JENTERANEWS.com – Nasib malang menimpa Sahrul Mustofa, seorang pelajar berusia 16 tahun, tewas setelah terbawa arus saat berenang bersama teman-temannya. Korban diduga tidak bisa berenang dengan baik, dan arus sungai yang deras menjadi penyebab utama kecelakaan ini.
Peristiwa tersebut terjadi terjadi di sungai Leuwi Catang, Kampung Cipanggulaan, RT 07/003 Desa Pondokkaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Pada Kamis tanggal 17 Oktober 2024. Sekira pukul 14.00 Wib.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Parungkuda, M Ramdan, mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, korban tewas tenggelam saat sedang berenang bersama tujuh temannya.
Diduga Sahrul Mustofa berenang hingga ke tengah lalu terseret arus sungai. Teman-teman korban kemudian spontan berteriak minta tolong.
“Saksi mata kejadian tersebut adalah dua orang teman Sahrul, Awan dan Kakanda, yang berada di lokasi saat kejadian. Awan, yang baru berusia 8 tahun, menyaksikan dengan penuh kepanikan saat Sahrul terbawa arus. Kakanda yang lebih besar juga berusaha membantu, tetapi arus sungai terlalu kuat,” kata M Ramdan.
Proses pencarian dan evakuasi korban dilakukan dengan melibatkan aparat setempat, termasuk Babinsa dan Babinmas.
“Setelah mendapat laporan dari saksi mata, tim pencari langsung melakukan tindakan untuk menemukan Sahrul. Masyarakat juga turut serta dalam pencarian ini, saling bekerja sama menghadapi situasi sulit ini,” paparnya.
Korban yang merupakan anak dari pasangan Aisyah, seorang ibu rumah tangga, dan Trianto, seorang wiraswasta ini ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.
“Setelah satu setengah jam pencarian, jenazah Sahrul ditemukan sekitar 20 meter dari lokasi berenang,” terangnya.
Dampak dari kejadian ini menciptakan kepedihan yang mendalam bagi keluarga Sahrul dan masyarakat di sekitarnya. .
“Yang pasti adanya kejadian ini, kita semua berduka,” ujar M Ramdan.(*)
Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















