Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 15 Jul 2026 10:50 WIB

Aksi Main Hakim Sendiri di Sukaraja: Terduga Pencuri Bengkel Tewas Tragis Diamuk Massa


					Terduga pelaku pencurian berinisial AG (24), yang selamat dari amuk massa di Kampung Cikaret, Sukamekar, Sukaraja, tampak tertunduk lesu di ruang pemeriksaan Polsek Sukaraja. Ia saat ini diamankan untuk menjalani proses hukum terkait kasus pembobolan bengkel, sementara rekannya, AY (24), tewas akibat aksi main hakim sendiri tersebut. Perbesar

Terduga pelaku pencurian berinisial AG (24), yang selamat dari amuk massa di Kampung Cikaret, Sukamekar, Sukaraja, tampak tertunduk lesu di ruang pemeriksaan Polsek Sukaraja. Ia saat ini diamankan untuk menjalani proses hukum terkait kasus pembobolan bengkel, sementara rekannya, AY (24), tewas akibat aksi main hakim sendiri tersebut.

JENTERANEWS.com— Aksi main hakim sendiri kembali merenggut nyawa di wilayah Sukabumi, Jawa Barat. AY (24), seorang pemuda asal Kampung Nagrak, Desa Cisarua, Kecamatan Sukaraja, dilaporkan tewas mengenaskan setelah menjadi korban pengeroyokan warga.

Peristiwa tragis ini dipicu oleh kekesalan massa setelah AY bersama rekannya, AG (24), diduga kuat melakukan aksi pencurian di sebuah bengkel lokal. Dugaan tersebut diperkuat oleh bukti rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di tempat kejadian perkara (TKP).

Menurut keterangan dari pihak kepolisian, aksi pencurian tersebut terjadi pada Selasa (7/7/2026) dini hari. AY dan AG diduga membobol sebuah bengkel di wilayah Sukaraja dan menggasak sejumlah barang berharga di dalamnya.

Kapolsek Sukaraja, Kompol Aguk Khusaini, mengungkapkan bahwa pemilik bengkel mengalami kerugian material yang cukup signifikan akibat insiden tersebut.

“Barang yang diambil dari kejadian pencurian itu, yaitu peralatan kerja bengkel sama mesin sepeda motor. Kerugian yang dialami korban pemilik bengkel diperkirakan mencapai Rp 5 juta,” ujar Kompol Aguk Khusaini pada Selasa (14/7/2026).

Berbekal rekaman CCTV yang memperlihatkan gerak-gerik kedua pelaku, pemilik bengkel kemudian melakukan penelusuran mandiri. Penyelidikan tersebut akhirnya mengarah ke keberadaan kedua terduga pelaku di Kampung Cikaret, Desa Sukamekar, pada Kamis (9/7/2026) malam.

Niat awal pemilik bengkel untuk meminta klarifikasi justru berujung pada situasi yang tidak terkendali. Setelah diinterogasi secara informal oleh warga dan pemilik bengkel, kedua pemuda tersebut akhirnya mengakui perbuatan mereka.

Mendengar pengakuan tersebut, warga yang berkumpul di lokasi langsung tersulut emosi. Massa yang tidak mampu membendung amarahnya seketika melakukan aksi pengeroyokan secara brutal.

“Karena ada CCTV kemudian terlihat dua orang tersebut. Pemilik bengkel ini klarifikasilah ke kedua orang tersebut. Setelah diinterogasi, ada pengakuan dari mereka, dan seketika terjadilah kejadian penganiayaan tersebut,” jelas Kompol Aguk.

Akibat amukan massa yang membabi buta, AY mengalami luka yang sangat parah, terutama di bagian kepala. Meski sempat dilarikan ke RSUD R. Syamsudin SH Kota Sukabumi untuk mendapatkan penanganan medis darurat, nyawa AY akhirnya tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (11/7/2026).

