JENTERANEWS.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi, Jawa Barat, tengah mematangkan berbagai persiapan jelang peringatan Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1448 Hijriah, yang jatuh pada 16 Juni 2026 mendatang. Tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, peringatan kali ini difokuskan sebagai sarana penguatan syiar Islam, perekat kebersamaan masyarakat, serta medium penanaman nilai-nilai keagamaan, khususnya bagi generasi muda.
Langkah strategis tersebut dibahas secara komprehensif dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar di Ruang Rapat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sukabumi, Palabuhanratu, belum lama ini. Rapat tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah, tokoh agama, serta pemangku kepentingan terkait guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan optimal.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Sukabumi, Andi Rahman, menegaskan bahwa peringatan Tahun Baru Islam merupakan tradisi sarat makna yang terus dijaga oleh masyarakat setempat. Kegiatan ini dinilai krusial karena berdampak langsung pada penguatan relasi sosial dan peningkatan gairah spiritualitas warga.
“Pelaksanaan peringatan 1 Muharram sudah menjadi agenda tahunan yang mendapat dukungan luas dari masyarakat. Di wilayah I, kegiatan akan dipusatkan di Palabuhanratu melalui defile pawai, sementara kecamatan lainnya juga akan menyelenggarakan kegiatan serupa sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing,” ujar Andi saat dikonfirmasi, Sabtu (13/6/2026).
Menurut Andi, momentum pergantian kalender Hijriah ini harus memiliki makna yang lebih mendalam, yakni sebagai wadah refleksi diri dan pembangunan kepedulian sosial di tengah tantangan arus kehidupan modern. Oleh karena itu, Pemkab Sukabumi merancang rangkaian acara yang tidak hanya berpusat pada pawai, tetapi juga ragam aktivitas peribadatan massal.
Sejumlah agenda religius yang telah dipersiapkan antara lain:
-
Khotmil Qur’an
-
Istigasah
-
Doa Bersama
-
Defile Peserta Lintas Kecamatan (Wilayah I)
Peserta kegiatan ibadah tersebut akan merangkul spektrum masyarakat yang luas, mulai dari aparatur pemerintah daerah, lembaga keagamaan, institusi pendidikan, pondok pesantren, hingga berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam se-Kabupaten Sukabumi.
“Pelibatan berbagai kalangan ini dinilai penting untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga tradisi keagamaan, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap kegiatan-kegiatan syiar Islam di daerah,” tambah Andi.
Selain kegiatan ibadah yang bersifat sentral, daya tarik utama peringatan tahun ini adalah lomba pawai Muharram. Panitia penyelenggara menegaskan bahwa penilaian lomba tidak bertumpu semata pada kemeriahan, melainkan pada kualitas esensi dan pesan yang disampaikan oleh setiap delegasi.
Kriteria penilaian lomba pawai akan mencakup indikator berikut:
-
Kreativitas ide dan konsep pawai.
-
Kerapian barisan dan kostum peserta.
-
Keindahan visual tampilan secara keseluruhan.
-
Kesesuaian tema dengan nilai-nilai luhur Tahun Baru Islam.
Melalui standarisasi kriteria tersebut, pawai diharapkan dapat bertransformasi dari sekadar tontonan hiburan menjadi medium edukasi yang sarat akan pesan moral keagamaan bagi masyarakat luas.
Guna menjamin objektivitas dan akurasi dalam perlombaan, panitia telah menetapkan tiga titik pos penjurian strategis yang tersebar di sepanjang rute pawai. Ketiga titik tersebut difokuskan di lokasi pemberangkatan awal, area sekitar Polsek Palabuhanratu, dan kawasan Pangsor Jembatan Dua.
“Masing-masing titik akan ditempatkan juri yang bertugas melakukan penilaian secara langsung terhadap seluruh peserta,” pungkas Andi.(*)















