Menu

Mode Gelap

News · 2 Agu 2024 19:33 WIB

Geger Penemuan Bayi Laki-laki Tergeletak Diatas Bale Di Ciemas Sukabumi


					Warga Kampung Tegal Caringin Desa Ciwaru Kecamatan Ciemas Sukabumi temukan bayi laki-laki bergelang hitam Perbesar

Warga Kampung Tegal Caringin Desa Ciwaru Kecamatan Ciemas Sukabumi temukan bayi laki-laki bergelang hitam

JENTERANEWS.com – Penemuan seorang bayi laki-laki dengan gelang hitam mengejutkan warga Kampung Tegal Caringin RT 003/010, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jumat (2/8/2024) dini hari. Aparat kepolisian melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku dan motif di balik kejadian tersebut.

Kapolsek Ciemas, Iptu Azhar Suhendar, menjelaskan bahwa penemuan bayi ini berawal ketika seorang warga bernama Yuli (40 tahun) mendengar suara yang terdengar seperti tangisan bayi. Yuli kemudian pergi untuk memberitahukan pemilik rumah, Penti (44 tahun), mengenai suara yang didengarnya.

Setelah itu, pemilik rumah bersama Yuli memeriksa sumber suara tersebut dan menemukan seorang bayi laki-laki yang terbungkus kain handuk, tergeletak di atas bale bambu di belakang rumah Penti.

“Kemudian, bayi tersebut dibawa ke dalam rumah. Pemilik rumah kemudian menghubungi ketua RT setempat, dan tidak lama setelah itu, Pemdes Ciwaru tiba di lokasi kejadian. Berdasarkan saran dari Kepala Puskesmas Tamanjaya, bayi tersebut dibawa ke Puskesmas untuk menjalani observasi dan perawatan.,” kata Azhar

Menurut hasil observasi atau pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh Petugas Puskesmas Tamanjaya, Azhar melaporkan bahwa kondisi bayi berada dalam keadaan normal dengan berat badan 2.700 gram, panjang 48 cm, lingkar kepala 31 cm, dan lingkar dada 30 cm.

Terkait penemuan bayi tersebut, Anzar menyatakan bahwa Unit Reskrim Polsek Ciemas sedang melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku pembuangan bayi, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Perlindungan Anak, pasal 76C Juncto 80 UU Nomor 35 Tahun 2014.

Anzar berpendapat bahwa bayi itu tidak dibuang, melainkan diletakkan oleh pelaku dengan tujuan untuk menghindari tanggung jawab dalam merawat anak.

“Diduga, pelaku meninggalkan anak di bawah umur tujuh tahun di suatu lokasi dengan tujuan agar diambil oleh orang lain, sehingga ia dapat terbebas dari tanggung jawab pemeliharaan anak tersebut.,” ujarnya.

Saat ini, menurut Anzar, bayi tersebut masih mendapatkan perawatan dari petugas kesehatan di Puskesmas Tamanjaya. “Rencana selanjutnya adalah bayi akan dibawa dan dirawat oleh pemilik rumah, yaitu Ibu Penti,” tambahnya.(*)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kecelakaan Maut di Jalur Gekbrong: Diduga Rem Blong, Truk Tangki Hantam Minibus dan Pohon, Satu Tewas

22 Mei 2026 - 13:43 WIB

Petugas gabungan dari Satlantas Polres Cianjur dan tim BPBD Kabupaten Cianjur tengah berupaya mengevakuasi korban dan membersihkan material di lokasi kecelakaan maut Jalan Raya Gekbrong, Warungkondang, Kamis (21/05/2026) malam. Kecelakaan yang melibatkan truk tangki dan minibus ini menelan satu korban jiwa.

Pasca-Libur Panjang, Harga BBM BUMN dan Swasta Kompak Stabil, Pemerintah Ungkap Alasan Tahan Harga Subsidi

21 Mei 2026 - 13:17 WIB

BGN Gandeng KPK Susun Rencana Aksi, Tutup Celah Korupsi Program Makan Bergizi Gratis

21 April 2026 - 16:30 WIB

Visualisasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kini menjadi fokus pengawasan ketat oleh Badan Gizi Nasional dan KPK guna memastikan transparansi dan mencegah potensi korupsi yang telah diidentifikasi

Wujudkan Generasi Cerdas dan Sehat, SPPG Padasenang Gelar Sosialisasi Program MBG di SDN Banjarsari

21 April 2026 - 11:02 WIB

Suasana pertemuan sosialisasi Program Makan Bergizi (MBG) oleh SPPG Sukabumi Cidadap Padasenang di SDN Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (21/4/2026).

Damkar Kabupaten Sukabumi Sukses Evakuasi Ular Sanca dari Pemukiman Warga di Palabuhanratu

18 April 2026 - 20:31 WIB

Petugas Damkarmat Kabupaten Sukabumi berhasil mengamankan ular sanca dari pemukiman warga di Kampung Jayanti, Desa Jayanti, Palabuhanratu, Sabtu (18/4/2026). Evakuasi berjalan lancar tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.

Harga Elpiji 12 Kg Merangkak Naik, Menteri ESDM Bahlil Pastikan Pasokan Gas 3 Kg Aman

18 April 2026 - 07:36 WIB

Trending di News