sekda Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, menegaskan bahwa percepatan pembentukan Pokja ini adalah wujud nyata kepedulian daerah terhadap kesejahteraan psikologis dan fisik anak-anak.

“Batas waktu pembentukan Pokja ini adalah 9 Juli 2026, namun kita di Kabupaten Sukabumi ingin bergerak lebih awal. Kita ingin memastikan bahwa seluruh sekolah di wilayah kita benar-benar mampu memenuhi kebutuhan spiritual, memberikan perlindungan fisik, serta menjamin kesejahteraan psikologis para peserta didik,” tegas H. Ade Suryaman dalam arahannya.

Struktur Komprehensif dan Semangat Gotong Royong

Untuk memastikan program ini berjalan maksimal dan terukur, Pokja BSAN dirancang dengan formasi struktural yang komprehensif, meliputi:

  • Ketua Pokja: Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi (H. Ade Suryaman)

  • Wakil Ketua: Kepala Bapperida Kabupaten Sukabumi

  • Koordinator: Kepala Dinas Pendidikan (Deden Sumpena)

  • Pengawal Teknis & Rumusan: Sekretaris Dinas Pendidikan

Lebih lanjut, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menjelaskan bahwa keanggotaan Pokja ini mencerminkan semangat gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Sukabumi. Ia menekankan bahwa ekosistem pendidikan yang sehat membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, Pokja ini tidak hanya diisi oleh insan pendidikan, tetapi turut merangkul peran aktif dari Kepolisian, Kementerian Agama, berbagai instansi pemerintah daerah terkait, tokoh masyarakat, perwakilan orang tua, hingga rekan-rekan media,” jelas Deden.

Menuju Visi Sukabumi yang Maju dan Berkah

Melalui sinergi lintas sektor yang solid, Pemkab Sukabumi optimistis dapat melakukan langkah pencegahan mitigasi dan penanganan yang lebih terukur terhadap segala bentuk perundungan (bullying), kekerasan fisik maupun verbal, hingga bibit intoleransi di lingkungan sekolah.

Terobosan strategis ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai pemenuhan administrasi, tetapi juga menjadi motor penggerak untuk mewujudkan visi besar Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah. Sebuah visi besar yang kini mulai dibangun dari senyum aman dan nyaman anak-anak di bangku sekolah.(*)


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 21 kali

Baca Lainnya

Diduga Ulah Oknum, 700 Meter Persegi Lahan Perhutani di Cidadap Sukabumi Hangus Terbakar

5 September 2026 - 19:57 WIB

Pantauan kobaran api yang melahap area Perkebunan Kayu Putih di Blok 87 Perhutani, Desa Padasenang, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (5/9/2026) malam. Api yang meluas hingga 700 meter persegi akibat faktor angin dan lahan kering tersebut berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan pada pukul 19.30 WIB. (Foto: Dok. P2BK/BPBD Kabupaten Sukabumi)

Pemdes Mekarjaya Sukabumi Salurkan BLT Dana Desa Periode Juli-Agustus kepada 50 KPM

3 September 2026 - 10:20 WIB

Warga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menghadiri kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) di Aula Desa Mekarjaya, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/9).

Polres Sukabumi Salurkan Bantuan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kemarau Panjang di Simpenan

2 September 2026 - 19:31 WIB

Personel Sat Samapta Polres Sukabumi mengisikan air bersih dari kendaraan operasional ke wadah penampungan milik warga di Kampung Tegal Nyampai, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Selasa (1/9/2026). Aksi bakti sosial ini digelar untuk membantu kebutuhan air sehari-hari warga yang terdampak kemarau panjang. Foto: Dok. Humas Polres Sukabumi.

Tragedi Berdarah di Cijengkol: Istri Temukan Suami Bersimbah Darah, Kondisi Kritis Pakai Ventilator

2 September 2026 - 12:12 WIB

Kondisi Mencekam di ICU. Pasien A tergeletak tak sadarkan diri di tempat tidur ICU RSUD Sekarwangi. Terlihat berbagai peralatan medis menopang hidupnya, termasuk perban besar di bagian leher. Setelah operasi darurat untuk menangani luka yang sangat gawat, kondisi pasien masih belum sadar dan terus dipantau secara intensif oleh tim dokter.

Kemarau Panjang Terjang Desa Banjarsari Sukabumi, 312 KK Alami Krisis Air Bersih

2 September 2026 - 09:29 WIB

Petugas mendistribusikan air bersih dari truk tangki kepada warga yang mengalami kekeringan di [Lokasi], mengantre dengan jerigen di area lapangan kering di latar belakang rumah-rumah penduduk.

Preman Berkedok Wartawan: Peras Guru di Sukaraja Sukabumi, Positif Sabu, Kini Meringkuk di Penjara

2 September 2026 - 09:01 WIB

Tersangka AG (46), oknum wartawan pemeras pihak SDN 2 Sukaraja, diapit anggota kepolisian usai resmi ditangkap dan ditahan di Mapolsek Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca