Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 15 Jul 2026 15:21 WIB

Berebut Penumpang, Tukang Ojek di Sukabumi Kritis Dibacok Rekan Seprofesi


					ILUSTRASI: Petugas kepolisian dari Polres Sukabumi Kota terlihat melakukan sterilisasi tempat kejadian perkara (TKP) di Pangkalan Ojek Citamiang, Jalan Citamiang, Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Garis polisi dipasang di sekitar lokasi peristiwa pembacokan yang melibatkan dua pengemudi ojek. Gambar ini adalah ilustrasi yang dihasilkan AI. Perbesar

ILUSTRASI: Petugas kepolisian dari Polres Sukabumi Kota terlihat melakukan sterilisasi tempat kejadian perkara (TKP) di Pangkalan Ojek Citamiang, Jalan Citamiang, Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Garis polisi dipasang di sekitar lokasi peristiwa pembacokan yang melibatkan dua pengemudi ojek. Gambar ini adalah ilustrasi yang dihasilkan AI.

JENTERANEWS.com — Aksi kekerasan yang berujung pada pertumpahan darah kembali terjadi di wilayah hukum Kepolisian Resor (Polres) Sukabumi Kota. Seorang pengemudi ojek pangkalan berinisial R alias Poce (59) dilaporkan dalam kondisi kritis setelah dianiaya menggunakan senjata tajam jenis celurit oleh rekan seprofesinya, S alias Black.

Peristiwa nahas tersebut terjadi di sebuah pangkalan ojek yang berlokasi di Jalan Citamiang, Desa Citamiang, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Ironisnya, insiden brutal ini dipicu oleh permasalahan sepele, yakni perebutan giliran untuk mengangkut satu orang penumpang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, keributan bermula ketika seorang calon penumpang mendatangi pangkalan ojek tersebut. Sesuai dengan urutan atau sistem antrean yang berlaku, penumpang tersebut seharusnya menjadi hak atau giliran dari korban. Namun, terduga pelaku secara sepihak menyerobot dan memaksa untuk mengambil penumpang tersebut.

Tindakan penyerobotan itu memicu adu mulut antara korban dan pelaku yang diketahui masih bertetangga dekat. Situasi memanas hingga akhirnya pelaku menyerang korban secara membabi buta menggunakan sebilah celurit.

Marni (44), seorang saksi mata sekaligus warga setempat, menuturkan bahwa insiden tersebut berlangsung cepat. Masyarakat dan rekan sesama ojek yang berada di lokasi kejadian tidak berani melerai pertikaian karena pelaku mengayunkan senjata tajam.

“Satu orang penumpangnya, yang mau menggunakan jasa ojek. Seharusnya itu bagian korban, tetapi pelaku mau menarik juga. Penumpang direbut oleh pelaku, lalu korban dibacok. Banyak sesama ojek tidak berani membantu karena takut melihat pelaku membawa celurit. Setelah kejadian, pelaku langsung melarikan diri,” ujar Marni saat ditemui pada Rabu (15/7/2026).

Akibat serangan brutal tersebut, korban R alias Poce mengalami luka bacok yang cukup parah dan kehilangan banyak darah. Luka-luka tersebut menyasar beberapa bagian vital, di antaranya area wajah, kepala, hingga kaki.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun, akibat pendarahan hebat dan besarnya luka robek yang diderita, korban harus dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai guna mendapatkan tindakan bedah intensif.

“Sempat dibawa ke rumah sakit awal, tetapi tidak sanggup menangani karena lukanya besar-besar. Kemudian dibawa ke RS Betha Medika Cisaat. Saat ini korban dirujuk dan tengah menjalani perawatan intensif di RS Medika Cibadak,” jelas Marni menambahkan.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Sukabumi Kota, AKP Hartono, membenarkan adanya tindak pidana penganiayaan berat yang melibatkan sesama pengemudi ojek tersebut. Pihaknya menyatakan bahwa laporan resmi telah diterima dan tim kepolisian kini tengah melakukan perburuan terhadap terduga pelaku.

“Laporan baru terbit, proses penyelidikan sedang berjalan. Modus utamanya memang murni karena rebutan penumpang. Terduga pelaku, S alias Black, masih kawan atau tetangga korban,” tegas AKP Hartono.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian terus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di tempat kejadian perkara guna mempercepat proses pengejaran dan penangkapan tersangka yang saat ini masih berstatus buron.(*)

(Awang)

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Perkokoh Sinergitas TNI-Polri, Kapolres Sukabumi Kota Gelar Kunjungan Kerja ke Makodim 0607

15 Juli 2026 - 11:33 WIB

Dandim 0607/Kota Sukabumi Letkol Inf (Nama Dandim) dan Kapolres Sukabumi Kota AKBP (Nama Kapolres) duduk bersama memimpin forum diskusi dan silaturahmi sinergitas TNI-Polri yang berlangsung di Ruang Data Makodim 0607/Kota Sukabumi. Merujuk pada file gambar IMG-20260714-WA0074-800x533.jpg, pertemuan formal ini dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) dari Kodim 0607 dan Polres Sukabumi Kota guna memperkokoh kolaborasi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Aksi Main Hakim Sendiri di Sukaraja: Terduga Pencuri Bengkel Tewas Tragis Diamuk Massa

15 Juli 2026 - 10:50 WIB

Terduga pelaku pencurian berinisial AG (24), yang selamat dari amuk massa di Kampung Cikaret, Sukamekar, Sukaraja, tampak tertunduk lesu di ruang pemeriksaan Polsek Sukaraja. Ia saat ini diamankan untuk menjalani proses hukum terkait kasus pembobolan bengkel, sementara rekannya, AY (24), tewas akibat aksi main hakim sendiri tersebut.

Pemerintah Sepakati Harga Khusus Solar Nelayan Rp 15.000 per Liter, Gunakan Dana BPDP

14 Juli 2026 - 21:30 WIB

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan keterangan kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Bahlil memastikan pemerintah akan segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) terkait pemberian harga khusus solar sebesar Rp 15.000 per liter bagi nelayan.

Kejagung Hentikan Pendataan Dapur Makan Bergizi Gratis, Sebut Data Terkumpul Masuk Ranah Penyidikan Korupsi

14 Juli 2026 - 21:19 WIB

Perwakilan Pusat Penerangan Hukum (Puspenkum) Kejaksaan Agung saat memberikan pernyataan resmi di lobi gedung Kejaksaan mengenai perintah penghentian pendataan program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Direktur Penyidikan Jampidsus kepada seluruh Kepala Kejaksaan Tinggi, pada 14 Juli 2026.

Perangi Judi Online di Birokrasi, Pemkab Sukabumi Ancam Pecat PNS dan PPPK yang Melanggar

14 Juli 2026 - 20:47 WIB

Edukasi Kebencanaan Sejak Dini, P2BK Cidadap Gelar “Ayo Siaga Bencana” di MPLS SMPN 3 Cidadap

14 Juli 2026 - 20:26 WIB

mengenakan seragam oranye dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melalui P2BK Cidadap memberikan pemaparan materi mitigasi dalam program "Ayo Siaga Bencana" kepada para siswa baru di ruang kelas SMPN 3 Cidadap, Sukabumi. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Selasa (14/7/2026), yang bertujuan menanamkan budaya sadar bencana sejak dini.
Trending di Sukabumi