JENTERANEWS.com— Pihak kepolisian saat ini tengah menyelidiki insiden berdarah yang melibatkan tiga remaja di wilayah Kampung Pamuruyan, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (11/6/2026) malam. Ketiga remaja yang diduga masih berstatus pelajar tersebut dilarikan ke rumah sakit setelah terlibat aksi saling serang menggunakan senjata tajam.
Insiden ini terungkap ke permukaan setelah petugas kepolisian menerima laporan darurat mengenai adanya sejumlah remaja yang tengah mendapatkan penanganan medis akibat luka parah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi.
Anggota Unit Reskrim Polsek Cibadak menjelaskan bahwa penanganan awal kejadian ini dilakukan secara lintas sektoral, melibatkan sinergi antara Polsek Cibadak dan Polsek Nagrak. Langkah cepat diambil sesaat setelah laporan dari rumah sakit diterima.
“Penanganan pertama dilakukan oleh Polsek Cibadak dan Nagrak. Kami dari Polsek Cibadak awalnya mengamankan situasi dan melihat kondisi korban di RSUD Sekarwangi. Setelah itu kami langsung mengecek Tempat Kejadian Perkara (TKP), dan ternyata lokasi insiden berada di wilayah hukum Polsek Nagrak,” jelas anggota Unit Reskrim Polsek Cibadak saat memberikan keterangan, Jumat (12/6/2026).
Ketiga remaja yang terlibat dalam peristiwa nahas tersebut diketahui berinisial F (17) yang merupakan pelajar kelas 3 SMK, R (16) pelajar kelas 10, dan RH (16).
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lapangan, peristiwa bermula ketika RH mendatangi lokasi tempat F dan R berada. RH dilaporkan datang menghampiri kedua remaja tersebut dengan membawa senjata tajam berjenis celurit.
Kendati demikian, dari hasil pendalaman sementara, polisi mendapati fakta bahwa insiden tersebut bukanlah serangan sepihak. Pihak yang awalnya diduga sebagai pelaku penyerangan rupanya turut menjadi korban dan mengalami luka berat dalam kejadian tersebut.
“Beda sekolah, RH ini mendatangi kedua korban dengan membawa celurit. Namun, pelaku pun jadi korban juga sebenarnya di sini. Satu orang mendatangi dua orang, dan ternyata korban yang didatangi pun membawa senjata tajam serta melakukan perlawanan dengan membacok RH. Jadi, semuanya terkena imbas dalam kejadian ini,” paparnya.
Akibat pertikaian fisik tersebut, ketiga remaja mengalami luka yang cukup serius. RH menderita luka di bagian kepala yang diduga kuat akibat hantaman benda tumpul, serta luka pada bagian kaki. Sementara itu, R mengalami luka pada area tangan kiri dan sedang menjalani perawatan intensif, sedangkan rekannya, F, mengalami luka sabetan pada bagian kaki.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengonstruksikan motif kejadian, memastikan kronologi secara utuh, serta menentukan peran pasti dari masing-masing pihak yang terlibat.(*)
“Terkait kronologi lebih lanjut, saat ini masih dalam proses pendalaman pihak kami,” pungkasnya.(*)















