JENTERANEWS.com — Tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi kembali memicu terjadinya bencana alam. Pada Jumat pagi (6/3/2026) sekitar pukul 06.30 WIB, tebing bahu jalan provinsi di kawasan Kecamatan Nyalindung dilaporkan mengalami longsor akibat cuaca ekstrem.
Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, titik pergerakan tanah terjadi di Kampung Cipulus RT 007/RW 003, Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung.
Runtuhan material tanah dari tebing tersebut terpantau menutup sebagian akses jalan provinsi. Meski demikian, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nyalindung, Ahmad, melaporkan bahwa insiden ini tidak sampai melumpuhkan mobilitas warga.
“Dampak hujan yang terus-menerus mengakibatkan tebing bahu jalan provinsi longsor dan menutup sebagian jalan. Namun, untuk arus lalu lintas dipastikan masih bisa berjalan dengan normal,” jelas Ahmad dalam laporannya, Jumat (6/3/2026).
Pihak BPBD juga memastikan tidak ada warga yang terancam maupun menjadi korban jiwa dalam peristiwa ini. Tidak ada pula warga setempat yang harus dievakuasi atau mengungsi akibat longsor tersebut.
Merespons kejadian ini, petugas di lapangan langsung bergerak cepat. P2BK Nyalindung telah berkoordinasi secara intensif dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) PBJ Wilayah 2 Provinsi Jawa Barat untuk penanganan darurat.
Hingga berita ini diturunkan, proses normalisasi jalan tengah berlangsung. Petugas gabungan bersama pihak PU sedang melakukan pengerukan dan pembersihan material longsoran agar jalan dapat kembali dilalui secara optimal dan aman.
Mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan, pihak BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau seluruh masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintas di kawasan perbukitan dan rawan longsor, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan.(*)
Laporan: Oto
Editor Hamjah