Sementara itu, rekannya, AG (24), berhasil diselamatkan dari kepungan massa meskipun harus menderita luka-luka serius dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Merespons insiden berdarah ini, aparat kepolisian bergerak cepat dengan mengamankan sejumlah pihak yang terlibat, baik dalam kasus pencurian maupun kasus pengeroyokan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

Hingga saat ini, penanganan kasus telah dibagi ke dalam dua ranah hukum:

  • Kasus Pencurian: Tersangka AG yang berhasil selamat kini mendekam di sel tahanan Polsek Sukaraja untuk menjalani proses hukum terkait aksi pencurian bengkel.

  • Kasus Penganiayaan/Pengeroyokan: Penyelidikan dan penyidikan dilimpahkan ke Polres Sukabumi Kota. Saat ini, polisi telah mengamankan enam orang terduga pelaku pengeroyokan.

Kompol Aguk Khusaini menegaskan bahwa pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini untuk mencari kemungkinan adanya tersangka lain serta mengumpulkan barang bukti tambahan.

“Penyelidikan sekarang masih berlanjut, karena kita terus mengembangkan baik itu barang bukti maupun pelaku-pelaku lain yang mungkin terlibat,” pungkasnya.(*)


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Diduga Ulah Oknum, 700 Meter Persegi Lahan Perhutani di Cidadap Sukabumi Hangus Terbakar

5 September 2026 - 19:57 WIB

Pantauan kobaran api yang melahap area Perkebunan Kayu Putih di Blok 87 Perhutani, Desa Padasenang, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (5/9/2026) malam. Api yang meluas hingga 700 meter persegi akibat faktor angin dan lahan kering tersebut berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan pada pukul 19.30 WIB. (Foto: Dok. P2BK/BPBD Kabupaten Sukabumi)

Pemdes Mekarjaya Sukabumi Salurkan BLT Dana Desa Periode Juli-Agustus kepada 50 KPM

3 September 2026 - 10:20 WIB

Warga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menghadiri kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) di Aula Desa Mekarjaya, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/9).

Polres Sukabumi Salurkan Bantuan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kemarau Panjang di Simpenan

2 September 2026 - 19:31 WIB

Personel Sat Samapta Polres Sukabumi mengisikan air bersih dari kendaraan operasional ke wadah penampungan milik warga di Kampung Tegal Nyampai, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Selasa (1/9/2026). Aksi bakti sosial ini digelar untuk membantu kebutuhan air sehari-hari warga yang terdampak kemarau panjang. Foto: Dok. Humas Polres Sukabumi.

Tragedi Berdarah di Cijengkol: Istri Temukan Suami Bersimbah Darah, Kondisi Kritis Pakai Ventilator

2 September 2026 - 12:12 WIB

Kondisi Mencekam di ICU. Pasien A tergeletak tak sadarkan diri di tempat tidur ICU RSUD Sekarwangi. Terlihat berbagai peralatan medis menopang hidupnya, termasuk perban besar di bagian leher. Setelah operasi darurat untuk menangani luka yang sangat gawat, kondisi pasien masih belum sadar dan terus dipantau secara intensif oleh tim dokter.

Kemarau Panjang Terjang Desa Banjarsari Sukabumi, 312 KK Alami Krisis Air Bersih

2 September 2026 - 09:29 WIB

Petugas mendistribusikan air bersih dari truk tangki kepada warga yang mengalami kekeringan di [Lokasi], mengantre dengan jerigen di area lapangan kering di latar belakang rumah-rumah penduduk.

Preman Berkedok Wartawan: Peras Guru di Sukaraja Sukabumi, Positif Sabu, Kini Meringkuk di Penjara

2 September 2026 - 09:01 WIB

Tersangka AG (46), oknum wartawan pemeras pihak SDN 2 Sukaraja, diapit anggota kepolisian usai resmi ditangkap dan ditahan di Mapolsek Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca