JENTERANEWS.com – Akses jalan masuk menuju kawasan kaki Gunung Gede, tepatnya di blok Hak Guna Usaha (HGU) Perkebunan Pasir Tugu Cinumpang, Situ Gunung, Desa Gede Pangrango dan Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, Sukabumi, dilaporkan telah dipagar, dipasangi kawat besi, dan dikunci gembok. Tindakan ini menuai kecaman keras dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Dampal Jurig (Dampit Peduli Lingkungan Jurang Rimba Gunung) dan komunitas Ladog Adventure Sukabumi Raya.
Berdasarkan masukan dan aspirasi dari berbagai kalangan masyarakat, baik warga sekitar hutan maupun masyarakat umum, LSM Dampal Jurig bersama rekan-rekan Ladog Adventure melakukan investigasi langsung ke lokasi pada Minggu, 4 Mei 2025.
“Hasilnya, benar adanya dengan apa yang dilaporkan oleh warga masyarakat sekitar hutan maupun masyarakat umum,” ujar Ketua LSM Dampal Jurig, Irvan Azis, mengkonfirmasi temuan di lapangan.
Irvan Azis mengecam keras pemagaran tersebut karena dinilai menghambat akses vital bagi masyarakat. Akses jalan ini sangat dibutuhkan warga untuk berbagai keperluan, di antaranya:
- Memperbaiki saluran alur sungai yang dimanfaatkan untuk mengairi perkebunan sayur-sayuran dan buahan milik warga.
- Mengambil air untuk kebutuhan sehari-hari seperti menanak nasi, Mandi Cuci Kakus (MCK).
- Akses bagi warga yang ingin sedikit berwisata menikmati pemandangan di kaki gunung.
- Berbagai kepentingan masyarakat lainnya.
Menyikapi hal ini, Irvan Azis menyatakan akan menindaklanjuti permasalahan ini melalui audiensi langsung dengan pihak Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP) dan rekanan pengembang pariwisata yang mengelola kawasan Situ Gunung selama ini. Ia mendesak agar pagar tersebut secepatnya dibongkar kembali demi kelancaran aktivitas warga.
Keluhan masyarakat ini mendapatkan tanggapan langsung dari pihak TNGP Resort Selabintana Situ Gunung yang diwakili oleh Bapak Luky. Melalui sambungan telepon via WhatsApp dengan Irvan Azis, Bapak Luky menyatakan akan segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan terjun langsung ke lapangan pada esok hari (Senin, 5 Mei 2025) guna mencari solusi terbaik sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Gayung bersambut, langsung mendapatkan tanggapan dari pihak Taman Nasional Gunung Gede Pangrango TNGP resort Selabintana Situ Gunung yang diwakili oleh Bapak Luky akan segera menindaklanjuti laporan dengan terjun kelapangan esok hari untuk langkah solusi yang terbaik,” jelas Irvan Azis menirukan pernyataan Bapak Luky.
Meski mendapat respon positif, Irvan Azis menandaskan bahwa untuk sementara pihaknya mengiyakan dulu sambil menunggu langkah konkret yang akan diambil TNGP. Namun, ia menegaskan, “Kalau tetap tidak ada tidak lanjut untuk membongkar pagar dan membuka kunci pintu gembok tersebut, maka dia sendiri dkk LSM Dampal Jurig dan komunitas serta warga masyarakat akan membukanya secara paksa demi kepentingan masyarakat banyak.”
“Kita tunggu saja dulu,” tambahnya.
Irvan Azis juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi kawasan kaki Gunung Gede saat ini. Ia khawatir jika tidak dijaga dengan baik, kawasan ini bisa mengalami kerusakan dan menjadi seperti “kue donat”, yaitu hanya bagus di pinggirnya tetapi kosong di tengah. “Pokoknya sedih kalau ceritakan mah melihat kondisi kaki gunung gede ini yang Kalau tidak di jaga akan jadi kawasan gunung gede seperti kue donat mudah mudahan tidak terjadi,” tutupnya dengan nada penuh harap.
Masyarakat dan berbagai pihak kini menantikan langkah nyata dari TNGP dan pihak terkait lainnya untuk menyelesaikan persoalan akses jalan ini demi kelancaran aktivitas warga dan pelestarian kawasan di kaki Gunung Gede.(*)
Laporan: Ari Ajo
Editor: Hamjah














