Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 25 Agu 2025 21:11 WIB

Insiden Kekerasan di SMAN 1 Cicurug: Video Hukuman Skenario Berujung Pemukulan Sungguhan


					Keterangan: Gedung SMAN 1 Cicurug, lokasi terjadinya insiden kekerasan yang berawal dari skenario video hukuman. Pihak sekolah memastikan kegiatan belajar mengajar telah kembali normal setelah dilakukan mediasi dan pemberian klarifikasi kepada siswa pada Senin (25/8/2025). Perbesar

Keterangan: Gedung SMAN 1 Cicurug, lokasi terjadinya insiden kekerasan yang berawal dari skenario video hukuman. Pihak sekolah memastikan kegiatan belajar mengajar telah kembali normal setelah dilakukan mediasi dan pemberian klarifikasi kepada siswa pada Senin (25/8/2025).

JENTERANEWS.com Pihak Sekolah Nonaktifkan Guru dan Gelar Mediasi, Siswa Sempat Gelar Aksi Protes

Dunia pendidikan di Cicurug dihebohkan oleh kasus dugaan kekerasan yang melibatkan seorang guru terhadap siswanya di SMAN 1 Cicurug. Ironisnya, insiden ini bermula dari skenario pembuatan video hukuman yang dirancang untuk meredam masalah pribadi sang guru, namun justru berakhir dengan aksi pemukulan sungguhan. Pihak sekolah telah menonaktifkan guru yang bersangkutan dan menyatakan persoalan telah diselesaikan melalui jalur mediasi, meskipun sempat diwarnai aksi unjuk rasa siswa pada Senin (25/8/2025).

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 1 Cicurug, Nurjaka, membeberkan kronologi lengkap peristiwa tersebut. Menurutnya, akar masalah adalah sebuah foto selfie antara siswa dan guru yang bersangkutan. Foto yang kemudian beredar di media sosial itu ternyata memicu persoalan dalam lingkungan keluarga sang guru.

“Guru itu merasa tidak nyaman bersama keluarganya, sehingga dibuatlah skenario seolah-olah siswa sudah diberi sanksi dengan cara membuat video drama,” jelas Nurjaka saat dikonfirmasi pada Senin (25/08/2025).

Namun, niat awal untuk menciptakan drama sandiwara berubah menjadi kenyataan pahit. Dalam proses pembuatan video tersebut, sang guru dilaporkan benar-benar melayangkan pukulan kepada siswanya. Tindakan yang di luar skenario ini membuat siswa merasa menjadi korban kekerasan fisik dan psikis, hingga akhirnya menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya.

Reaksi keras pun datang dari pihak keluarga siswa yang menuntut klarifikasi dan pertanggungjawaban dari pihak sekolah. Menanggapi hal tersebut, sekolah segera mengambil langkah mediasi.

“Kami kemudian menginisiasi pertemuan dengan pihak keluarga, difasilitasi oleh pihak Kecamatan dan Polsek Cicurug. Pada Sabtu malam, persoalan sudah selesai. Kedua belah pihak saling memaafkan dan mengakui kesalahan, bahkan diperkuat dengan surat perjanjian hitam di atas putih. Jadi sebenarnya sudah selesai,” ujar Nurjaka.

 

Kesepakatan Damai Tak Meredam Isu

 

Meski telah ada kesepakatan damai, kabar mengenai insiden pemukulan ini telanjur menyebar luas di masyarakat tanpa disertai informasi mengenai penyelesaiannya. Hal ini memicu kesalahpahaman dan memantik reaksi dari berbagai pihak, termasuk para siswa SMAN 1 Cicurug yang menggelar aksi unjuk rasa di lingkungan sekolah pada Senin pagi.

“Alhamdulillah, setelah kami memberikan ruang bagi siswa untuk menyampaikan aspirasi dan menjelaskan duduk perkaranya, mereka akhirnya memahami. Kini kegiatan belajar mengajar sudah kembali normal dan kondusif. Guru-guru juga kembali tenang mengajar di kelas,” tuturnya.

