JENTERANEWS.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi sejak Senin malam memicu insiden pohon tumbang di Kecamatan Sagaranten. Sebuah pohon jati berukuran besar dilaporkan menimpa rumah warga di Kampung Cimangir, RT 001/RW 001, Desa Pasanggrahan, pada Selasa (13/1/2026) subuh.
Kapolres Sukabumi melalui Kapolsek Sagaranten, AKP A. Suryana B, S.H., membenarkan peristiwa tersebut. Insiden terjadi sekitar pukul 05.00 WIB saat aktivitas warga mulai menggeliat.
“Betul, telah terjadi pohon tumbang jenis jati dengan panjang sekitar 15 meter dan diameter 30 sentimeter. Pohon tersebut menimpa bagian atap rumah milik warga atas nama Bapak Enep (53),” ujar AKP Suryana dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/1/2026).
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, peristiwa bermula ketika hujan deras mengguyur kawasan Sagaranten sejak Senin (12/1/2026) malam hingga Selasa dini hari.
Pada pukul 05.00 WIB, pemilik rumah, Enep, sedang melakukan aktivitas bersih-bersih di bagian belakang rumahnya. Tiba-tiba, terdengar suara benturan keras dari arah atap. Saat diperiksa, pohon jati yang berada di dekat huniannya sudah dalam posisi melintang dan menghantam atap rumah.
Menerima laporan tersebut, Polsek Sagaranten bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Sagaranten, Koramil 2211, Satpol PP (Tantrib), Damkar Pos Sagaranten, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK), Tagana, serta Pemerintah Desa Pasanggrahan langsung terjun ke lokasi.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini. Seluruh penghuni rumah yang berjumlah 6 orang dalam keadaan selamat. Kerusakan hanya terjadi pada bagian atap rumah (rusak ringan),” tambah Kapolsek.
Proses evakuasi batang pohon dilakukan secara gotong royong oleh petugas gabungan bersama warga setempat. Situasi di lokasi kejadian dilaporkan aman, tertib, dan terkendali.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti pohon tumbang dan longsor, mengingat curah hujan yang masih cukup tinggi di wilayah Sukabumi dan sekitarnya.
Laporan: Aros Jampang
Editor: Hamjah















