JENTERANEWS.com — Hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi secara terus-menerus memicu terjadinya bencana tanah longsor. Akibatnya, Tembok Penahan Tanah (TPT) beserta fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) Masjid Alpurqon yang berlokasi di Kecamatan Gunungguruh runtuh terbawa material longsor pada Minggu malam (8/3/2026).
Berdasarkan laporan kebencanaan dari Tagana Kecamatan Gunungguruh, Ihin Solihin, insiden tersebut terjadi pada pukul 21.00 WIB, tepatnya di Kampung Kubang Jaya RT 04/10, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Intensitas hujan yang tinggi dengan durasi yang panjang disinyalir mengakibatkan struktur tanah di sekitar lokasi menjadi labil. Akibatnya, Tembok Penahan Tanah tak lagi mampu menahan beban curah hujan hingga akhirnya ambruk dan merusak fasilitas sanitasi masjid.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa nahas ini mengingat kondisi sekitar masjid yang sepi saat kejadian. Meski demikian, fasilitas bangunan tersebut tercatat mengalami rusak berat (1 unit). Hingga berita ini diturunkan, total kerugian materiil masih dalam tahap asesmen dan perhitungan oleh pihak berwenang.
Merespons kejadian ini, jajaran Tagana langsung bergerak cepat ke lokasi bencana. “Kami telah berkoordinasi lintas sektor dengan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Pemerintah Desa Sirnaresmi, Bhabinkamtibmas, serta Babinsa guna penanganan lebih lanjut,” demikian kutipan dari laporan resmi Tagana yang bersumber dari Pemerintah Desa setempat.
Berdasarkan pantauan terkini di lapangan, semangat kepedulian masyarakat sangat patut diapresiasi. Warga setempat bersama para petugas tampak bahu-membahu bergotong royong menyingkirkan puing-puing material bangunan yang hancur agar area sekitar kembali bersih dan aman dari potensi bahaya susulan.
Guna mempercepat proses pemulihan dan mencegah longsor susulan di area tempat ibadah tersebut, terdapat sejumlah kebutuhan logistik darurat yang sangat diharapkan. Kebutuhan mendesak tersebut meliputi material bahan bangunan untuk perbaikan TPT, kawat bronjong penahan tanah, serta karung pasir pelindung.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama bagi mereka yang bermukim atau beraktivitas di sekitar lereng atau tebing yang rawan pergerakan tanah.(*)