Terkait sanksi, Nurjaka menegaskan bahwa sekolah telah mengambil tindakan tegas dengan menonaktifkan sementara guru tersebut dari kegiatan mengajar. Keputusan final mengenai status kepegawaiannya akan menunggu hasil pemeriksaan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

“Sanksi internal dari sekolah sudah diberikan, tapi untuk keputusan lebih lanjut kami menunggu hasil pemeriksaan Dinas Pendidikan. Yang jelas, guru yang bersangkutan dinonaktifkan dulu,” tegasnya.

Pihak sekolah juga memastikan memberikan pendampingan psikologis kepada siswa yang menjadi korban untuk memulihkan kondisi mentalnya. “Tadi pagi siswa dijemput oleh wali kelasnya, diberi nasihat agar tetap semangat. Di ruang Bimbingan Penyuluhan (BP) juga ada guru pembimbing yang mendampinginya agar tidak merasa tertekan,” kata Nurjaka.

Sebagai langkah preventif, SMAN 1 Cicurug berkomitmen untuk memperkuat komunikasi dan pembinaan internal guna memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

“Kami akan menangani ini dengan lebih serius dan transparan, termasuk mengadakan pengarahan serta diskusi di antara para guru. Percayakan kepada kami, sekolah punya standar dalam menghadapi masalah ini. Tidak usah khawatir, tindakan tegas pasti akan diberikan kepada pihak yang bersalah,” pungkasnya. (*)

Editor : Mia


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 49 kali

Baca Lainnya

Diduga Ulah Oknum, 700 Meter Persegi Lahan Perhutani di Cidadap Sukabumi Hangus Terbakar

5 September 2026 - 19:57 WIB

Pantauan kobaran api yang melahap area Perkebunan Kayu Putih di Blok 87 Perhutani, Desa Padasenang, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (5/9/2026) malam. Api yang meluas hingga 700 meter persegi akibat faktor angin dan lahan kering tersebut berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan pada pukul 19.30 WIB. (Foto: Dok. P2BK/BPBD Kabupaten Sukabumi)

Pemdes Mekarjaya Sukabumi Salurkan BLT Dana Desa Periode Juli-Agustus kepada 50 KPM

3 September 2026 - 10:20 WIB

Warga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menghadiri kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) di Aula Desa Mekarjaya, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/9).

Polres Sukabumi Salurkan Bantuan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kemarau Panjang di Simpenan

2 September 2026 - 19:31 WIB

Personel Sat Samapta Polres Sukabumi mengisikan air bersih dari kendaraan operasional ke wadah penampungan milik warga di Kampung Tegal Nyampai, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Selasa (1/9/2026). Aksi bakti sosial ini digelar untuk membantu kebutuhan air sehari-hari warga yang terdampak kemarau panjang. Foto: Dok. Humas Polres Sukabumi.

Tragedi Berdarah di Cijengkol: Istri Temukan Suami Bersimbah Darah, Kondisi Kritis Pakai Ventilator

2 September 2026 - 12:12 WIB

Kondisi Mencekam di ICU. Pasien A tergeletak tak sadarkan diri di tempat tidur ICU RSUD Sekarwangi. Terlihat berbagai peralatan medis menopang hidupnya, termasuk perban besar di bagian leher. Setelah operasi darurat untuk menangani luka yang sangat gawat, kondisi pasien masih belum sadar dan terus dipantau secara intensif oleh tim dokter.

Kemarau Panjang Terjang Desa Banjarsari Sukabumi, 312 KK Alami Krisis Air Bersih

2 September 2026 - 09:29 WIB

Petugas mendistribusikan air bersih dari truk tangki kepada warga yang mengalami kekeringan di [Lokasi], mengantre dengan jerigen di area lapangan kering di latar belakang rumah-rumah penduduk.

Preman Berkedok Wartawan: Peras Guru di Sukaraja Sukabumi, Positif Sabu, Kini Meringkuk di Penjara

2 September 2026 - 09:01 WIB

Tersangka AG (46), oknum wartawan pemeras pihak SDN 2 Sukaraja, diapit anggota kepolisian usai resmi ditangkap dan ditahan di Mapolsek Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca