Menu

Mode Gelap

Bencana · 16 Sep 2025 13:37 WIB

Nahas di Sungai Cimandiri, Pelajar SMK Ditemukan Tewas Tenggelam


					EVAKUASI KORBAN – Tim gabungan bersama warga mengangkat jasad Is (17), seorang siswa SMK yang tewas tenggelam di Sungai Cimandiri, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Selasa (16/9/2025). Korban ditemukan setelah dua jam pencarian. Perbesar

EVAKUASI KORBAN – Tim gabungan bersama warga mengangkat jasad Is (17), seorang siswa SMK yang tewas tenggelam di Sungai Cimandiri, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Selasa (16/9/2025). Korban ditemukan setelah dua jam pencarian.

JENTERANEWS.com – Keceriaan sekelompok remaja yang tengah bermain di aliran Sungai Cimandiri, Kabupaten Sukabumi, berubah menjadi duka mendalam. Seorang siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berinisial Is (17) ditemukan tewas setelah tenggelam saat berenang bersama teman-temannya, Selasa (16/9/2025). Korban diduga tidak mahir berenang.

Jasad korban ditemukan mengambang oleh warga di sekitar Kebonjati RT 001 RW 001, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, sekitar pukul 11.00 WIB, dan sontak menggegerkan masyarakat setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban merupakan warga Kampung Cisalak RT 004 RW 12, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.

Kronologi Kejadian

Peristiwa tragis ini bermula pada Selasa pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Korban, yang kebetulan tidak masuk sekolah, berpamitan kepada kakaknya untuk pergi bermain bersama tiga orang rekannya. Mereka kemudian memutuskan untuk berenang di kawasan Leuwi Urug, salah satu bagian dari aliran Sungai Cimandiri.

Nahas, saat sedang asyik bermain air, korban tiba-tiba tenggelam. Menurut kesaksian rekan-rekannya, Is tidak muncul kembali ke permukaan setelah beberapa saat. Panik, teman-teman korban segera mencari pertolongan warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut kepada keluarga korban.

Laporan tersebut diteruskan kepada Babinsa Desa Sirnaresmi, Peltu Erfan Rifai, yang segera berkoordinasi dengan warga untuk melakukan proses pencarian di sepanjang aliran sungai.

Proses Evakuasi dan Pernyataan Resmi

Upaya pencarian tidak berlangsung lama. Sekitar dua jam setelah kejadian, jasad korban ditemukan dalam kondisi mengambang, mengenakan celana pendek tanpa baju, dengan mulut mengeluarkan busa.

“Setelah menerima laporan pagi tadi, saya langsung menuju lokasi kejadian (TKP). Syukurlah, berkat bantuan warga, korban berhasil ditemukan tidak jauh dari lokasi tenggelam,” ujar Peltu Erfan Rifai saat dikonfirmasi di lokasi evakuasi.

Ia menambahkan, proses evakuasi segera dilakukan dengan disaksikan langsung oleh pihak keluarga. “Dengan disaksikan keluarga dan dibantu warga, jasad korban telah berhasil dievakuasi. Kejadian ini sudah kami laporkan secara resmi ke Polsek Gunungguruh untuk penanganan lebih lanjut,” jelas Erfan.

Keluarga Ikhlas Menerima Takdir

Pihak keluarga korban mengaku sangat syok atas musibah yang menimpa Is. Kendati demikian, mereka menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai takdir dari Tuhan Yang Maha Esa dan tidak akan menuntut pihak manapun.

Hingga berita ini diturunkan, jasad korban telah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. Rencananya, jenazah akan segera dimandikan dan dikebumikan di pemakaman umum yang tidak jauh dari kediaman korban. (*)

Editor : Mia


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 92 kali

Baca Lainnya

Napi Lapas Warungkiara Kabur Saat Masa Asimilasi, Petugas dan Kepolisian Gelar Pengejaran

20 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Foto Patah alias Acil, narapidana kasus pencurian yang dilaporkan kabur dari Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, saat menjalani program asimilasi. (Foto: Dok. Lapas Warungkiara)

Perkuat Tata Kelola Pembudayaan Hidup Sehat, Dinkes Jabar Gelar Bimtek Lintas Sektor di Sukabumi

20 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Suasana pemaparan materi dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendampingan Pembudayaan Hidup Sehat (PHS) Tingkat Kabupaten Sukabumi yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat di Pendopo Sukabumi, Kamis (20/8/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas teknis dan manajerial lintas sektor guna mendorong perubahan perilaku hidup sehat di masyarakat.

Pastikan Kesiapan Fisik dan Administrasi KDKMP, Sekda Sukabumi Hadiri Rakornas Percepatan Verval

20 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman (tengah depan berbatik hitam dan kacamata), didampingi jajaran pimpinan perangkat daerah, mendengarkan pemaparan Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kementerian Koperasi RI dalam Rakornas Percepatan Verval Gerai KDKMP secara daring dari Pendopo Sukabumi, Kamis (20/8/2026). Di sebelah kiri Sekda (wanita berhijab) dan sebelah kanannya (pria berbatik) adalah bagian dari tim pendamping.

Sidang Kematian Nizam Syafei: Ahli Forensik Sebut Penyakit Kronis Sebagai Penyebab, Perkuat Pembelaan Ibu Tiri

20 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Terdakwa Teni Ridha Shi alias TR saat menjalani sidang lanjutan beragendakan pemeriksaan saksi ahli di Pengadilan Negeri (PN) Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (19/8/2026).

Tiga Hari Hilang, Mahasiswa Asal Jakarta Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Citepus Sukabumi

20 Agustus 2026 - 16:29 WIB

Tim gabungan dari Satpolairud Polres Sukabumi, Basarnas, dan TNI AL mengevakuasi jasad korban tenggelam, Ahmad Nadif Fadilah (21), menggunakan kantong mayat di bibir Pantai Dolpin Citepus, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Rabu (19/8/2026). Jasad mahasiswa asal Jakarta Selatan itu ditemukan mengapung setelah tiga hari dinyatakan hilang di Pantai Karangnaya.

Korupsi APBDes Rp574 Juta untuk Renovasi Rumah, Kaur Keuangan Desa di Sukabumi Resmi Ditahan

19 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Petugas Walsus Kejari Sukabumi mengawal seorang tahanan menuju mobil tahanan (atau ke dalam gedung, tidak jelas dari gambar) usai menjalani pemeriksaan. Tahanan tersebut mengenakan rompi oranye khas tahanan Kejari Sukabumi.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca