Menu

Mode Gelap

Kabar Daerah · 27 Feb 2025 18:10 WIB

Jembatan Cibodas: Antara Harapan dan Maut, Janji yang Terlupakan


					Kondisi memprihatinkan Jembatan Cibodas yang menghubungkan Kecamatan Curugkembar dan Cidadap, Kabupaten Sukabumi. Lantai jembatan yang lapuk dan tali gantung yang nyaris putus menjadi ancaman nyata bagi warga yang melintas. Perbesar

Kondisi memprihatinkan Jembatan Cibodas yang menghubungkan Kecamatan Curugkembar dan Cidadap, Kabupaten Sukabumi. Lantai jembatan yang lapuk dan tali gantung yang nyaris putus menjadi ancaman nyata bagi warga yang melintas.

JENTERANEWS.com – Di tengah gemerlap pembangunan yang terus menggeliat, sebuah ironi menyayat hati masih menghantui warga Kecamatan Curugkembar dan Cidadap, Kabupaten Sukabumi. Jembatan Cibodas, urat nadi penghubung dua kecamatan, kini hanya menyisakan rapuh dan ancaman maut bagi setiap yang melintasinya. Janji pembangunan yang dianggarkan sejak 2020, kini seolah menguap ditelan waktu.

Empat tahun lalu, tepatnya 16 April 2020, secercah harapan sempat menyala ketika pemerintah melalui LPSE mengumumkan tender Detail Engineering Design (DED) Jembatan Cibodas. PT. ARJASARI PRIMARAYA keluar sebagai pemenang, namun hingga kini, jembatan yang diharapkan menjadi solusi transportasi warga itu tak kunjung berdiri kokoh.

Jembatan gantung sepanjang 20 meter dengan lebar 1,5 meter ini, yang membentang di atas Sungai Cibodas, menghubungkan Kampung Cimahi Desa Banjarsari Cidadap dan Kampung Sindangkerta Desa Curugkembar. Dibangun lebih dari 30 tahun lalu, jembatan ini telah mengalami kerusakan parah selama 16 tahun terakhir. Kondisinya semakin memprihatinkan, dengan lantai lapuk berlubang dan tali gantung yang nyaris putus.

“Ini kayunya kemarin beberapa warga sudah perbaiki, tapi sudah rusak lagi,” ungkap Yandi, warga Desa Banjarsari, menggambarkan betapa rapuhnya jembatan ini, Kamis 27/2/2025.

Setiap hari, warga harus mempertaruhkan nyawa untuk melintasi jembatan ini, yang menjadi akses terdekat ke sekolah dan puskesmas di Curugkembar.

“Kalau tidak ada jembatan ini, warga harus memutar dulu ke kecamatan Sagaranten dengan jarak puluhan kilo,” ujar Yandi. Mereka mendambakan jembatan permanen yang bisa dilalui kendaraan roda empat, demi memudahkan akses dan meningkatkan perekonomian warga.

Keluhan mengenai kondisi jembatan ini telah lama menjadi sorotan di media sosial dan media massa. Pemerintah Desa Banjarsari dan Curugkembar pun telah berulang kali mengajukan permohonan pembangunan kepada pemerintah kabupaten, namun belum ada realisasi.

Kini, di tengah ketidakpastian, warga hanya bisa berharap agar pemerintah segera bertindak, sebelum jembatan ini menelan korban jiwa.(*)

Artikel ini telah dibaca 318 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

BAPENDA GANDENG APARATUR KECAMATAN UNTUK OPTIMALKAN PAD KABUPATEN SUKABUMI

18 Juni 2026 - 15:50 WIB

Bupati Sukabumi Asep Japar memberikan arahan dalam rapat koordinasi pemetaan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bersama jajaran aparatur kewilayahan di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Rabu (17/6/2026).

Dukung Kemah Religi Pemuda Masjid Dunia, Ketua DPRD Sukabumi: Ruang Bentuk Karakter Generasi Muda

18 Juni 2026 - 15:40 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, H. Budi Azhar Mutawali (tengah/kemeja putih dengan logo), berfoto bersama jajaran pengurus, panitia, dan perwakilan pemuda masjid usai memberikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana pelaksanaan Kemah Religi Pemuda Masjid Dunia 2026 di Kabupaten Sukabumi, Rabu (17/6/2026). (Foto: Istimewa)

Wujudkan Generasi Emas, SPPG Neglasari Dua Sukabumi Komit Sajikan Menu Bergizi dan Higienis

18 Juni 2026 - 14:23 WIB

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purabaya di Sukabumi, Jawa Barat

Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Bogor dan Satpol PP Sukabumi Gencarkan Edukasi Lewat Operasi ASAP

18 Juni 2026 - 09:18 WIB

Narasumber dari Bea Cukai Bogor dan Satpol PP Kabupaten Sukabumi, bersama dengan pembawa acara radio, berpose di studio radio usai kegiatan sosialisasi identifikasi cukai rokok ilegal pada Rabu (17/6/26).

Kisah Pilu Ibu Mimin: Lansia Tua di Purabaya Bertahan Hidup di Gubuk Nyaris Roboh dengan Penglihatan Terbatas

17 Juni 2026 - 10:06 WIB

Ibu Mimin (60), lansia penderita katarak yang hidup sebatang kara, tampak tertunduk lesu di dalam tempat tinggalnya di Kampung Cinangka, Desa Cimerang, Kecamatan Purabaya. Keterbatasan penglihatan dan himpitan ekonomi memaksanya bertahan hidup dalam kondisi yang serba memprihatinkan tanpa jaminan kenyamanan di masa tuanya.

Cuaca Ekstrem Terjang Kalapanunggal Sukabumi, Empat Rumah Warga Rusak Berat

17 Juni 2026 - 07:28 WIB

Seorang petugas dari tim gabungan sedang melakukan asesmen dan meninjau langsung kondisi salah satu rumah warga yang mengalami kerusakan berat di Kampung Cingenca, Desa Walangsari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Selasa (16/6/2026).
Trending di Sukabumi