Menu

Mode Gelap

Peristiwa · 18 Feb 2026 20:27 WIB

Begal Sadis Beraksi di Parungkuda Sukabumi: Suami Dibacok di Depan Istri, Motor Raib


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

JENTERANEWS.com – Aksi kejahatan jalanan kembali meresahkan warga Kabupaten Sukabumi. Kali ini, nasib naas menimpa pasangan suami istri (pasutri) asal Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, yang menjadi korban pencurian dengan kekerasan (curas) atau begal sadis.

Peristiwa mencekam tersebut terjadi di ruas Jalan Parungkuda-Parakansalak, tepatnya di wilayah Kampung Pamatutan, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, pada Minggu dini hari (15/2/2026) sekitar pukul 03.30 WIB.

Korban bernama Mami Maki Saybi (29), warga Kampung Bojong Kopi RT 15/03, menderita luka bacok di bagian punggung setelah diserang oleh dua orang pelaku tak dikenal. Tak hanya melukai korban, para pelaku juga berhasil membawa kabur satu unit sepeda motor.

Insiden bermula saat Mami bersama istrinya sedang dalam perjalanan dari rumah menuju Pasar Parungkuda untuk beraktivitas. Kondisi jalan saat itu diketahui gelap dan minim penerangan.

Saat melintas di lokasi kejadian, korban yang mengendarai Honda Vario 125 berwarna putih bernopol F 2995 OQ tiba-tiba dipepet oleh dua orang pria yang berboncengan menggunakan sepeda motor jenis Yamaha Vixion.

“Tiba-tiba ada motor dari arah yang sama memepet saya. Mereka berboncengan, yang dibonceng langsung mengayunkan golok,” ungkap Mami saat ditemui awak media, Rabu (18/2/2026).

Menyadari bahaya mengancam, Mami berusaha memacu kendaraannya untuk melarikan diri. Namun, kondisi jalan yang sulit membuat laju kendaraan tidak maksimal. Pelaku terus mengejar hingga jarak sekitar 50 meter sebelum akhirnya melancarkan serangan.

“Saya sempat kabur, tapi kondisi jalan sulit untuk melaju cepat. Tiba-tiba terasa saja sabetan di punggung,” tuturnya.

Meskipun dalam kondisi terluka akibat sabetan senjata tajam, Mami mengaku masih sempat mencoba mempertahankan keseimbangan motornya. Namun, pelaku bertindak kian agresif dengan menendang motor korban hingga pasutri tersebut tersungkur ke aspal.

“Saat itu belum langsung jatuh setelah dibacok. Saya masih bisa jalan, tapi kemudian seperti ditendang dan kami berdua jatuh,” jelas Mami.

Dalam kondisi tak berdaya dan di bawah ancaman senjata tajam, korban dipaksa menyerahkan kunci kontak motornya. Demi keselamatan nyawa istri dan dirinya, Mami akhirnya menyerahkan kendaraan tersebut.

“Saya lemparkan saja kuncinya karena takut dibacok lagi. Motor langsung dibawa kabur. Barang lain tidak ada yang diambil,” tambahnya.

Usai kejadian, korban sempat mencoba meminta pertolongan kepada pengendara lain yang melintas, namun tidak ada yang berhenti. Ia dan istrinya kemudian berjalan kaki menuju tempat yang lebih terang untuk menghubungi keluarga. Akibat kejadian ini, korban mendapatkan tiga jahitan di punggung setelah dirawat di Klinik Bebita.

Kapolsek Parungkuda, AKP Erman, membenarkan adanya laporan tindak pidana pencurian dengan kekerasan tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban resmi melapor ke Polsek Parungkuda pada Selasa (17/2/2026), setelah sebelumnya sempat salah mendatangi Polsek Bojonggenteng.

“Korban melaporkan bahwa kejadian itu terjadi pada Minggu dini hari. Laporannya kami terima pada Selasa siang,” ujar AKP Erman, Rabu (18/2/2026).

Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian materiel berupa hilangnya satu unit sepeda motor Honda Vario tahun 2016 dengan taksiran kerugian mencapai Rp20 juta, serta kerugian fisik berupa luka bacok.

Pihak kepolisian menegaskan telah bergerak cepat dengan menerjunkan Unit Reskrim untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa saksi-saksi.

“Kami masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas pelaku dan menangkapnya,” tegas Erman.(*)


Laporan: Awang 

Editor: Hamjah

Artikel ini telah dibaca 39 kali

Baca Lainnya

Tragedi Berdarah di Pesisir Ujunggenteng: Aksi ‘Test Drive’ Berujung Maut, Satu Pengendara Tewas

13 April 2026 - 17:59 WIB

Suasana di lokasi kejadian perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas tragis di pesisir Pantai Ujunggenteng, Desa Ujunggenteng, Sukabumi, pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Tampak kerumunan warga berkumpul di area kejadian, sementara puing-puing kendaraan dan jejak ban terlihat jelas di pasir basah. Kecelakaan yang melibatkan dua sepeda motor dan diduga dipicu oleh aksi balap liar ini merenggut nyawa Agus Gunawan (29) dan menyebabkan Angga (19) luka berat. (Tangkapan layar video warga)

Akibat Hujan Deras Berdurasi Lama, Satu Rumah di Parakansalak Sukabumi Ambruk

6 April 2026 - 21:29 WIB

Bocah Empat Tahun di Kalibunder Sukabumi Meninggal Dunia Usai Terpeleset ke Parit Saat Hujan Deras

6 April 2026 - 21:21 WIB

Tragis, Petani Lansia di Sukabumi Ditemukan Tewas Tertimpa Pohon Bambu di Kebunnya

23 Maret 2026 - 17:25 WIB

jenazah petani Saep (74) ditemukan. Area rimbun dengan semak dan rumpun bambu terlihat di kedua sisi. Gambar tersebut menampilkan sensor buram (blurred) di bagian tengah, yang menutupi detail jenazah korban yang ditemukan tergeletak di tengah dedaunan. Penemuan ini terjadi pada Senin (23/3) setelah korban dilaporkan hilang selama beberapa hari.

Diduga Akibat Korsleting Listrik, Sebuah Rumah di Sagaranten Ludes Terbakar Saat Ditinggal Penghuninya

3 Maret 2026 - 16:01 WIB

Warga dan petugas pemadam kebakaran (Damkar), meninjau puing-puing rumah yang ludes terbakar di Kampung Bojong Lingkung, Desa Sinar Bentang, Kecamatan Sagaranten. Kebakaran yang melanda pada Selasa (3/3/2025)

Tragedi di Tikungan Cigadog: Laka Maut Pickup vs Motor di Sagaranten Renggut Nyawa Bocah 6 Tahun

17 Februari 2026 - 16:26 WIB

Suasana di lokasi kejadian pasca-kecelakaan lalu lintas di ruas jalan provinsi Sagaranten - Sukabumi. Terlihat kondisi jalan basah usai hujan saat petugas kepolisian mengamankan lokasi dan melakukan olah TKP.
Trending di Peristiwa