Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 14 Jul 2025 14:11 WIB

Menepis Isu Penutupan Tempat Ibadah, Forkopimda dan FKUB Sukabumi Kompak Serukan: Cidahu Aman dan Kondusif


					Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Samian (tengah) didampingi Camat Cidahu, Danramil, perwakilan DPRD, dan tokoh agama, menjamin keamanan dan kehidupan normal di Cidahu pasca-insiden. Perbesar

Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Samian (tengah) didampingi Camat Cidahu, Danramil, perwakilan DPRD, dan tokoh agama, menjamin keamanan dan kehidupan normal di Cidahu pasca-insiden.

JENTERANEWS.com – Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sukabumi secara serentak menepis isu negatif pasca-insiden di Kecamatan Cidahu. Dalam konferensi pers yang digelar di Kp. Tangkil, Desa Tangkil, pada Senin (14/7/2025), mereka menegaskan bahwa situasi telah sepenuhnya normal dan tidak ada penutupan tempat ibadah mana pun.

Konferensi pers yang bertempat di rumah singgah milik Maria Veronica Ninna—lokasi yang sempat menjadi pusat perhatian—menjadi simbol pemulihan dan persatuan. Dipimpin langsung oleh Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Samian, pernyataan bersama ini dihadiri oleh seluruh elemen pimpinan, mulai dari Camat Cidahu H. Tamtam Alamsyah, Danramil Parungkuda Kapten Arm Andriyono, hingga anggota DPRD Kabupaten Sukabumi H. Deni Gunawan.

Kapolres Sukabumi dengan tegas menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Cidahu. Ia membantah keras kabar burung mengenai adanya pelarangan atau penutupan fasilitas ibadah.

“Situasi kamtibmas terjamin aman dan kondusif. Masyarakat sudah tenang, bisa beribadah, bekerja, dan beraktivitas seperti biasa,” tegas AKBP Dr. Samian di hadapan awak media.

Ia menunjuk kondisi rumah singgah yang telah diperbaiki secara gotong royong sebagai bukti nyata kekompakan warga. “Rumah singgah ini sudah diperbaiki bersama-sama oleh masyarakat, tokoh agama, TNI, Polri, dan pemerintah daerah. Saat ini aktivitas berjalan normal, tidak ada penutupan atau pelarangan dalam bentuk apa pun,” tambahnya.

Suara dari masyarakat lokal mengamini pernyataan aparat. Jongki, penjaga rumah singgah, dengan raut wajah lega mengucapkan terima kasih atas respons cepat dari semua pihak. Ia menceritakan bagaimana suasana damai telah kembali ke lingkungannya.

“Sepulang dari evakuasi, saya lihat sudah ada bantuan dari TNI, Polri, tokoh masyarakat, dan pemerintah kecamatan. Bahkan sudah ada pembersihan dan perbaikan,” ungkap Jongki. “Anak-anak saya juga sudah sekolah, kami bisa beribadah dan belanja ke pasar seperti biasa. Situasi di sini sangat aman dan warga tetap bertegur sapa.”

Pdt. David, perwakilan dari FKUB Kabupaten Sukabumi, menyayangkan insiden perusakan yang terjadi sebelumnya namun mengapresiasi penanganan cepat oleh aparat penegak hukum. Ia memastikan bahwa kerukunan di Sukabumi tidak terganggu.

“Hubungan lintas agama di Kabupaten Sukabumi baik-baik saja. Tidak ada pembatasan ibadah, semua berjalan aman dan tenteram. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang di mana pun di Indonesia,” jelasnya, mengirimkan pesan damai yang lebih luas.

Senada dengan itu, perwakilan Kesbangpol, Tri Romodhono, dan Camat Cidahu, H. Tamtam Alamsyah, menegaskan bahwa kehidupan sosial di Tangkil berjalan harmonis. Bahkan, pemerintah kecamatan turut memberikan pendampingan psikologis untuk memastikan pemulihan total bagi keluarga yang terdampak.

Dari sisi legislatif, H. Deni Gunawan dari DPRD Kabupaten Sukabumi, mengapresiasi langkah Polres yang mengedepankan proses hukum dalam penyelesaian masalah. “Kami memastikan villa ini beroperasi normal sebagai rumah tinggal dan toleransi beragama tetap berjalan,” ujarnya.

Sebagai penutup yang menyejukkan, Ketua MUI Kecamatan Cidahu, Ismail, berbagi sebuah potret kerukunan yang hangat.

“Beberapa malam lalu kami para ulama bersama tokoh lintas agama ngopi bareng di kantor MUI Kecamatan Cidahu. Itu bukti nyata hubungan kami baik,” tuturnya. Ia menegaskan bahwa seluruh masyarakat telah beraktivitas normal dan menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran bersama. “Ini pengalaman yang pahit dan menjadi pelajaran berharga agar tidak terulang lagi,” tutupnya.(*)


Reporter: Aris/ Mardi

Redaktur: Hamjah


 


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 51 kali

Baca Lainnya

Diduga Ulah Oknum, 700 Meter Persegi Lahan Perhutani di Cidadap Sukabumi Hangus Terbakar

5 September 2026 - 19:57 WIB

Pantauan kobaran api yang melahap area Perkebunan Kayu Putih di Blok 87 Perhutani, Desa Padasenang, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (5/9/2026) malam. Api yang meluas hingga 700 meter persegi akibat faktor angin dan lahan kering tersebut berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan pada pukul 19.30 WIB. (Foto: Dok. P2BK/BPBD Kabupaten Sukabumi)

Pemdes Mekarjaya Sukabumi Salurkan BLT Dana Desa Periode Juli-Agustus kepada 50 KPM

3 September 2026 - 10:20 WIB

Warga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menghadiri kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) di Aula Desa Mekarjaya, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/9).

Polres Sukabumi Salurkan Bantuan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kemarau Panjang di Simpenan

2 September 2026 - 19:31 WIB

Personel Sat Samapta Polres Sukabumi mengisikan air bersih dari kendaraan operasional ke wadah penampungan milik warga di Kampung Tegal Nyampai, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Selasa (1/9/2026). Aksi bakti sosial ini digelar untuk membantu kebutuhan air sehari-hari warga yang terdampak kemarau panjang. Foto: Dok. Humas Polres Sukabumi.

Tragedi Berdarah di Cijengkol: Istri Temukan Suami Bersimbah Darah, Kondisi Kritis Pakai Ventilator

2 September 2026 - 12:12 WIB

Kondisi Mencekam di ICU. Pasien A tergeletak tak sadarkan diri di tempat tidur ICU RSUD Sekarwangi. Terlihat berbagai peralatan medis menopang hidupnya, termasuk perban besar di bagian leher. Setelah operasi darurat untuk menangani luka yang sangat gawat, kondisi pasien masih belum sadar dan terus dipantau secara intensif oleh tim dokter.

Kemarau Panjang Terjang Desa Banjarsari Sukabumi, 312 KK Alami Krisis Air Bersih

2 September 2026 - 09:29 WIB

Petugas mendistribusikan air bersih dari truk tangki kepada warga yang mengalami kekeringan di [Lokasi], mengantre dengan jerigen di area lapangan kering di latar belakang rumah-rumah penduduk.

Preman Berkedok Wartawan: Peras Guru di Sukaraja Sukabumi, Positif Sabu, Kini Meringkuk di Penjara

2 September 2026 - 09:01 WIB

Tersangka AG (46), oknum wartawan pemeras pihak SDN 2 Sukaraja, diapit anggota kepolisian usai resmi ditangkap dan ditahan di Mapolsek Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca