Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 8 Mar 2026 17:31 WIB

ART Asal Sukabumi Terekam CCTV Tampar Anak Majikan di Bandung hingga Berdarah


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

JENTERANEWS.com – Sebuah rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan aksi kekerasan seorang Asisten Rumah Tangga (ART) terhadap anak majikannya menuai kecaman publik. Insiden memilukan ini menimpa seorang anak laki-laki di Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, pada Senin (16/2/2026).

Pelaku yang teridentifikasi berinisial R alias Risma, warga asal Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, kini harus berhadapan dengan sanksi sosial yang berat setelah ayah korban mempublikasikan rekaman tersebut ke media sosial.

Berdasarkan rekaman CCTV yang menunjukkan waktu kejadian pada pukul 08.22 WIB, insiden bermula ketika pelaku tengah mengasuh dua anak majikannya. Saat itu, pelaku sedang berusaha menyuapi korban.

Di tengah proses makan tersebut, korban menunjukkan tanda-tanda tersedak. Sebagai upaya pertolongan pertama, pelaku menyodorkan minuman. Namun, lantaran merasa tidak nyaman, anak tersebut menolak minuman yang diberikan. Diduga tersulut emosi akibat penolakan itu, pelaku secara mengejutkan menampar korban dengan sangat keras. Tamparan tersebut berakibat fatal hingga menyebabkan hidung korban mengeluarkan darah.

Mengetahui tindakan keji yang menimpa buah hatinya, ayah korban yang juga pemilik akun media sosial @fikri.fm langsung mengambil tindakan tegas dengan memberhentikan ART tersebut pada hari yang sama.

Awalnya, sang ayah mengaku enggan mempublikasikan video kekerasan tersebut ke ruang publik. Namun, rasa keadilan dan kekhawatiran mendorongnya untuk bertindak. Ia menyatakan tidak rela jika pelaku masih bebas berkeliaran dan berpotensi mengulangi perbuatannya pada anak lain di wilayah Kota Bandung dan sekitarnya.

Beberapa fakta krusial yang diungkapkan oleh pihak keluarga korban meliputi:

  • Penundaan Proses Hukum: Keluarga korban untuk sementara waktu menunda pelaporan ke pihak kepolisian dengan mempertimbangkan kondisi keluarga pelaku.

  • Pemilihan Sanksi Sosial: Ayah korban menilai sanksi sosial (memviralkan video) adalah langkah yang paling relevan saat ini untuk memberikan efek jera yang nyata.

  • Penutupan Akses Pekerjaan: Tujuan utama publikasi ini adalah agar pelaku kesulitan mendapatkan pekerjaan serupa di masa depan, khususnya dalam ranah pengasuhan anak.

Kasus ini semakin membuka tabir gelap mengenai latar belakang pelaku. Ayah korban mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa tindak kekerasan ini bukanlah insiden pertama.

Berdasarkan hasil penelusuran keluarga pasca-kejadian, diketahui bahwa Risma—yang secara administratif tercatat ber-KTP Palabuhanratu namun juga dikabarkan memiliki keterikatan dengan daerah Sumedang—telah diberhentikan dari tempat kerja sebelumnya karena kasus kekerasan serupa.

Lebih lanjut, pihak keluarga menyadari bahwa perlakuan kasar sebenarnya sudah beberapa kali terjadi di rumah mereka. Namun, karena desakan kebutuhan akan jasa ART, pihak keluarga sempat memberikan toleransi. Setiap kali ditegur dan diminta untuk lebih menyayangi anak-anak, pelaku selalu berhasil meyakinkan majikannya dengan perkataan manis yang menutupi perilaku aslinya. Tamparan keras hingga berdarah kali ini diakui ayah korban telah melampaui batas kewajaran dan tidak dapat dimaafkan lagi.

Di akhir pernyataannya, pengunggah video memberikan peringatan keras dan imbauan kepada seluruh orang tua yang sedang mencari jasa pengasuh anak. Ia berharap kejadian yang menimpa keluarganya menjadi pelajaran berharga agar masyarakat lebih selektif dan memboikot individu tersebut dari pekerjaan yang melibatkan anak-anak.(*)


Laporan: Rudi

Editor : Hamjah


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 33 kali

Baca Lainnya

Dorong Kemandirian UMKM, Fraksi PKS DPRD Kabupaten Sukabumi Salurkan Bantuan Alat Produksi di Cikakak dan Palabuhanratu

26 Agustus 2026 - 18:29 WIB

Pose kepalan tangan oleh lima orang, termasuk pejabat pemerintah berseragam PNS dan warga, dalam acara penyerahan bantuan peralatan kuliner. Terlihat berbagai peralatan dapur komersial baja tahan karat seperti panci besar dan blender yang ditumpuk di atas kotak karton di depan sebuah bangunan beton ekspos. Seorang wanita berhijab ungu di tengah memegang dokumen resmi pemerintah, sementara pejabat dan warga lainnya melakukan pose kepalan tangan. Peralatan tersebut mencakup panci berukuran diameter 45 CM. Di latar belakang, terdapat pintu kayu dan jendela dengan bingkai kuning serta tanaman hias dalam pot.

Pemkab Sukabumi Matangkan Persiapan Pembangunan Jembatan Leuwidinding Jampang Tengah

26 Agustus 2026 - 17:24 WIB

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman bersama jajaran kepala perangkat daerah mengikuti rapat koordinasi virtual terkait persiapan pembangunan Jembatan Leuwidinding di Command Center Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Rabu (26/8/2026).

Semarak HUT Ke-81 RI: Setda Kabupaten Sukabumi Gelar Lomba Tradisional Guna Perkuat Sinergitas Pegawai

26 Agustus 2026 - 17:15 WIB

Ratusan peserta berbusana merah-putih yang meriah melakukan gerakan senam massal yang sinkron di halaman terbuka yang didekorasi dengan bendera hiasan, merayakan sebuah acara patriotik.

Badan Gizi Nasional Perketat Pengawasan Dapur SPPG: Terapkan Sif Dini Hari hingga Sidak via Zoom

26 Agustus 2026 - 12:44 WIB

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono (tengah), memberikan keterangan usai melakukan inspeksi mendadak di salah satu unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta. BGN kini memperketat pengawasan terhadap kepala dapur di seluruh SPPG, termasuk penerapan pengecekan kehadiran via konferensi video Zoom pada dini hari guna memastikan petugas selalu di tempat saat proses pengolahan makanan.

Kecelakaan Maut di Tanjakan Cisarakan Sukabumi: Diduga Rem Blong, Truk Terjun ke Jurang dan Tewaskan Satu Orang

26 Agustus 2026 - 12:26 WIB

EVAKUASI KORBAN: Petugas gabungan dan tim SAR mengevakuasi jenazah pengemudi truk yang terperosok ke dalam jurang akibat rem blong di Tanjakan Cisarakan, Desa Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Selasa (25/8/2026) malam. Insiden tunggal tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu penumpang luka-luka.

Wujudkan Program “Bhayangkara Jaga dan Rawat Warga”, Polres Sukabumi Bangun Rutilahu bagi Korban Kebakaran di Nyalindung

26 Agustus 2026 - 12:12 WIB

WUJUD NYATA KEPEDULIAN POLRI: Penampakan fisik Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang kini telah selesai dibangun menjadi hunian yang kokoh, rapi, dan sangat layak ditempati. Rumah ini menjadi bukti nyata implementasi semangat "Bhayangkara Jaga dan Rawat Warga" yang dihadirkan oleh Polres Sukabumi untuk masyarakat terdampak musibah.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca