JENTERANEWS.com – Tim SAR gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Sukabumi, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta TNI AL berhasil mengevakuasi jasad seorang mahasiswa yang sebelumnya dilaporkan hilang tenggelam.
Korban yang diketahui bernama Ahmad Nadif Fadilah (21), warga Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, ditemukan di perairan Pantai Dolpin Citepus, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (19/8/2026) petang dalam kondisi meninggal dunia.
Penemuan ini mengakhiri upaya pencarian yang telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Sebelumnya, korban dinyatakan hilang tergulung ombak saat beraktivitas di kawasan Pantai Karangnaya, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi.
Kasat Polairud Polres Sukabumi, AKP Dadi, S.Pd., menjelaskan bahwa jasad korban ditemukan sekitar pukul 17.20 WIB saat tim gabungan tengah melakukan patroli penyisiran perairan dari Pantai Citepus menuju Pantai Karangnaya.
“Saat melintas di sekitar perairan Pantai Dolpin Citepus, petugas melihat jasad yang mengapung di permukaan laut. Setelah didekati, pakaian yang melekat pada tubuh korban, berupa baju putih dan celana, identik dengan ciri-ciri korban yang dinyatakan hilang,” jelas AKP Dadi dalam keterangan resminya.
Setelah dipastikan identitasnya, tim gabungan segera mengevakuasi jasad mahasiswa kelahiran 30 Maret 2005 tersebut ke daratan. Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Palabuhanratu untuk dilakukan visum et repertum.
Mewakili Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Benny Cahyadi, S.H., S.I.K., M.H., AKP Dadi menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan dari Basarnas, TNI AL, dan Satpolairud yang telah berjuang tanpa lelah melakukan pencarian dari pagi hingga malam hari.
Sebagai bentuk empati dan pelayanan kepolisian, Polres Sukabumi berkomitmen membantu sepenuhnya proses penanganan jenazah. Seluruh biaya pemulasaraan hingga transportasi pemulangan jenazah ke rumah duka di Jakarta sepenuhnya ditanggung oleh Kapolres Sukabumi.
Perhatian dari pihak kepolisian dan kerja keras tim SAR gabungan ini disambut dengan rasa haru dan syukur oleh pihak keluarga korban. Paman korban, Abdul Mutolib, menyampaikan apresiasi tertulisnya atas dedikasi para petugas.
“Alhamdulillah, kami dari pihak keluarga sangat bersyukur karena setelah tiga hari, jenazah keponakan kami berhasil ditemukan. Saya mewakili keluarga mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Kapolres Sukabumi yang telah menanggung seluruh biaya, mulai dari persiapan, pemandian jenazah, peti, ambulans, sampai mengantarkan jenazah ke rumah duka. Semoga Bapak Kapolres selalu diberikan kesehatan dan dimudahkan urusannya,” ungkap Abdul Mutolib.
Menyusul peristiwa nahas ini, pihak kepolisian kembali mengeluarkan peringatan keras bagi para pengunjung pantai di wilayah Sukabumi.
“Kami mengimbau kepada masyarakat dan wisatawan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca, gelombang laut, dan situasi di sekitar pantai. Utamakan keselamatan dan patuhi arahan serta imbauan petugas demi kebaikan bersama,” pungkas AKP Dadi.
Seluruh rangkaian pencarian dan evakuasi dilaporkan berjalan aman dan kondusif. Kini, jenazah telah diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga untuk dikebumikan.(Mardi)
Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















